Membangun Keluarga Kristen yang Bahagia dan Sehat

Authors

  • Victor Deak STT Kharisma
  • Jantje Haans Sekolah Tinggi Teologi Kharisma
  • Olsin Olsin Sekolah Tinggi Teologi Kharisma
  • Ribka Siwalete Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i5.1232

Keywords:

Keluarga, Kristen, Bahagia, Sehat

Abstract

Dimana pun akan di jumpai bahwa sekitar kehidupan pasti ada tekanan dan permasalahan yang akan menyebabkan kehancuran dan ketidakbahagiaan dalam keluarga. Inilah yang penting untuk dibicarakan tentang profil keluarga yang bahagia, karena keluarga adalah suatu dasar dari suatu pondasi yang kuat, dan disebut gereja yang bahagia. Membangun keluarga yang harmonis memerlukan sikap saling mencintai antara semua anggota keluarga. Sikap yang  saling mencintai adalah dasar dalam hidup bersama anggota keluarga. Dengan sikap yang saling mencintai, setiap anggota keluarga akan saling menghargai satu sama lain. selain itu, sikap saling mencintai juga akan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dalam keluarga. Jika keluarga hidup saling mencintai satu sama lain maka keharmonisan atau kebahagiaan kehidupan keluarga Kristen akan terjalin dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi La. (2022). Pendidikan keluarga dalam perpekstif islam, 7(1), 1–9.

Angin, Y. H. P., & Yeniretnowati, T. A. (2020). Ketahanan Iman Kristen di Tengah Era Disrupsi. Jurnal Teologi (JUTEOLOG), 1(1), 81–99.

Dolnicar, S., Chapple, A., Trees, A. J. "ANGIOSTRONGYLUS-V. I. N. D. I. N. W. . V. R. 120. 1. (1987): 424-424. (1987): 424-424. (1987): 424-424., Team, R. C., Mobley, C. D., Fenkçi IV, Maternal Fizyoloji. “Çiçek MN, Ed.” Kadın Hastalıkları ve Doğum Bilgisi, Öncü Basımevi, A. (2004): 161-9., … Payerle, G. (1997). Scholar (4). Why We Need the Journal of Interactive Advertising. Retrieved from http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0160738315000444%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0160738315000444%250Ahttp://eprints.lancs.ac.uk/48376/%255Cnhttp://dx.doi.org/10.1002/zamm.19630430112%250Ahttp://www.sciencedirect.com

Fried, & Hisrich. (1994). Scholar (6). Annals of Tourism Research. Retrieved from http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0160738315000444

Hendrawan, Y., & Yeniretnowati, T. A. (2020). Membangun Perspektif Keluarga Bahagia Berdasarkan Prinsip Alkitab. Ginosko: Jurnal Teologi Praktika, 2(1).

Henri. (2018). Pengertian Keluarga Kata keluarga berasal dari bahasa Inggris yaitu familiy. Dalam. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 15–39.

Kependudukan, B., Keluarga, D. A. N., Nasional, B., Bina, D., & Remaja, K. (n.d.). No Title.

Mathis, D., & Mathis, S. (2010). Menuju Pernikahan yang Sehat dan solid. Yogyakarta: Andi Offset2014.

Parrott, L. (2006). Menjaga Kehangatan Kasih Di Dalam Keluarga. Yogyakarta: Andi Offset.

Siswanto, Y. D. & K. (2020). Sabda : Jurnal Teologi Kristen, 1(November), 33–47.

Slayton, M., & Slayton, G. (2016). Be the best mom you can be: panduan praktis untuk membesarkan anak pada generasi yang rusak. Family First Indonesia.

Swindoll, C. R. (2010). Pernikahan: Sebuah Surga Dunia. Jakarta: Methanoia Publishing2010.

Thomas, G. (Ed.). (2020). LIFELONG LOVE (Kasih yang Abadi): Bagaimana Jika Pernikahan Memiliki Arti Lebih Dari Sekadar Hidup Bersama? Jawa Timur: Literatur Perkantas Jatim.

Thomas, G. L. (2014). A Lifelong Love: What If Marriage is about More Than Just Staying Together? Christianaudio. com.

Tong, S. (2011). DALAM KELUARGA.

Wright, H. N. (2005). Sekali Untuk Selamanya. Yogyakarta: Gloria Graffa.

Wright, H. N. (2010). Sekali Untuk Selamanya. Yogyakarta: Gloria Graffa.

Downloads

Published

2022-09-30

How to Cite

Deak, V., Haans, J., Olsin, O., & Siwalete, R. . (2022). Membangun Keluarga Kristen yang Bahagia dan Sehat. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 1(5), 1303–1310. https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i5.1232