Evaluasi Sensori dan Kandungan Gizi Kudapan Jelai Crispy berbasis Tepung Jelai (Coix lacryma-jobi L) dan Tepung Kacang Tanah (Arachis hypogaea L)

Authors

  • Siti Nurul Aini Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur
  • Rieska Indah Mulyani Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur
  • Rinten Anjang Sari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur
  • Netty Maria Naibaho Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjst.v1i6.1615

Keywords:

KEK, Kudapan, Tepung Kacang Tanah, Tepung Jelai

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Kelompok yang rentan memiliki risiko paling tinggi mengalami KEK salah satunya adalah remaja putri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi sensori dan kandungan gizi kudapan jelai crispy. Jenis dan desain yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga pengulangan. Tiga perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A menggunakan 60% tepung jelai dan 40% tepung kacang tanah, perlakuan B menggunakan 70% tepung jelai dan 30% tepung kacang tanah, Perlakuan C menggunakan 80% tepung jelai dan 20% tepung kacang tanah. Perlakuan terbaik dari nilai rata-rata tertinggi yaitu perlakuan B. Terdapat perbedaan yang nyata pada aroma dan tekstur hedonik, serta aroma dan rasa mutu hedonik. Hasil analisis kandungan gizi perlakuan B dalam 1 sajian perkemasan yaitu 120 gram kudapan didapatkan kandungan energi 203,86 kkal, protein 6,22 gram, lemak 7,98 gram, karbohidrat 26,78 gram, kadar air yaitu 1,98% dan kadar abu 2,10%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdjul, Sitti Nurwita L. (2017). “Perbandingan tepung kacang tanah (Arachis hypogaea L) dengan tepung ubi jalar merah (Ipomoea batatas L) dan suhu pematangan terhadap karakteristik biskuit gluten free. Tugas Akhir. Bandung: Universitas Pasundan.

Aini, Syifa N. (2016). “Pengaruh substitusi tepung hanjeli (Coix lacryma-jobi L) terhadap sifat organoleptik cookies hanjeli”. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.

Angraini, D. I. (2018). Hubungan faktor keluarga dengan kejadian kurang energi kronis pada wanita usia subur di kecamatan terbanggi besar. JK Unila, 2(2), 146–150. Doi: https://doi.org/10.23960/jkunila22146-150

Autari, R. (2018). Uji kandungan zat gizi dan daya terima snack bar tepung labu kuning kacang merah sebagai salah satu bentuk makanan alternatif bagi anak sekolah dengan gizi lebih. Skripsi. Padang: Poltekkes Kemenkes Padang.

BKKBN Provinsi Jawa Timur. (2014). Genre generasi berencana. Surabaya: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur.

Erna, Silviana. (2019). “Uji organoleptik dan kadar protein terhadap susu nabati berbahan baku kacang tanah (Arachis hypogaea L) dengan penambahan perisa jeruk manis (Citrus sinesis)”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suloi, A. N, et al. (2020). Camilan sehat rendah indeks glikemik sebagai alternatif pencegahan penderita diabetes. Jurnal ABDI Vol.2, 2(1), 59–67. Available at: https://journal.unhas.ac.id/index.php/kpiunhas/article/view/9202

Intan, Riyana N. (2018). “Pemanfaatan tepung kacang tanah sebagai produk variasi janhagel peanut with chocolate cookies (Hagelnut Cookies)”. Proyek Akhir. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan RI (2018) Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia. [Online] Tersedia di :

https://www.kemkes.go.id/article/view/18051600005/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesia.html (Diakses pada tanggal 09 Maret 2022).

Kumar, C.P, et al. (2014). Correlation and path coefficient analysis in groundut (Arachis hypogaea L.) International Journal of Applied Biology and Pharmaceutical Technology, 5(1), 8-11. Diakses: http://eprints.icrisat.ac.in/id/eprint/14529

Kusuma, A., et al. (2017). Selera konsumen dalam pembelian “Almond Crispy” di toko wisata rasa jemursari Surabaya. Berkala Ilmiah Agribisnis AGRIDEVINA, 6(1), 13–26

Latifah, E., et al. (2019). Biskuit garut-tempe tinggi energi protein sebagai alternatif snack untuk anak usia sekolah; analisis kandungan energi protein dan daya terima. Darussalam Nutrition Journal, 3(1), 19. https://doi.org/10.21111/dnj.v3i1.3140

Nur’aeni. (2019). Kajian perbandingan tepung hanjeli (Coix Lacrymajobi-L.) dan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas L.) dengan jenis emulsifier dalam pembuatan cookies gluten free. Skripsi, 8(5), 55.

Maharani, N. A., et al. (2018) Gambaran Asupan Gizi dan Anemia Remaja Putri KEK di SMA Al-Bahrah Jeneponto. [Online] Tersedia di: http://digilib.unhas.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/YjQ4ODEyYjM2MzBjM2M1Yjk2ZTliMzg3MzlkZWU5NDljZDI4N2FmNg==. pdf (Diakses pada tanggal 09 Maret 2022).

Mutyia. (2016). Daya terima produk minuman jelly dan serbuk minuman instan labu siam. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Makassar.

Paramata, Y. dan Sandalayuk, M. (2019) “Kurang energi kronis pada wanita usia subur di Wilayah Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo”, Gorontalo Journal of Public Health, 2(1), pp. 120-125. Doi: https://doi.org/10.32662/gjph.v2i1.390

Prawita, A., et al. (2017). Survei intervensi ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) di Kecamatan Jatinangor Tahun 2015. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(4). Doi: https://doi.org/10.24198/jsk.v2i4.12492

Riskesdas. (2018). Laporan nasional riset kesehatan dasar. Kementerian Kesehatan RI, 1–582.

Rizkyta dan Ainy. (2017). Hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan kematangan emosi remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, Vol. 6, pp 1-13. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jppp4092b87582full.pdf

Safitri, I. A. (2020). Proporsi kacang tanah dan kedelai terhadap sifat kimia dan organoleptik jajan manajareal khas Sumbawa. Skripsi. Jurusan Teknologi Pertanian.

Saraswati, N., et al. (2019). Pengaruh perbandingan tepung hanjeli (Coix Lacryma Jobi-L.) dengan buah salak kering (Salacca Edulis Reinw) terhadap karakteristik snack bar. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 8(1), 57. https://doi.org/10.24843/itepa.2019.v08.i01.p07

Widiyawati, E., et al. (2020). Daya terima dan kandungan gizi millet crispy dengan memanfaatkan tepung millet sebagai alternatif snack sumber serat. Warta Industri Hasil Pertanian, 37(1), 66. Doi: https://doi.org/10.32765/wartaihp.v37i1.5907

Yulianasari, P., et al. (2019) "Pengaruh pendidikan gizi dengan media booklet terhadap perubahan perilaku remaja terkait pencegahan kekurangan energi kronis", Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(4), pp. 420-429. Doi: https://doi.org/10.14710/jkm.v7i4.24787

Zulchi et al. (2017). Keragaman morfologi dan kandungan protein kacang tanah (Arachis hypogaea L). Buletin Plasma Nutfah. 23(2), 91-100. Diakses https://media.neliti.com/media/publications/227847-none-a688a904.pdf (09 Maret 2022)

Downloads

Published

2022-10-31

How to Cite

Aini, S. N., Mulyani, R. I. ., Sari, R. A. ., & Naibaho, N. M. . (2022). Evaluasi Sensori dan Kandungan Gizi Kudapan Jelai Crispy berbasis Tepung Jelai (Coix lacryma-jobi L) dan Tepung Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) . Formosa Journal of Science and Technology, 1(6), 683–696. https://doi.org/10.55927/fjst.v1i6.1615