Legal Certainty in the Implementation of Agricultural Land Pawning in Indigenous Peoples as Collateral for Debts
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i8.2054Keywords:
Legal Certainty, Land Pawn, CollateralAbstract
Discussion regarding the legal certainty of implementing agricultural land mortgages in indigenous peoples as collateral for debts. The type of research used is normative juridical method. The legal certainty of the implementation of pawning agricultural land for receivables in the implementation of pawning agricultural land which is selling pawn fields with an agreement, that if after a certain time is not redeemed, the field will become the property of the pawn holder, does not mean that, after the specified time has passed without redemption, the field automatically becomes the pawn holder's property. Settlement of agricultural land pawn disputes over debts and credit developments in land pawn developments in society where the shift from the principle of helping to develop into the law of supply and demand between the pawn giver and the pawn receiver
Downloads
References
Achmad Ali, Menguak Teori Hukum Dan Teori Peradilan, Kencana, Jakarta 2009.
B. Ter Haar Bzn, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya Paramita, Jakarta, 1981.
Efendi Perangin, Praktek Penggunaan Tanah Sebagai Jaminan Kredit, Rajawali Pers, Jakarta, 1991.
Elsi Kartika Sari, Hukum Dalam Ekonomi, Cikal Sakti, Jakarta, 2007.
G.Kartasapoetra et.all., Hukum Tanah Jaminan UUPA Bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah, PT. Bina Aksara, Jakarta, 1985.
H.P Panggabean, Buku Ajar Klinis Hukum Dalam Sistem Hukum dan Peradilan,PT. Alumni, Bandung, 2011.
Hamzah, Jual Gadai atas Tanah Menurut Hukum Adat Kaitannya dengan PERPU Nomor 56 Tahun 1960, Media Hukum, Nomor 1 Tahun VIII/1997, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Herman Slaats dan Karen Portier, Traditional Decisioin-Making and Law. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1992.
Karim Muljadi Gunawan Widjaja, Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Kurnia Warman, Hukum Agraria Dalam Masyarakat Majemuk, Huma, Jakarta, 2010.
Maria S.W. Sumardjono, Martin Samosir, Hukum Pertanahan Dalam Berbagai Aspek, Medan, Bina Media, 2000.
Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta, 2008, hlm.158
Rachmadi Usman, Mediasi di Pengadilan dalam Teori dan Praktik,Sinar Grafika, Jakarta, 2012.
Retnowulan Sutantio dan Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata Dalam Teori dan Praktek, Cet. Ke-9, Mandar Maju, Bandung, 2002.
Rosnidar Sembiring, Disertasi : Pandangan Kritis Tentang Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Adat Dalam Sistem Hukum Pertanahan Nasional (Studi di Kabupaten Simalungun), Universitas Sumatera Utara, Medan, 2013, hlm. 278-280.
Satjipto Raharjo, Masalah Penegakan Hukum, 1997.
Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Jogyakarta, 1993.
Suparjo Sujadi, Analisis dan Prediksi Permasalahan Pertanahan di Masa Mendatang-Hukum dan Pembangunan 4, Pustaka Obor, Jakarta, 2004.
Supriadi, Hukum Agraria, Sinar Grafika, Jakarta, 2007.
Tarigan, Sarjani, Sekilas Sejarah Pemerintahan Tanah Karo Simalem. Si BNB – BABKI, Medan, 2014.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1989, hlm. 801
Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang No.4 Tahun 1996,Tentang Hak Tanggungan.
Pasal 4 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Panduan Bantuan Hukum Di Indonesia: Pedoman Anda Memahami Dan Menyelesaikan Masalah Hukum, Sentralisme Production, Jakarta, 2006, hlm 16.
Badan Pertanahan Nasional, Himpunan Karya Tulis Pendaftaran Tanah, Tanpa Penerbit, Jakarta, 1999.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 David Hamonangan, Anriz N. Halim, Yuherman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




























