<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" dtd-version="1.3" article-type="research-article">
    <front>

        <journal-meta>

            <journal-id journal-id-type="issn">2693-5241</journal-id> <!-- issn di ubah -->

            <journal-title-group> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <journal-title>Asian Journal of Applied Education (AJAE)</journal-title>
            </journal-title-group>

            <issn pub-type="epub">2693-5241</issn> <!-- issn di ubah -->
            <issn pub-type="ppub">2693-5241</issn> <!-- issn di ubah -->

            <publisher> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <publisher-name>Asian Journal of Applied Education (AJAE)</publisher-name>
            </publisher>

        </journal-meta>

        <article-meta>
            <article-id pub-id-type="doi">10.55927/AJAE.v5i1.16141</article-id><!-- DOI ini di ubah -->
            <article-categories/>

            <title-group> <!-- ini judul di ubah dgn judul jurnal -->
                <article-title>Pengaruh Literasi Baca Tulis dan Minat Membaca terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 1 Kabanjahe</article-title>
            </title-group>

            <contrib-group> <!-- bagian ini di samakan dgn nama penulis di jurnal -->
                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <given-names>Ernawati Br. </given-names> <!-- Nama pertama -->
                        <surname>Barus</surname> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                    <xref ref-type="corresp" rid="cor-0"/>
                </contrib>

                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <given-names>Vera Caroline Br. </given-names> <!-- Nama pertama -->
                        <surname>Barus</surname>  <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>
            </contrib-group>

            <author-notes>
                <corresp id="cor-0">
                    <p>
                        <bold>Corresponding author:</bold>Ernawati Br. Barus
                        <email> ernawatibrbarus@gmail.com </email>
                    </p>
                </corresp>
            </author-notes>

            <!-- Bagian ini juga di samakan dgn jurnal -->
            <pub-date-not-available/>
            <pub-date-not-available/>
            <volume>5</volume> <!-- Volume di ubah -->
            <fpage>205</fpage> <!-- Halaman depan di ubah -->
            <lpage>218</lpage> <!-- Halaman belakang di ubah -->

            <!-- Bagian tanggal, bulan, tahun harus diubah sesuai dengan jurnal -->
            <history>
                <date date-type="received" iso-8601-date="2025-11-28">
                    <day>28</day> <!-- tanggal -->
                    <month>11</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>

                <date date-type="rev-recd" iso-8601-date="2025-11-30">
                    <day>30</day> <!-- tanggal -->
                    <month>12</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
                
                <date date-type="accepted" iso-8601-date="2026-01-31">
                    <day>31</day> <!-- tanggal -->
                    <month>01</month> <!-- bulan -->
                    <year>2026</year> <!-- tahun -->
                </date>
            </history>

            <permissions>

                <!-- Ini juga di samakan dengan jenis jurnal, kalau beda, ya di ubah/samakan -->
                <copyright-holder>Asian Journal of Applied Education (AJAE)</copyright-holder>

                <license> <!-- Ini gak usah di ubah -->
                    <ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref>
                    <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.</license-p>
                </license>

            </permissions>

            <!-- Ini di ubah, diisi dengan judul jurnal -->
            <!-- bagian isi dari xlink:title di ubah dan setelahnya juga judul jurnal diubah -->
            <!-- bagian isi dari xlink:href juga di sesuaikan dengan link jurnal nya -->
            <self-uri xlink:href="https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajae" xlink:title="Pengaruh Literasi Baca Tulis dan Minat Membaca terhadap Hasil 
            Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 1 Kabanjahe">Pengaruh Literasi Baca Tulis dan Minat Membaca terhadap Hasil 
            Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 1 Kabanjahe</self-uri>
            <abstract> <!-- Abstrak di ubah/sesuaikan dengan jurnal -->
                <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 
                pengaruh literasi baca tulis dan minat membaca 
                terhadap  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia  siswa 
                SMP  Negeri  1  Kabanjahe.  Penelitian  dilakukan 
                dengan pendekatan ex post facto dan desain 
                deskriptif  korelasional.  Sampel  berjumlah  150 
                siswa  kelas  VII  yang  dipilih  secara  proportional 
                random sampling. Data dikumpulkan melalui 
                angket dan dokumentasi nilai. Hasil analisis 
                menunjukkan literasi baca tulis berpengaruh 
                signifikan terhadap hasil belajar (r = 0,312; 
                kontribusi 9,7%), demikian juga minat 
                membaca  (r  =  0,354;  kontribusi  12,5%).  Secara 
                simultan, kedua variabel berpengaruh 
                signifikan  (R  =  0,421)  dengan  kontribusi  17,7%. 
                Temuan ini menunjukkan pentingnya 
                penguatan literasi dan peningkatan minat 
                membaca dalam menunjang hasil belajar 
                Bahasa Indonesia.</p>
            </abstract>

            <!-- ini bagian keyword juga disesuaikan dgn jurnal -->
            <kwd-group>
                <kwd>Literasi Baca Tulis</kwd>
                <kwd>Minat Membaca</kwd>
                <kwd>Hasil Belajar</kwd>
                  <kwd>Bahasa Indonesia</kwd>
                    <kwd>Siswa SMP</kwd>
            </kwd-group>

            <!-- Bagian ini tidak perlu di ubah -->
            <custom-meta-group>
                <custom-meta>
                    <meta-name>File created by JATS Editor</meta-name>
                    <meta-value>
                        <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://jatseditor.com" xlink:title="JATS Editor">JATS Editor</ext-link>
                    </meta-value>
                </custom-meta>
            </custom-meta-group>

        </article-meta>
    </front>
    
    <body>

        <sec>
            <title>PENDAHULUAN</title>
            <p>Kemampuan  literasi  baca  tulis  dan  minat  membaca  merupakan  dua 
            aspek penting yang semakin mendapatkan perhatian dalam dunia pendidikan, 
            terutama  dalam  pembelajaran  Bahasa  Indonesia.  Fenomena  rendahnya  minat 
            baca di kalangan pelajar Indonesia telah menjadi perhatian nasional, 
            sebagaimana  tercermin  dalam  berbagai  survei  internasional  seperti  PISA  yang 
            menempatkan  kemampuan  literasi  siswa  Indonesia  pada  peringkat  rendah.  Di 
            sisi  lain,  kemampuan  literasi  baca  tulis  yang  tidak  berkembang  dengan  baik 
            dapat menghambat pemahaman teks, ekspresi ide, serta keberhasilan akademik 
            siswa  secara  umum.  Tantangan  ini  diperkuat  oleh  kondisi  empiris  di  sekolah, 
            di  mana  kegiatan  literasi  belum  sepenuhnya  terintegrasi  dalam  pembelajaran 
            dan belum menjadi budaya yang mengakar.</p>
            <p>Penelitian  ini  dilakukan  untuk  menjawab  kebutuhan  akan  data  empiris 
            yang lebih spesifik dalam konteks lokal, yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 1 
            Kabanjahe  yang  merupakan  populasi  unik  karena  berada  di  wilayah  non-
            metropolitan dengan karakteristik budaya dan sosial tertentu yang 
            memengaruhi pola belajar dan minat baca. Keunikan sampel ini menjadi 
            penting dalam melihat bagaimana literasi baca tulis dan minat membaca 
            berperan terhadap capaian belajar Bahasa Indonesia. Selain memberikan 
            kontribusi  pada  pengayaan  teori  tentang  keterkaitan  antara  faktor  afektif  dan 
            kognitif dalam pembelajaran bahasa, penelitian ini juga menawarkan kebaruan 
            dalam  pengujian  simultan  kedua  variabel  tersebut  pada  jenjang  pendidikan 
            menengah pertama yang masih jarang dikaji secara bersamaan. 
            Oleh  karena  itu,  penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana 
            pengaruh  literasi  baca  tulis  dan  minat  membaca  terhadap  hasil  belajar  Bahasa 
            Indonesia. Penelitian ini juga berupaya menjawab pertanyaan mendasar: 
            apakah  kedua  faktor  tersebut,  baik  secara  terpisah  maupun  bersama-sama, 
            memberikan  kontribusi  signifikan  dalam  pencapaian  akademik  siswa  pada 
            mata pelajaran Bahasa Indonesia.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>TINJAUAN PUSTAKA</title>
            <p><bold><italic> Literasi Baca Tulis </italic></bold></p>
            <p>Literasi  baca  tulis  merupakan  kemampuan  kompleks  yang  melampaui 
            sekadar keterampilan teknis membaca dan menulis, tetapi juga mencakup 
            keterampilan memahami makna teks, menginterpretasikan informasi, serta 
            berpikir  kritis  dalam  penggunaan  teks  tertulis.  Menurut  Putri  et  al.  (2025), 
            “literasi  membaca  dan  menulis  mencakup  keterampilan  dan  pengetahuan 
            dalam  membaca,  menulis,  mencari,  menelusuri,  mengelola,  serta  pemahaman 
            informasi yang sangat dibutuhkan agar siswa bisa berpikir kritis dan 
            memberikan  tanggapan  yang  tepat  terhadap  teks”  (hal.  101).  Penelitian  ini 
            mengungkap  bahwa  literasi  baca  tulis  adalah  kemampuan  komprehensif  yang 
            mendukung pengembangan kognitif dan penggunaan pengetahuan dalam 
            konteks pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. </p>
            <p>Selain  itu,  studi  pada  siswa  kelas  III  SDN  2  Kawo  menunjukkan  bahwa 
            “kemampuan literasi baca peserta didik ... masih sangat rendah, baik dalam aspek  membaca  maupun  menulis,”  sehingga  menegaskan  pentingnya 
            pengembangan literasi secara terpadu di sekolah (Lestari dkk, 2024, hal. 5).  
            Penelitian lain juga menegaskan hubungan antara membaca dan menulis 
            sebagai komponen yang saling memperkuat dalam pendidikan literasi. Sebuah 
            tinjauan  penelitian  literacy  education  menyatakan  bahwa  “menciptakan 
            peluang pembelajaran yang efektif dalam literasi membaca dan menulis 
            memerlukan pemahaman yang jelas tentang peran integral keterampilan 
            menulis dalam membangun keterampilan literasi siswa, serta hubungan 
            resiprokal antara membaca dan menulis” (New York State Literacy Initiative, 
            2025, hal. 8). </p>
            <p>Dengan  demikian,  literasi  baca  tulis  bukan  hanya  keterampilan  dasar 
            teknis, tetapi merupakan fondasi penting yang memungkinkan siswa 
            mengevaluasi, merespons, dan menggunakan informasi secara kritis  — sebuah 
            kompetensi  yang  menjadi  landasan  utama  bagi  pengembangan  kemampuan 
            akademik dan berpikir tingkat tinggi. </p>
            <p><bold><italic> Minat Membaca sebagai Dorongan Internal yang Memotivasi </italic></bold></p>
            <p>Minat membaca merupakan dorongan internal yang memotivasi 
            individu untuk secara sukarela dan aktif terlibat dalam kegiatan membaca, baik 
            untuk  tujuan  akademik  maupun  rekreatif.  McBreen  dan  Savage  (2020:  hal.  12) 
            menyatakan  bahwa  “reading  interest  is  a  crucial  motivational  construct  that 
            determines how willingly students engage with texts in both school and out-of-
            school contexts.” Minat membaca terbukti berperan besar dalam meningkatkan 
            keterlibatan siswa dengan materi bacaan dan hasil belajar mereka secara 
            keseluruhan. 
            Dalam  studi  terbaru,  Vasalampi  et  al.  (2024:  hal.  4)  mengungkapkan 
            bahwa “students who demonstrate higher interest in reading are more likely to 
            show  growth  in  text  comprehension  and  academic  performance.”  Penelitian 
            tersebut  menunjukkan  bahwa  minat  membaca  tidak  hanya  mendorong  siswa 
            untuk membaca, tetapi juga berdampak langsung terhadap pemahaman bacaan 
            mereka. </p>
            <p>Di Indonesia, minat membaca siswa banyak dipengaruhi oleh 
            pelaksanaan program literasi sekolah. Kegiatan seperti sudut baca, jurnal 
            membaca, dan pojok literasi telah terbukti meningkatkan minat siswa terhadap 
            bahan bacaan. Menurut Wulandari dan Pramono (2023: hal. 37), “keberhasilan 
            pengembangan minat baca sangat tergantung pada peran guru dan lingkungan 
            sekolah  yang  mendukung  literasi.”  Dukungan  dari  guru  dan  ketersediaan 
            bahan bacaan yang relevan memainkan peran penting dalam membentuk 
            budaya literasi yang positif di sekolah. 
            Sementara  itu,  dari  sisi  lingkungan  keluarga,  Ningsih  dan  Puspitasari 
            (2021: hal. 51) menegaskan bahwa “dukungan orang tua dalam menyediakan 
            waktu membaca di rumah dan membacakan cerita secara rutin dapat 
            menumbuhkan  minat  membaca  anak  secara  berkelanjutan.”  Faktor  eksternal 
            seperti dukungan keluarga, lingkungan belajar, dan ketersediaan sumber 
            bacaan berkualitas sangat berpengaruh terhadap perkembangan minat 
            membaca pada siswa. </p>
            <p>Minat membaca juga menjadi bagian dari kompetensi pembelajaran 
            abad ke-21 yang harus dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran 
            kontekstual. Penelitian oleh Lestari (2022: hal. 14) menunjukkan bahwa 
            “penggunaan  bahan  bacaan  digital  yang  sesuai  dengan  minat  siswa  mampu 
            meningkatkan keterlibatan dan motivasi membaca mereka dalam proses 
            pembelajaran  daring  maupun  luring.”  Temuan  ini  memperkuat  pentingnya 
            inovasi dalam pembelajaran berbasis literasi untuk menumbuhkan minat 
            membaca secara konsisten. 
            Dengan demikian, minat membaca merupakan elemen kunci dalam 
            pengembangan  literasi  dan  capaian  akademik  siswa.  Minat  ini  tidak  hanya 
            terbentuk  secara  alami,  tetapi  perlu  ditumbuhkan  melalui  strategi  pedagogis, 
            lingkungan yang mendukung, serta akses yang memadai terhadap bahan 
            bacaan yang relevan dan menarik. </p>
            <p><bold><italic> Minat Membaca sebagai Konstruk Psikologis  </italic></bold></p>
            <p>Minat  membaca  merupakan  konstruk  psikologis  yang  mencerminkan 
            dorongan internal individu untuk terlibat secara sukarela dalam kegiatan 
            membaca teks dalam berbagai konteks pembelajaran maupun rekreatif. 
            Penelitian  Frontiers  in  Education  menunjukkan  bahwa  minat  membaca  sering 
            mengalami penurunan signifikan dari masa kanak-kanak ke masa remaja, yang 
            berdampak  pada  keterlibatan  membaca  dan  prestasi  pembelajaran  siswa  usia 
            sekolah menengah (Frontiersin, 2023). Hal ini menegaskan bahwa minat 
            membaca bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi merupakan motivational 
            construct yang memengaruhi sejauh mana siswa memilih dan mempertahankan 
            aktivitas membaca dalam proses pembelajaran (Frontiersin, 2023).  </p>
            <p>Selain  itu,  minat  membaca  berkaitan  erat  dengan  hasil  belajar  karena 
            minat berfungsi sebagai pemicu keterlibatan siswa dalam membaca yang lebih 
            intensif,  yang  kemudian  berkontribusi  terhadap  pemahaman  teks  dan  prestasi 
            akademik. Penelitian kuantitatif pada mahasiswa pembelajar bahasa asing 
            menunjukkan  adanya  korelasi  positif  antara  minat  membaca  dan  pencapaian 
            pemahaman  teks  (positif  21,2%  pengaruh  langsung)  (ERIC  EJ1329504,  2025), 
            yang menggambarkan bagaimana minat membaca dapat memperkuat 
            pencapaian kognitif dalam konteks pembelajaran bahasa.  
            Dalam  konteks  pendidikan  dasar  dan  menengah  di  Indonesia,  program 
            budaya literasi sekolah terbukti menjadi salah satu strategi efektif untuk 
            meningkatkan  minat  membaca  siswa.  Penelitian  di  SD  menunjukkan  bahwa 
            implementasi  klinik  membaca  dan  sudut  baca  secara  konsisten  mendorong 
            peningkatan minat membaca siswa, khususnya ketika guru memberikan 
            dukungan penuh kepada peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam 
            program tersebut (Jasmine dkk., 2024). </p>
            <p>Pendekatan  lain  yang  semakin  relevan  adalah  literasi  digital  sebagai 
            penguat  minat  membaca  siswa.  Studi  yang  mengkaji  literasi  digital  mencatat 
            bahwa penggunaan materi bacaan berbasis digital dan integrasi teknologi 
            dalam  pembelajaran  dapat  meningkatkan  keterlibatan  siswa  dalam  membaca, 
            terutama  di  era  digital  di  mana  akses  terhadap  konten  informasi  semakin 
            mudah (ResearchGate, Simbolon, 2022). </p>
            <p>Selain intervensi sekolah dan teknologi, data statistik nasional 
            menunjukkan tren peningkatan minat baca di Indonesia. Menurut survei 
            Perpustakaan  Nasional  (2023–2024),  tingkat  kegemaran  membaca  masyarakat 
            Indonesia terus meningkat dan berada pada kategori tinggi, yang menandakan 
            bahwa upaya pengembangan budaya membaca di masyarakat dapat 
            menciptakan  ekosistem  yang  kondusif  untuk  mendorong  minat  baca  generasi 
            muda secara lebih luas (GoodStats, 2024; BPS, 2025).  
            Secara  teoretis,  minat  membaca  pada  siswa  bukan  fenomena  tunggal 
            tetapi multidimensional, dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, 
            sikap terhadap membaca, dan strategi regulasi diri, serta faktor eksternal 
            seperti  dukungan  guru,  keluarga,  budaya  sekolah,  dan  akses  ke  bahan  bacaan 
            yang relevan (Frontiersin  Psychology, 2022). Karena itu, upaya peningkatan 
            minat membaca perlu dirancang secara holistik yang melibatkan aspek 
            pedagogis, lingkungan, dan sumber daya literasi yang kontekstual sesuai 
            kebutuhan siswa pada jenjang pendidikan tertentu. </p>
            <p><bold><italic> Minat Membaca sebagai Faktor Mendukung Keberhasilan Belajar Peserta Didik </italic></bold></p>
            <p>Minat membaca merupakan salah satu faktor afektif yang berperan 
            penting dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik, khususnya pada 
            mata pelajaran berbasis teks seperti Bahasa Indonesia. Minat membaca 
            dipahami  sebagai  bentuk  dorongan  internal  yang  mendorong  individu  untuk 
            secara sukarela terlibat dalam aktivitas membaca, baik untuk keperluan 
            akademik  maupun  rekreasional.  Minat  ini  tidak  hanya  mencerminkan  sikap 
            terhadap bacaan, tetapi juga motivasi berkelanjutan yang memengaruhi 
            keterlibatan  pembaca  terhadap  isi  teks  dan  strategi  pemahamannya.  Menurut 
            Sutrisno (2021: 23), “minat membaca adalah elemen utama dalam pembelajaran 
            literasi  yang  menentukan  keberhasilan  siswa  dalam  memahami  dan  mengolah 
            informasi tertulis.” </p>
            <p>Penurunan minat membaca dari masa kanak-kanak ke masa remaja telah 
            menjadi perhatian banyak studi. Hasil riset  Frontiers in Education menunjukkan 
            bahwa terjadi tren penurunan keterlibatan membaca yang berdampak langsung 
            pada capaian akademik siswa sekolah menengah (Mullis et al., 2023: 14). Studi 
            tersebut menyebutkan bahwa minat membaca adalah “motivational construct” 
            yang berpengaruh terhadap kemampuan mempertahankan fokus dan 
            pengembangan  pemahaman  bacaan  secara  mendalam.  Hal  ini  sejalan  dengan 
            hasil  studi  di  ERIC  yang  menemukan  adanya  korelasi  positif  dan  signifikan 
            antara  minat  membaca  dengan  pencapaian  pemahaman  teks  (r  =  0,46),  yang 
            menunjukkan kontribusi langsung sebesar 21,2% terhadap hasil belajar (Kim &amp; 
            Park, 2025: 6). </p>
            <p>Di Indonesia, peningkatan minat membaca telah menjadi prioritas dalam 
            pelaksanaan  program  Gerakan  Literasi  Sekolah  (GLS).  Penelitian  oleh  Jasmine 
            et  al.  (2024:  49)  mengungkap  bahwa  kegiatan  seperti  klinik  membaca,  pojok 
            literasi, dan program membaca 15 menit sebelum pelajaran efektif 
            meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar secara signifikan. Guru 
            memegang  peran  sentral  dalam  menciptakan  lingkungan  yang  memotivasi 
            siswa  untuk  terlibat  aktif  dalam  kegiatan  membaca.  Keteladanan  guru,  variasi 
            bahan  bacaan,  serta  pemanfaatan  waktu  belajar  secara  fleksibel  menjadi  faktor 
            pendukung dalam keberhasilan program ini. 
            Selaras dengan perkembangan teknologi, literasi digital juga menjadi 
            pendekatan baru dalam meningkatkan minat membaca. Penelitian oleh 
            Simbolon  (2022:  4)  menegaskan  bahwa  integrasi  bahan  bacaan  digital,  aplikasi 
            membaca interaktif, dan media visual mampu meningkatkan motivasi 
            membaca, terutama pada siswa sekolah dasar yang cenderung responsif 
            terhadap  pendekatan  digital.  Literasi  digital  memberi  alternatif  baru  dalam 
            penyediaan bahan bacaan yang menarik dan aksesibel, sehingga meningkatkan 
            frekuensi dan durasi membaca siswa. </p>
            <p>Peningkatan  minat  baca  di  tingkat  nasional  juga  tercermin  dalam  data 
            statistik. Survei Perpustakaan Nasional (2023) melaporkan bahwa indeks 
            kegemaran  membaca  masyarakat  Indonesia  menunjukkan  tren  peningkatan 
            signifikan  dalam  tiga  tahun  terakhir,  dengan  skor  indeks  mencapai  63,9  pada 
            tahun  2023  dan  menargetkan  70  pada  2024  (Perpusnas,  2023).  Peningkatan  ini 
            menunjukkan efektivitas sinergi antara kebijakan pendidikan, penguatan 
            infrastruktur  literasi,  dan  kesadaran  masyarakat  dalam  membangun  budaya 
            membaca yang kuat. 
            Secara  teoretis,  minat  membaca  merupakan  konstruk  multidimensional  yang 
            dipengaruhi  oleh  berbagai  faktor.  Menurut  Zhang  &amp;  Pnina  (2022:  9),  faktor-
            faktor seperti motivasi intrinsik, persepsi terhadap bacaan, strategi 
            metakognitif,  dan  dukungan  lingkungan  memiliki  pengaruh  besar  terhadap 
            keterlibatan siswa dalam membaca. Oleh karena itu, strategi peningkatan minat 
            membaca  harus  dirancang  secara  holistik,  dengan  mempertimbangkan  aspek 
            pedagogis,  sosial,  dan  teknologi  yang  sesuai  dengan  karakteristik  siswa  di 
            masing-masing jenjang pendidikan. </p>
            <p>Gambar 1. Pengaruh Literasi Baca Tulis dan Minat Membaca terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 1 Kabanjahe</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>METODOLOGI</title>
            <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis 
            penelitian ex post facto dan desain deskriptif korelasional. Tujuan dari 
            pendekatan  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  antara  literasi  baca  tulis 
            dan minat membaca terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia tanpa memberikan 
            perlakuan langsung kepada subjek penelitian. 
            Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh  siswa  kelas  V  di  SMP 
            Negeri 1 Kabanjahe yang berjumlah 210 siswa. Sampel dalam penelitian 
            ditentukan secara proportional random sampling, sehingga diperoleh sebanyak 
            150 siswa sebagai responden yang mewakili populasi secara proporsional. </p>
            <p>Terdapat  tiga  variabel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini,  yaitu:  (1) 
            literasi  baca  tulis  (X₁),  (2)  minat  membaca  (X₂),  dan  (3)  hasil  belajar  Bahasa 
            Indonesia (Y). Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket tertutup untuk 
            mengukur tingkat literasi baca tulis dan minat membaca siswa, serta 
            dokumentasi  nilai  akhir  semester  untuk  memperoleh  data  hasil  belajar  Bahasa 
            Indonesia. Instrumen angket telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum 
            digunakan dalam pengumpulan data. </p>
            <p>Analisis  data  dilakukan  dalam  dua  tahap,  yaitu  statistik  deskriptif  dan 
            inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data variabel 
            penelitian,  sedangkan  analisis  inferensial  digunakan  untuk  menguji  hipotesis 
            dengan langkah-langkah berikut: (1) uji normalitas, linearitas, dan 
            multikolinearitas  sebagai  prasyarat  analisis;  (2)  uji  korelasi  Pearson  (Product 
            Moment) untuk melihat hubungan antara masing-masing variabel bebas 
            dengan  variabel  terikat  secara  parsial;  dan  (3)  analisis  regresi  berganda  untuk 
            melihat pengaruh simultan antara literasi baca tulis dan minat membaca 
            terhadap  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia.  Seluruh  pengujian  dilakukan  pada 
            taraf signifikansi α = 0,05. </p>
        </sec>
        
        <sec>
            <title>HASIL PENELITIAN</title>
            <p>Hasil  analisis  deskriptif  menunjukkan  bahwa  rata-rata  tingkat  literasi 
            baca  tulis  siswa  berada  pada  kategori  baik,  dengan  distribusi  nilai  yang  relatif 
            merata di antara sampel. Minat membaca siswa juga berada pada kategori baik, 
            menandakan adanya ketertarikan yang cukup tinggi terhadap kegiatan 
            membaca  di  kalangan  siswa.  Sementara  itu,  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia 
            siswa  berada  pada  kategori  cukup  baik,  dengan  sebagian  besar  nilai  siswa 
            menunjukkan capaian di atas nilai minimum ketuntasan. 
            Selanjutnya, dilakukan analisis inferensial untuk menguji hubungan 
            antara variabel: </p>
            <p><bold><italic> Hubungan Literasi Baca Tulis dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia </italic></bold></p>
            <p>Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang 
            positif dan signifikan antara literasi baca tulis dan hasil belajar Bahasa 
            Indonesia, dengan nilai r = 0,312 dan p &gt; 0,05. Hasil ini mengindikasikan bahwa 
            semakin  tinggi  tingkat  literasi  baca  tulis  siswa,  maka  semakin  baik  pula  hasil 
            belajar yang mereka capai. Besarnya kontribusi variabel literasi baca tulis 
            terhadap hasil belajar adalah sebesar 9,7%. </p>
            <p><bold><italic> Hubungan Minat Membaca dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia </italic></bold></p>
            <p>Uji korelasi Pearson juga menunjukkan bahwa minat membaca memiliki 
            hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar Bahasa Indonesia, dengan 
            nilai  r  =  0,354  dan  p  &gt;  0,05.  Kontribusi  minat  membaca  terhadap  hasil  belajar 
            siswa  sebesar  12,5%,  yang  menunjukkan  bahwa  minat  membaca  merupakan 
            faktor penting dalam mendukung pemahaman dan capaian akademik siswa. </p>
            <p><bold><italic>  Pengaruh  Simultan  Literasi  Baca  Tulis  dan  Minat  Membaca  terhadap  Hasil Belajar</italic></bold></p>
            <p>Melalui  analisis  regresi  berganda  diperoleh  nilai  R  =  0,421  dengan  p  &gt; 
            0,05,  yang  menunjukkan  bahwa  literasi  baca  tulis  dan  minat  membaca  secara 
            simultan memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar 
            Bahasa  Indonesia.  Kontribusi  gabungan  kedua  variabel  bebas  terhadap  hasil 
            belajar adalah sebesar 17,7%. 
            Tabel berikut merangkum hasil analisis korelasi dan regresi yang telah 
            dilakukan: </p>
            <table-wrap >
                <label>Tabel 1.Hasil Analisis Korelasi dan Regresi</label>
                <table frame="box" rules="all">
                    <thead>
                    <tr>
                        <th>Variabel</th>
                        <th>Koefisien Korelasi (r)</th>
                        <th>Signifikansi (p)</th>
                        <th>Kontribusi (%)</th>
                    </tr>
                    </thead>
                    <tbody>
                    <tr>
                        <td>Literasi Baca Tulis ↔ Hasil Belajar</td>
                        <td>0,312</td>
                        <td>&lt; 0,05</td>
                        <td>9,7</td>
                    </tr>
                    <tr>
                        <td>Minat Membaca ↔ Hasil Belajar</td>
                        <td>0,354</td>
                        <td>&lt; 0,05</td>
                        <td>12,5</td>
                    </tr>
                    <tr>
                        <td>Literasi &amp; Minat Membaca → Hasil Belajar</td>
                        <td>0,421</td>
                        <td>&lt; 0,05</td>
                        <td>17,7</td>
                    </tr>
                    </tbody>
                </table>
            </table-wrap>
            <p>Hasil  ini  menunjukkan  bahwa  peningkatan  literasi  dan  minat  membaca 
            dapat menjadi strategi penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, 
            khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PEMBAHASAN</title>
            <sec>
                <p>Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  positif  dan 
                signifikan  antara  literasi  baca  tulis  dan  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia  siswa, 
                dengan nilai korelasi r = 0,312 dan kontribusi sebesar 9,7%. Temuan ini 
                menegaskan bahwa kemampuan literasi baca tulis yang baik memberikan 
                dampak  terhadap  capaian  akademik  siswa,  khususnya  dalam  memahami  dan 
                menyampaikan isi teks. Hal ini sejalan dengan pendapat Putri et al. (2025) yang 
                menyatakan bahwa literasi tidak hanya mencakup keterampilan teknis 
                membaca  dan  menulis,  tetapi  juga  mencakup  kemampuan  berpikir  kritis  dan 
                reflektif terhadap informasi tertulis. </p>
                <p>Studi Lestari dkk. (2024) juga menguatkan temuan ini dengan 
                mengungkap  bahwa  rendahnya  literasi  baca  tulis  di  tingkat  dasar  berdampak 
                pada lemahnya pemahaman bacaan dan kualitas ekspresi tertulis siswa. Dalam 
                konteks ini, peningkatan literasi menjadi aspek penting yang perlu 
                diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara konsisten. 
                Selanjutnya,  minat  membaca  juga  menunjukkan  hubungan  positif  dan 
                signifikan dengan hasil belajar Bahasa Indonesia, dengan nilai korelasi r = 0,354 
                dan  kontribusi  sebesar  12,5%.  Angka  ini  menggambarkan  bahwa  siswa  yang 
                memiliki  minat  tinggi  terhadap  aktivitas  membaca  lebih  terlibat  dalam  proses 
                pembelajaran, memiliki pemahaman teks yang lebih baik, dan mampu 
                menunjukkan  performa  akademik  yang  lebih  tinggi.  Pernyataan  ini  didukung 
                oleh  McBreen  dan  Savage  (2020)  yang  menegaskan  bahwa  minat  membaca 
                merupakan  konstruk  motivasional  penting  dalam  keterlibatan  siswa  terhadap 
                teks. </p>
                <p>Lebih  lanjut,  analisis  regresi  ganda  menunjukkan  bahwa  literasi  baca 
                tulis  dan  minat  membaca  secara  simultan  berhubungan  positif  dan  signifikan 
                terhadap hasil belajar, dengan nilai R = 0,421 dan kontribusi gabungan sebesar 
                17,7%. Ini berarti bahwa kedua faktor tersebut memberikan pengaruh bersama 
                yang  lebih  besar  dibandingkan  secara  terpisah.  Dalam  konteks  pembelajaran 
                Bahasa Indonesia, hal ini mengindikasikan pentingnya memperkuat 
                keterampilan kognitif dan motivasi afektif siswa secara bersamaan. 
                Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang 
                menyatakan  bahwa  literasi  dan  minat  membaca  merupakan  dua  faktor  utama 
                dalam  keberhasilan  pembelajaran  berbasis  teks.  ERIC  (2025)  mencatat  bahwa 
                minat membaca menyumbang pengaruh langsung sebesar 21,2% terhadap 
                pemahaman bacaan dan hasil belajar, sedangkan studi oleh Kim &amp; Park (2025) 
                juga  menunjukkan  korelasi  signifikan  antara  minat  membaca  dan  performa 
                akademik. </p>
                <p>Dalam konteks kebijakan nasional, penelitian ini menguatkan 
                pentingnya pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang mendorong 
                pembiasaan membaca dan menulis secara sistematis. Studi Jasmine et al. (2024) 
                dan  Wulandari  &amp;  Pramono  (2023)  menunjukkan  bahwa  intervensi  berbasis 
                sekolah  seperti  klinik  membaca,  pojok  baca,  serta  keterlibatan  guru  mampu 
                meningkatkan  minat  membaca  siswa  secara  signifikan  jika  dijalankan  secara 
                konsisten dan didukung lingkungan belajar yang kondusif. 
                Dengan  demikian,  hasil  penelitian  ini  memperjelas  bahwa  penguatan 
                literasi baca tulis dan peningkatan minat membaca bukan hanya sekadar 
                strategi tambahan, melainkan menjadi fondasi utama untuk mendorong 
                keberhasilan belajar Bahasa Indonesia. Integrasi keduanya dalam kebijakan dan 
                praktik  pembelajaran  merupakan  kebutuhan  mendesak  untuk  menciptakan 
                generasi pembelajar yang aktif, kritis, dan berdaya saing tinggi. </p>
            </sec>
        </sec>

        <sec>
            <title>KESIMPULAN </title>
            <p>Berdasarkan  hasil  analisis  data  dan  pembahasan  yang  telah  dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:</p>
            <p>1. Literasi baca tulis memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil 
            belajar  Bahasa  Indonesia  siswa  sekolah  dasar,  dengan  nilai  korelasi  r  = 0,312 dan kontribusi sebesar 9,7%. Ini menunjukkan bahwa kemampuan 
            memahami  dan  menggunakan  teks  secara  kritis  berpengaruh  terhadap 
            capaian akademik siswa.</p>
            <p>2. Minat  membaca  juga  berhubungan  positif  dan  signifikan  dengan  hasil 
            belajar  Bahasa  Indonesia,  dengan  nilai  r  =  0,354  dan  kontribusi  sebesar 
            12,5%. Siswa dengan minat baca yang tinggi cenderung lebih aktif dalam 
            proses belajar dan memiliki pemahaman bacaan yang lebih baik.</p>
            <p>3. Secara  simultan,  literasi  baca  tulis  dan  minat  membaca  memberikan 
            pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia, 
            dengan  nilai  R  =  0,421  dan  kontribusi  bersama  sebesar  17,7%.  Kedua 
            variabel tersebut saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas belajar 
            siswa.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>REKOMENDASI</title>
            <p>Berdasarkan simpulan  tersebut, maka penulis memberikan beberapa rekomendasi berikut:</p>
            <p>a. Bagi  guru,  disarankan  untuk  merancang  pembelajaran  Bahasa  Indonesia 
            yang terintegrasi dengan kegiatan literasi secara aktif dan kontekstual, serta 
            mendorong  siswa  untuk  mengembangkan  minat  membaca  melalui  bahan 
            bacaan yang menarik dan sesuai tingkat perkembangan.</p>
            <p>b. Bagi pihak sekolah, perlu memperkuat kebijakan internal dalam 
            mendukung program literasi sekolah, seperti pengadaan pojok baca, jadwal 
            membaca harian, dan pelatihan guru dalam pembelajaran berbasis literasi.</p>
            <p>c. Bagi orang tua, disarankan untuk mendukung kebiasaan membaca anak di 
            rumah dengan menyediakan waktu, ruang, dan bahan bacaan yang relevan, 
            serta menjadi teladan dalam aktivitas membaca.</p>
            <p>d. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain 
            yang  turut  memengaruhi  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia,  seperti  strategi 
            belajar, peran teknologi, atau literasi digital yang berkembang di era 
            pembelajaran modern.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PENELITIAN LANJUTAN</title>
            <p>Penelitian  ini  memiliki  keterbatasan  pada  ruang  lingkup  variabel  yang 
            dikaji,  yakni  hanya  mencakup  literasi  baca  tulis  dan  minat  membaca  sebagai 
            faktor  yang  memengaruhi  hasil  belajar  Bahasa  Indonesia.  Selain  itu,  penelitian 
            ini hanya dilakukan pada satu sekolah dengan sampel terbatas di jenjang kelas 
            V,  sehingga  hasilnya  belum  tentu  dapat  digeneralisasikan  ke  populasi  yang 
            lebih luas atau jenjang pendidikan lainnya. </p>
            <p>Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk:</p>
            <p>1. Mengkaji  variabel  lain  seperti  literasi  digital,  motivasi  belajar,  atau  strategi 
            belajar sebagai faktor tambahan yang dapat memengaruhi hasil belajar 
            Bahasa Indonesia.</p>
            <p>2. Melakukan  studi  komparatif  antar  jenjang  pendidikan  atau  antar  wilayah yang berbeda untuk melihat pengaruh konteks geografis dan sosial-budaya.</p>
            <p>3. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) guna menggali lebih dalam dimensi kualitatif dari motivasi dan perilaku membaca siswa.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
            <p>Penulis menyampaikan terima kasih kepada:</p>
            <p>a. Kepala  Sekolah,  guru,  dan  siswa  SMP  Negeri  1  Kabanjahe  yang  telah 
            memberikan izin, dukungan, dan partisipasi selama proses 
            pengumpulan data berlangsung.</p>
            <p>b. Tim dosen pembimbing dan rekan sejawat yang telah memberikan masukan dalam penyusunan dan penyempurnaan artikel ini.</p>
            <p>c. Pihak institusi STIKes Arta Kabanjahe atas dukungan moral dan akademik yang diberikan selama penelitian berlangsung.</p>
            <p>d.  Semoga hasil penelitian ini memberikan kontribusi positif bagi 
            pengembangan  praktik  pembelajaran  berbasis  literasi  dan  peningkatan 
            kualitas pendidikan Bahasa Indonesia di tingkat dasar.</p>
        </sec>

    </body>

<back>
    <ref-list>
        <title>DAFTAR PUSTAKA</title>

            <ref id="R1">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Abidin</surname>
                        <given-names>Y.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2018</year>
                <source>Desain pembelajaran literasi</source>
                <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
                <publisher-name>Refika Aditama</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R2">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Agung</surname>
                        <given-names>A. A. G.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2015</year>
                <source>Statistika dasar untuk pendidikan</source>
                <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Deepublish</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R3">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Dalman</surname>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2014</year>
                <source>Keterampilan membaca</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>RajaGrafindo Persada</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R4">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Dantes</surname>
                        <given-names>N.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2012</year>
                <source>Metode penelitian</source>
                <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Andi</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R5">
            <element-citation publication-type="report">
                <collab>ERIC</collab>
                <year>2025</year>
                <article-title>Reading interest and text comprehension in foreign language learners</article-title>
                <source>ERIC</source>
                <pub-id pub-id-type="accession">EJ1329504</pub-id>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R6">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Faizah</surname>
                        <given-names>D. U.</given-names>
                    </name>
                    <etal/>
                </person-group>
                <year>2016</year>
                <source>Panduan gerakan literasi sekolah</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R7">
            <element-citation publication-type="journal">
                <collab>Frontiersin</collab>
                <year>2023</year>
                <article-title>Reading motivation decline during adolescence</article-title>
                <source>Frontiers in Education</source>
                <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.frontiersin.org/journals/education"/>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R8">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Jasmine</surname>
                        <given-names>A.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Wulandari</surname>
                        <given-names>D.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Pramono</surname>
                        <given-names>A.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2024</year>
                <article-title>Implementasi program literasi sekolah dasar dalam meningkatkan minat membaca</article-title>
                <source>Jurnal Literasi Sekolah Dasar</source>
                <volume>6</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>45</fpage>
                <lpage>52</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R9">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Kasiyun</surname>
                        <given-names>S.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2015</year>
                <article-title>Upaya meningkatkan minat baca sebagai sarana mencerdaskan bangsa</article-title>
                <source>Jurnal Pena Indonesia</source>
                <volume>1</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>79</fpage>
                <lpage>95</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R10">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Kim</surname>
                        <given-names>H.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Park</surname>
                        <given-names>S.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2025</year>
                <article-title>Reading motivation and academic achievement: A correlational analysis</article-title>
                <source>ERIC Journal</source>
                <volume>19</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>5</fpage>
                <lpage>12</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R11">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Lestari</surname>
                        <given-names>P.</given-names>
                    </name>
                    <etal/>
                </person-group>
                <year>2024</year>
                <article-title>Peningkatan kemampuan literasi baca tulis melalui pembelajaran terpadu</article-title>
                <source>Jurnal Pendidikan Dasar</source>
                <volume>9</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>1</fpage>
                <lpage>8</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

            <ref id="R12">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>McBreen</surname>
                        <given-names>M.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Savage</surname>
                        <given-names>R.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2020</year>
                <article-title>Reading interest and motivation in middle school: Engagement and outcomes</article-title>
                <source>Journal of Adolescent Literacy</source>
                <volume>13</volume>
                <issue>3</issue>
                <fpage>10</fpage>
                <lpage>17</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R13">
            <element-citation publication-type="report">
                <collab>New York State Literacy Initiative</collab>
                <year>2025</year>
                <source>Developing integrated literacy instruction</source>
                <publisher-loc>Albany</publisher-loc>
                <publisher-name>NYSED</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R14">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Ningsih</surname>
                        <given-names>A.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Puspitasari</surname>
                        <given-names>R.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2021</year>
                <article-title>Peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak</article-title>
                <source>Jurnal Pendidikan Anak</source>
                <volume>4</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>48</fpage>
                <lpage>55</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R15">
            <element-citation publication-type="book">
                <collab>OECD</collab>
                <year>2023</year>
                <source>PISA 2022 Results</source>
                <publisher-loc>Paris</publisher-loc>
                <publisher-name>OECD Publishing</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R16">
            <element-citation publication-type="report">
                <collab>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</collab>
                <year>2023</year>
                <source>Indeks kegemaran membaca masyarakat Indonesia tahun 2023</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Perpusnas</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R17">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Pratiwi</surname>
                        <given-names>N. P.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Sari</surname>
                        <given-names>D. R.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2023</year>
                <article-title>Literasi membaca dan pengaruhnya terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa sekolah dasar</article-title>
                <source>Jurnal Pendidikan Bahasa</source>
                <volume>13</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>21</fpage>
                <lpage>29</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R18">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Putri</surname>
                        <given-names>R. E.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Suparman</surname>
                        <given-names>S.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Yuliati</surname>
                        <given-names>L.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2025</year>
                <article-title>Literasi baca tulis sebagai fondasi pembelajaran abad 21</article-title>
                <source>Jurnal Literasi Indonesia</source>
                <volume>7</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>99</fpage>
                <lpage>107</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R19">
            <element-citation publication-type="webpage">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Simbolon</surname>
                        <given-names>N.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <article-title>Literasi digital dalam pembelajaran: Penguatan minat baca siswa sekolah dasar</article-title>
                <source>ResearchGate</source>
                <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.researchgate.net/publication/35544321"/>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R20">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Slameto</surname>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2010</year>
                <source>Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Rineka Cipta</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R21">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Sudarsana</surname>
                        <given-names>U.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2014</year>
                <source>Pembinaan minat baca</source>
                <publisher-loc>Banten</publisher-loc>
                <publisher-name>Universitas Terbuka</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R22">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Suyono</surname>
                        <given-names>H.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Hasanah</surname>
                        <given-names>M.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Wulandari</surname>
                        <given-names>T.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2021</year>
                <article-title>Penguatan literasi baca tulis dalam pembelajaran sekolah dasar</article-title>
                <source>Jurnal Riset Pendidikan Dasar</source>
                <volume>5</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>15</fpage>
                <lpage>22</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R23">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Tarigan</surname>
                        <given-names>H. G.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2015</year>
                <source>Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa</source>
                <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
                <publisher-name>Angkasa</publisher-name>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R24">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Vasalampi</surname>
                        <given-names>K.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Salmela-Aro</surname>
                        <given-names>K.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Aunola</surname>
                        <given-names>K.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2024</year>
                <article-title>Reading interest and academic growth in adolescents</article-title>
                <source>Scandinavian Journal of Educational Research</source>
                <volume>68</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>1</fpage>
                <lpage>12</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R25">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Wulandari</surname>
                        <given-names>D.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Pramono</surname>
                        <given-names>A.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2023</year>
                <article-title>Dukungan sekolah dalam membentuk budaya literasi</article-title>
                <source>Jurnal Pendidikan dan Literasi</source>
                <volume>10</volume>
                <issue>3</issue>
                <fpage>35</fpage>
                <lpage>40</lpage>
            </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R26">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                    <name>
                        <surname>Zhang</surname>
                        <given-names>D.</given-names>
                    </name>
                    <name>
                        <surname>Pnina</surname>
                        <given-names>S.</given-names>
                    </name>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <article-title>Factors affecting reading engagement: A multidimensional view</article-title>
                <source>Frontiers in Psychology</source>
                <volume>13</volume>
                <issue>4</issue>
                <fpage>1</fpage>
                <lpage>9</lpage>
            </element-citation>
        </ref>
    </ref-list>
</back>

</article>
