Analisis Model Pengajaran Tuhan Yesus Berdasarkan Matius 5:13-16: Teladan Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjmr.v1i3.731Keywords:
Model Pengajaran, Tuhan Yesus, Matius 5:13-16, Teladan, Guru Pendidikan Agama KristenAbstract
Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis model pengajaran Tuhan Yesus berdasarkan Matius 5:13-16 sebagai teladan bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Model pengajaran Tuhan Yesus seharusnya menjadi teladan bagi setiap guru Pendidikan Agama Kristen. Namun, kadangkala masih ditemukan beberapa guru Pendidikan Agama Kristen yang tidak menjadi teladan bagi peserta didik seperti Kristus telah menjadi teladan bagi murid-murid-Nya. Dalam penulisan ini pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui Alkitab dan buku literatur lainnya seperti jurnal-jurnal, dan juga melalui dokumen-dokumen yang memiliki hubungan dengan topik pembahasan. Hasilnya, guru pendidikan agama Kristen harus meneladani Kristus sebagai guru Agung. Kedua, seorang guru Pendidikan agama Kristen harus menjadi saluran berkat bagi peserta didik karena untuk itulah ia dipanggil Tuhan. Kesimpulannya, seorang guru Pendidikan agama Kristen harus meneladani Kristus sebagai Guru Agung. Dengan demikian guru Pendidikan agama Kristen dituntut menunjukkan keteladanan serta menjadi berkat bagi peserta didik.
Downloads
References
Arozatulo, T. (2020). Implementasi Konsep Pengajaran Tuhan Yesus Kristus Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
JURNAL TEOLOGI RAHMAT, 6(1), 27–39. B.S., S. (2011). Mengajar Secara Profesional.
Budiyana, H. (2021). Model Pengajaran Yesus Berdasarkan Alkitab. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 28–38.
Djone Georges Nicolas. (2021). Diskursus Problem dan Solusi Dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen di Indonesia. Syntax Transformation, 2(1), 41–53.
H., A. (2020). Metode Penelitian dan Perkembangan. Journal of Undergraduate, Social Science and Technology, 3–9.
Joyce, T. (2012). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrukvistik.
Kurniawan. (2015). Mendidik Untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar: Studi Analisis Tugas Guru Dalam Mendidik Siswa Berkarakter Pribadi Yang Baik. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 4(2), 121–126.
Nicolas, D. G., & Manaroinsong, T. (2021). Krisis Keteladanan Kepemimpinan Gereja: Fondasi Gembala Sebagai Pemimpin Gereja Berdasarkan 1 Petrus 5:2-4. Syntax Idea, 3(2), 283–290. https://doi.org/10.36418/syntax idea.v3i2.1038
Pantandean, Y. E. (2018). Pengajaran Tuhan Yesus Mengenai Berbahagia Dalam Matius 5:3-12. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 2(2), 115–134.
Prajnamitra, T., & Lestari Uriptiningsih, A. (2021). Penerapan PAIKEM GEMBROT BERDASI Sebagai Alternatif Model Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar. DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 163–175.
Purwoto Paulus, D. (2020). Landasan Teologis Pendidikan Kristen Dalam Perjanjian Baru dan Relevansinya Bagi Pendidikan Kristen Masa Kini. DIDAKTOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 34–48.
Sayiful, S. (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran.
Telaumbanua Arozatulo. (2020). Implementasi Pendidikan Agama Kristen di Era Teknologi. SANCTUM: Jurnal Teologi, 19(2), 49–64.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Martinus Laia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























