Processing Village Superior Commodities Into Competitive Multisrata Products in West Halmahera District

Authors

  • Yumima Sinyo Master of Biology Education Study Program, Khairun University
  • Abdurasyid Tolangara Master of Biology Education Study Program, Khairun University
  • Sundari Sundari Master of Biology Education Study Program, Khairun University

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjst.v4i1.13000

Keywords:

Leading Commodities, Multistrata Products, West Halmahera

Abstract

This research analyzes superior commodities and their derivative products (multistrata products) in West Halmahera Regency, North Maluku Province. The study was conducted in Golo village, Sahu sub-district from March to August 2024, using both quantitative and qualitative methods. Data collection involved primary sources through field surveys and secondary sources from government agencies. Location Quotient (LQ) analysis revealed banana (1.562), coconut (1.544), nutmeg (1.243), and corn (1.240) as base sector commodities, while durian (0.116) was identified as a non-base sector commodity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldy,S, Suryadarma, P. (2019). Peningkatan Nilai Tambah Durian Afkir melalui Produksi Dodol Durian di Kuala Selangor Malaysia. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, Vol 1 No.1: 92–98

Al Zuhri, MA, Setyohadi, Ridwansyah. (2015). Karakteristik Kimia Dan Fungsional Tepung Biji Durian (Durio zibethinus Murr) Termodifikasi. J.Rekayasa Pangan dan Pert., Vol.3 No.2: 217-222

Arisadi, E. D., & Umilia, E. (2016). Arahan Pengembangan Kawasan Sumbing Kabupaten Magelang sebagai Agropolitan. JURNAL TEKNIK ITS, 5(1), 12–17.

Astanu DA, Ismono HR, Rosanti N. (2013). “Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Intensif Tanaman Pala di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus”. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis. Vol.03. No. 01.

Azzam, A. (2016). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Pisang. Ekonomi Pembangunan. Juga tersedia dari: http://eprints.umm.ac.id

Basri, Hariadi. (2007). Grand Strategi. Dewan Kelapa Indonesia. Edisi Oktober 2011.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Barat (2023).Halmahera Barat dalam Angka. Halmahera Barat (ID): BPS Kabupaten Halmahera Barat.

Baladina, N., Anindita, R., Isaskar, R., & Sukardi. (2013). Identifikasi Potensi Komoditi Pertanian Unggulan dalam Penerapan Konsep Agropolitan di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. AGRISE, XIII(1), 30–41.

Bulan TPL. (2017). “Pengaruh Diversifikasi Produk dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen pada Juragan Jasmine Langsa”. Jurnal Manajemen dan Keuangan. Vol. 06.No.01.

Dwijatenaya, I. B. M. A., Raden, I., Erwinsyah, Suprapto, H., Damayanti, A., & Efendi, A. (2019). Analisis Rantai Nilai Kebutuhan Komoditi Jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tenggarong: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kutai Kartanegara.

Emilia, I., Putri, Y. P., Novianti, D., & Niarti, M. (2021). Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Cara Fermentasi di Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang Muara Enim. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 18(1), 88. https://doi.org/10.31851/sainmatika.v17i3.5679

Firdaus, AI, dan Meutia. (2019). Upaya Meningkatkan Kinerja Pemasaran Pada UMK Durian Di Daerah Banten. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Tirtayasa. (JRBMT), Vol. 3, No. 2: 120-133

Herman, T.F. (2009). Pengaruh Tingkat Pencampuran Terung Pyrus (Cyphomandra betacea Sendt) dan Rumput Laut Dalam Pembuatan Selai Lembaran. Skripsi. Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Andalas. Padang

Hidayat, R. T., Soegianto, A., & Aini, P. N. (2021). Analisis korelasi, regresi dan evaluasi karakter morfologi 24 aksesi kapas (Gossypium sp.). Agrin, 24(1), 81–93. https://doi.org/10.20884/1.AGRIN.2020.24.1.513

Kuncoro M. 2012. Ekonomika Pembangunan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hidayat, Y., I.H. Hendaru., M. Ramdhani., H. Syahbudin. (2010). Investigasi Keragaan Fisik dan Morfologi Pisang Mulu Bebe Maluku Utara. BPTP 54 Maluku Utara. [Diakses darihttp://malut.litbang.pertanian.go.id tanggal 27 September 2018]

Lay A, Pasang PM. (2012). Strategi dan Implementasi Pengembangan produk kelapa masa depan. J. Perspektif. 11 (1): 01-22.

Martadona, I., Purnamadewi, Y. L., & Najib, M. (2014). Strategi Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Tanaman Pangan. Tataloka, 16(4), 234–244.

Muis, A. (2018). Pengaruh Metode Pengolahan Dan Umur Panen Kelapa Terhadap Kualitas Dan Kandungan Senyawa Fenolik Virgin Coconut Oil (VCO). Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 8(2), 97. https://doi.org/10.33749/jpti.v8i2.2383

Muttaqin, M. Z. (2021). Analisis keterlibatan Lembaga swadaya masyarakat dalam program hutan kemasyarakatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. POLITICOS: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 1(1), 1-13. https://doi.org/10.22225/politicos.1.1.2787.1-13

Muttaqin, M. Z., Ardiyanto, A., & Wahyudi, E. (2017). Optimalisasi Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah. POLITICO, 17(2). https://doi.org/10.29408/geodika.v2i1.867

Pantouw, C. E., Poluan, R. J., & Rogi, O. H. A. (2018). Analisis Pengembangan Kawasan Agropolitan Rurukan di Tomohon. Jurnal Spasial, 5(3), 406–416.

Purnomosidhi, P., Suparman., J. M. Roshetko dan Mulawarman. 2007. Perbanyakan dan Budidaya Tanaman Buah-buahan Durian, Mangga, Jeruk, Melinjo dan Sawo, edisi kedua. World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Winrock International. Bogor. 51 hal.

Sasongko PE (2010). Studi Kesesuaian Lahan Potensial untuk Tanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Blitar. J. Pertanian MAPETA Vol. 12 (2): 72-144

Sayuti, R. H., Taqiuddin, M., Hidayati, S. A., & Muttaqin, M. Z. (2022, December). A sociological perspective on food security and food insecurity in West Nusa Tenggara Province, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1107, No. 1, p. 012102). IOP Publishing. DOI 10.1088/1755-1315/1107/1/012102

Sopacua, R.I. (2020) Penentuan prioritas jenis agroindustri kelapa di Kabupaten Halmahera Barat. Forum Agribisnis (Agribusiness Forum) ISSN 2252-5491, E-ISSN 2656-4599. Vol. 10 No. 1, Maret (2020); halaman 68-78 DOI: https://doi.org/10.29244/fagb.10.1.68-78.

Suharto JC. 2018. Potentials for increasing farmers' income and enhancing competitiveness of the coconut industry through alternative uses [Internet]. [diunduh: 18 Agustus (2018). Tersedia pada: https://www.bioversityinternational.org/fileadmin/bioversity/publications/Web_version/198/ch03.html.

Suharman, S., Nugroho, M., Muq’Asha, M. W., & Murti, H. W., (2018), Inovasi, Teknologi dan Peningkatan Daya aing Industri, Prosiding Seminar Nasional Peran Sektor Industri Dalam Percepatan Dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 1(1), 137–148.

Sumantri B, Fariyanti A, Winandi R. (2013). “Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Usaha Wirausaha Wanita : Suatu Studi pada Industri Pangan Rumahan di Bogor”. Jurnal Manajemen Teknologi. Vol. 12. No. 03.

Suradi, K., Gumilar, J., & Pratama, A. (2017). Penyuluhan Pembuatan Virgin Coconut Oil (Vco) Dan Pemanfaatan Sisa Olahannya Sebagai Bahan Substitusi Produk Olahan Hasil Ternak. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(6), 352–355.

Tutiliana. (2018). “Pemanfaatan Pala (Myristica Fragrans) di Desa Pante Lhong Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen”. Jurnal Majalah Ilmiah Universitas Almuslim. Vol. 10. No. 1.Sumpeno, W. (2011). Perencanaan Desa Terpadu (Edisi Kedu). Read.

Waluyo N dan R. Sinaga., (2015). Bawang Merah Yang Dirilis Oleh Balai Penelitian Sayuran. Iptek Tanaman Sayuran No. 004, Januari 2015. Diakses pada tanggal 21 Januari 2015.

Undang-Undang No. 6 Tahun (2014) Tentang Desa.

Undang-Undang Nomor 29 Tahun (2009) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

Undang-Undang Nomor 23 tahun (2014) tentang Pemerintah Daerah.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun (2004) tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 43 tahun (2008) tentang Wilayah Negara.

Downloads

Published

2025-01-07

How to Cite

Sinyo, Y., Tolangara, A. ., & Sundari, S. (2025). Processing Village Superior Commodities Into Competitive Multisrata Products in West Halmahera District. Formosa Journal of Science and Technology, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.55927/fjst.v4i1.13000