Analisis Model Pelayanan Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul: Suatu Teladan bagi Gereja Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i3.725Keywords:
Model, Jemaat Mula-Mula, Kisah Para Rasul, Teladan, GerejaAbstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis model pelayanan jemaat mula-mula berdasarkan Kisah Para Rasul sebagai suatu teladan bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan pengumpulan data melalui sumber Alkitab, buku, wawancara, maupun jurnal yang membahas topik yang sesuai kebutuhan. Terdapat suatu perbedaan yang mencolok dalam model pelayanan yang dilaksanakan oleh Gereja sebagai tubuh Kristus pada masa kini dan model pelayanan Gereja Perdana di mana terdapat keharmonisan dalam persekutuan, dan Tuhan menganugerahkan setiap hari penuaian jiwa-jiwa baru melalui pelayanan yang mereka laksanakan. Topik pembahasan ini sangat diperlukan oleh karena, pada saat ini terdapat banyak gereja yang tidak menunjukkan kualitas gereja yang sehat, sehingga berujung pada perpecahan di dalam jemaat itu sendiri. Hasilnya, jemaat mula-melayani dengan model kesehatian maupun kesatuan yang menumbuhkan Kerajaan Allah sebagai teladan bagi gereja masa kini, yaitu gereja yang sehat dan proaktif dalam menyaksikan Kristus. Maka kesimpulannya, Gereja sebagai lembaga rohani dan milik kepunyaan Allah pada hakikatnya harus sehat dengan menunjukkan ciri kesehatian dan kesatuan dalam kebersamaan jemaat, sehingga dengan demikian nama Tuhan dimuliakan. Kesehatian dan kesatuan berjalan bersama dan tidak mungkin dipisahkan, sebab tanpa salah satu dari kedua-duanya, kasih Kristus ditiadakan dan di mana tidak terdapat kasih, tidak juga terdapat keadaan gereja yang sehat. Sebab gereja yang sehat mengasihi dikarenakan di dalamnya jemaatnya sudah dipenuhi dengan kasih Kristus yang murni dan sempurna.
Downloads
References
Alex Stefanus Ginting. (2021). Gereja sehat: Tinjauan Biblika Tentang Konsep Gereja Sehat Berdasarkan Surat 1 Korintus 3. Prosiding Seminar Nasional STT Sumatera Utara, 1(1), 30–42.
Ambarita, D. (2018). Perspektif Misi Dalam Perjanjian Lama & Perjanjian Baru. Pelita Kebenaran Press.
Chamblin, J. K. (2011). Paulus Dan ajaranNya. Momentum.
Djone Georges Nicolas, Soneta Sang Surya Siahaan, T. A. (2022). Krisis Kasih Dalam Gereja Sebagai Refleksi Bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini. Jurnal Syntax Transformation, 3(4), 562–569.
Djone Georges Nicolas, T. M. (2021). Krisis Keteladanan Kepemimpinan Gereja: Fondasi Gembala Sebagai Pemimpin Gereja Berdasarkan 1 Petrus 5:2-4. Syntax Idea, 3(2), 283–290.
Eldista Limbongbua. (2022). Kajian Teologis Kisah Para Rasul 4:32-37, Kaitannya Dengan Perilaku Hidup Jemaat Masa Kini. Jurnal TEO PB, 1.
H., A. (2020). Metode Penelitian dan Perkembangan. Journal of Undergraduate, Social Science and Technology. 3–9.
Jevri Terok. (2017). Mengatasi KetidakSelarasan Dalam Jemaat, Logon Zoes: Jurnal Teologi. Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial Dan Budaya, 1(1), 18–31.
Mark Dever. (2013). 9 Tanda Gereja Yang Sehat (2nd ed.). Momentum.
Moleong Lexy J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Rajagukguk, J. (2018). Pemimpin Dan Gereja Bertumbuh. Diegesis : Jurnal Teologi.
Setiawan, David Eko, D. Y. (2019). Signifikansi Salib Bagi Kehidupan Manusia Dalam Teologi Paulus. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(2), 27–46.
Whitney, D. S. (2018). Spiritual Check-up. Yayasan Gloria.
Widi Artanto. (2008). Menjadi Gereja Yang Misioner Dalam Konteks Indonesia. Taman Pustaka Kristen.
Yulia Darlin; Ragil Kristiawan; Rudy Chandra Saputra. (2020). Nilai-nilai Kehidupan Kristiani Menurut Kisah Para Rasul 4:32-37. JTS: Journal of Theological Students, 10(1), 24–32.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Djone Georges Nicolas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























