Analisis Faktor Kecelakaan Kerja pada Pekerja Usaha Bengkel Las
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjst.v1i5.1229Keywords:
Kecelakaan Kerja, Masa Kerja, Pekerja LasAbstract
Kecelakaan kerja merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pekerja baik pada sektor informal maupun sektor formal termasuk pada pekerja las. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kecelakaan kerja dilihat dari umur, tingkat pendidikan, masa kerja, pengetahuan, sikap kerja, penggunaan APD, lingkungan kerja. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel 55 pekerja yang merupakan total populasi. Lokasi penelitian yaitu bengkel las listrik yang berada di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 54,5% pekerja mengalami kecelakaan kerja pada saat pengelasan. Berdasarkan hasil analisis bivariat di dapatkan bahwa semua variabel berhubungan dengan kecelakaan kerja yaitu umur (p value = 0,.020), pendidikan (p value = 0,015), masa kerja (p value = 0,029), pengetahuan (p value = 0,001), sikap kerja (p value = 0,024), penggunaan APD (p value = 0,004) dan lingkungan kerja (p value = 0,046). Pemilik industri bengkel las sebaiknya mengadakan pelatihan tentang upaya pencegahan kecelakaan kerja dan membatasi waktu kerja tidak lebih dari 40 jam dalam 1 minggu, agar mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Downloads
References
Afdahlika, H., Hamid, A., Maliga, I. (2020). Hubungan pengetahuan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) dengan kecelakaan kerja padatukang las di Kecamatan Sumbawa tahun 2020. Jurnal Kesehatan danSains, 4(1), 71-8.
Ahmad, R. (2012). Hubungan pengetahuan dan sikap karyawan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada PT. Harta Samudra Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon Tahun 2012. Jurnal Pelangi Ilmu, 5(2).
Aswar, E., Asfian, P., Fachlevy, A.F. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel mobil Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 1-5.
Azwar, S. (2013). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bahar, A.P.I., Kawatu, P.A.T., Adam, H. (2018). Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunan alat pelindung diri pada pekerja cleaning service di rsup prof. Dr.R.D. Kandou Manado. Jurnal KESMAS, 7(5).
Benu, V., Roga, A.U., Ruliati, L.P. (2022). Relationship between predisposing factors and enability factors with occupational accidentson electric welding workers in Kupang City. Jurnal Pazih_PergiziPangan DPD NTT, 11(1), 51- 63.
Bhumika, T.V., Thakur, M., Jaswal, R., Pundird, P., Rajware, E. (2014). Occupational injuries and personal protective equpiments adopted by welding workers: a cross sectional study in South India. Journal of GJMEDPH, 3(5).
Cecep D. S. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Husaini., Setyaningrum, R., Saputra, M. (2017). Faktor penyebab penyakitakibat kerja pada pekerja las. Jurnal MKMI, 13(1), 73-79.
Husein, M. (2022). Hubungan faktor pekerja dan intensitas cahaya las dengan kelelahan mata pada pekerja. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 339-43.
Norianggono, Y.C.P., Hamid, D., Ruhana, I. (2014). Pengaruh lingkungan fisik dan non fisik terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkomsel AreaIII Jawa- Bali Nusra di Surabaya. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2), 2-3.
Putra, R.A., Kurniawati, E., Parman, H. (2022). Factors associated with eye complaints for welding workshop workers in Jelutung District, Jambi City in 2021. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 5(1), 529- 36.
Rorinpandey, M., Kawatu, P., Wongkatr, D. (2014). Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan Penggunaan alat pelindungdiri pada pekerja pengelasan di bengkel LasKota manado. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
Setiawan, D. (2016). Hubungan antara umur dan intensitas cahaya las dengan kelelahan mata pada juru las PT. X di Kabupaten Gresik. TheIndonesian Journal of Occupational Safety and Health, 5(2), 142–52.
Setiarsih, Y., Setyaningsih, Y., Widjasena, B. (2017). Hubungan karakteristik pekerja, promosi k3, dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dengan perilaku tidak aman pada pekerja mechanical maintenance. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 424-33.
Silaban, G. 2014. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Medan: Perc. CV. Prima Jaya.
Sulhinayatillah. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada karyawan bagian produksi di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk, Palangisang Crumb Rubber Factory,Bulukumba Sulawesi Selatan 2017. Skripsi. UIN Alauddin Makassar.
Suma’mur, P.K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.Jakarta : Sagung Seto.
Suparmi, Khairat, F.,Krisdiyanta. (2018). Faktor yang berisiko terhadap terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kecamatan Jelutung. Jurnal Bahan Kesehatan Masyarakat, 2(1), 21-6.
Wicaksono, D.T., Suwandi, T. (2014). Penyebab terjadinya substandard practice berdasarkan teori loss causation model pada pengelas di PTBangun Sarana Baja. The Indonesian Journal of Occupational Safety, Health and Environment, 1(1), 1-14.
Zurriyah, J., Thamrin, Y., Ikhtiar, M. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada bengkel las di bengkel las di Kota Makassar 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(1), 48-52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Risnawati Tanjung, Deli Syaputri, Mustar Rusli, Jernita Sinaga, Samuel Marganda Manalu, TH. Teddy Bambang, Alya Zaniroh Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






























