Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjst.v1i5.1219Keywords:
Anemia, Ibu Hamil, Berat Badan Lahir RendahAbstract
Angka kesakitan dan kematian pada neonatus di negara berkembang tergolong tinggi, penyebab utamanya adalah BBLR. Provinsi Kalimantan Timur sendiri untuk proporsi kejadian BBLR tergolong lebih tinggi yaitu 7%. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR diantaranya adalah anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan studi desain case control. Terdapat total 106 responden dalam penelitian ini yang kemudian dibagi menjadi 53 responden kasus dan 53 responden kontrol. Data yang didapatkan merupakan data rekam medis ibu pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.. Hasil menunjukkan korelasi positif (p=0,000; OR=0,876) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Ibu hamil dengan anemia beresiko 8 kali melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan dengan ibu hamil tidak anemia.
Downloads
References
Arisman, (2014). Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Aryanti wardiah,dkk. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013. BandarLampung: PSIK Universitas Malahayati.
Atikah P. (2017). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Yogyakarta : Nuha Medika
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Statistik, B. P., Kesehatan, K., & USAID. (2018). Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta.
Depkes RI. 2009. Anemia dan Penanggulangannya. Depkes RI. Jakarta.
DPR RI. (2017). Indikator kesehatan SDGs di Indonesia. Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat RI.
Ekmawanti. (2017). Hubungan Anemia Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir (BBLR) Di Puskesmas Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2015 Hingga 2016. Kendari : Poltekkes Kendari.
Fatmah. (2012). Gizi Kesehatan Masyarakat Dalam Departemen Gizi (ed). Jakarta: Departemen Gizi FKM UI
Gibney, M.J., (2012). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGG.
Indrasari, Nelly. (2012). Faktor Risiko pada Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bandar Lampung: Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang (Jurnal)
Jumiarni, Mulyani, S., Nurina, S. (2012) Asuhan Keperawatan Perinatal. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lubis, Fadhyl Zuhry. (2011). Hubungan Anemia Dalam Kehamilan Dengan Angka Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rumah Sakit Moh. Hoesin Palembang Tahun 2011. Palembang : Universitas Muhammadiyah Palembang. (Skripsi)
Mutia, Desy. (2018). Hubungan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Sundari Medan Tahun 2018. Medan : Institut Kesehatan Helvetia.(Skripsi)
Maharani Ajeng Pratiwi.(2018). Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Banjarnegara. Yogyakarta : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. (Skripsi)
Manuaba, Ida Bagus Gde.(2015). Pengantar Kuliah Obtetri. EGC : Jakarta.
Normayanti. (2019). Kejadian BBLR Di RS PKU Muhammadiyah. Yogyakarta : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. (Jurnal)
Najdah dan Yudianti. (2020). Status Gizi Dan Anemia Pada Ibu Hamil Tidak Berhubungan Nutritional Status And Anemia In Pregnant Mother Is Not Related To Weight Born Body.Mamuju : Poltekkes Kemenkes Mamuju. (Jurnal)
Noversiti, Elsy. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang Tahun 2012. Universitas Andalas. (Jurnal)
Nurarif, A. H., Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc. Yogyakarta: Mediction.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan. Kesehatan. Indonesia : Kementerian RI.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan. Pengembangan. Kesehatan. Indonesia : Kementerian RI
Supiati. (2016). Karakteristik Ibu Kaitannya dengan Kejadian BBLR. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional. Vol 1. No. 1
UNICEF. (2013). Improving Child Nutrition: The achievable imperative for global.
World Health Organization. (2013). Childhood Stunting: Context, Causes, Consequences. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Anindyasari Rahadinda, Kurniati Dwi Utami, Sepsina Reski

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























