Analisis Curah Hujan Sebagai Unsur Agroklimatologi Terhadap Produksi dan Penentuan Musim Tanam Cabai Merah (Capsicum Annum L.) di Kabupaten Tapanuli Selatan
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i1.420Keywords:
Curah Hujan, Iklim, produksi cabai merahAbstract
Hujan merupakan factor yang sangat berberan terhadap ketersediaan air bagi tanam. Petani masih menggunakan cara tradisional dalam menentukan jadwal tanam. Penetapan tersebut dinilai kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curah hujan terhadap produksi Cabai Merah di Kabupaten Tapanuli Selatan berdasarkan data curah hujan, dan mengetahui hubungan curah hujan dengan kesesuain tanaman ubi jalar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan kajian literatur. Jenis Penelitian merupakan metode survey dengan pendekatan korelasi dan deskriptif untuk melihat hubungan curah hujan terhadap Cabai Merah yang digunakan dengan korelasi . Dari peneitian ini diperoleh hasil analisis korelasi dan regresi atas variabel curah hujan terhadap variabel produktivitas Cabai Merah selama 10 tahun terakhir yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan menggambarkan pengaruh positif bersifat lemah.
Downloads
References
Ashari. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Angka 2018.
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2017.
http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/Modul%20PTT/Cabai/Budidaya%20Tanaman%20Cabai.pdf
Boer, R. Notodipuro, K.A. and Las, I., 1999, Prediction Of Daily Rainfall Characteristic From Monthly Climate Indicate, Paper pesented at the second international conference on science and technology for the Assesment of Global Climate Change and Its impact on Indonesian Maritime Continent, 29 November-1 December 1999.
Boer M. 1996. Pendugaan koefisien pertumbuhan (L∞, K, t0) berdasarkan data frekuensi panjang. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 4(1): 75-84.
Giarno, Dupe, Z.L., & Mustofa,M.A., 2012. Kajian Awal Musim Hujan dan Musim Kemarau di Indonesia. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 13(1), pp.1-8.
Harpenas, Asep & R. Dermawan. 2010. Budidaya Cabai Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta
Handoko. 1993. Klimatologi Dasar. Jurusan Geofisika dan Meterologi. IPB. Bogor.
Hilal Imtiyaz,dkk,2017,Sistem Pendukung Keputusan Budidaya Tanaman Cabai Berdasarkan Prediksi Curah Hujan. Jurnal Pengembangan Teknologi informasi dan Ilmi Komputer Vol.1,No.9,Juni 2017,hal.733.
Kartasapoetra, A.G. 2004. Klimatologi: Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Lakitan, B. 2002. Dasar-Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Maulidah,dkk, Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usaha Tani
Cabai Rawit, Jurnal Vol. 8 No. 2 Februari 2012.
Nawangsih, A. 2003. Cabai Hot Beauty (Edisi Revisi). Penebar Swadaya. Jakarta.
Oldeman L.R. dan M. Frere, (1982). A Study of the Agroclimatology of the Humid Tropics of South-east Asia. WMO Interagency Project on Agroclimatology.
Prawoto, A.R., R. Erwiyono dan A.W. Susilo. 2009. Cocoa Agroforesty with Tectona grandis and Paraserianthes falcataria. Dalam Study of nutrition cycle, soil microbes, young coca production, and land productivity 16th International Cocoa Research Conference, Denpasar 16-21 November 2009.
Prabaningrum, L., T. K. Moekasan, W. Setiawati, M. Prathama, A. Rahayu. 2016. Modul Pendampingan Pengembangan Kawasan Pengelolaan Tanaman
Terpadu Cabai. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.
Rompas, J.P,. 2001. Efek Isolasi Ber
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Syawaluddin, S.P, Imelda Sari Imelda, Hery Solat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




























