Analisis Tujuh Jemaat Dalam Kitab Wahyu 2-3
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijcet.v1i1.1019Keywords:
Alkitab, Nubuatan, Tujuh Jemaat, Simbol, WahyuAbstract
Tujuan penelitian ini adalah agar setiap umat Tuhan lebih dalam mempelajari Firman Tuhan walaupun Firman tersebut tampak sulit dipahami, Karena setiap kata-kata firman Tuhan memiliki makna yang mendalam bagi setiap yang setia dan tekun membacanya. Kitab wahyu adalah kitab yang sulit dipahami, karena mengandung lambang atau simbol. Yohanes menuliskan demikian tentunya memiliki tujuan tersendiri yang pasti tidak ada firman Tuhan yang tidak memiliki makna rohani. Kitab Wahyu memiliki pekabaran untuk akhir zaman, jadi setiap umat-Nya yang hidup di akhir zaman sudahlah seharusnya membaca dan mempelajari kitab Wahyu karena rahasia akan diungkapkan melalui lambang atau simbolis tersebut. Jadi Allah menyatakan berbahagialah yang membaca dan mempelajari kata-kata nubuat dalam kitab wahyu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menganalisis data-data dari daftar pustaka serta menyimpulkannya dalam penelitian ini sehingga setiap umat-Nya memahami makna yang terkandung dalam kitab wahyu 2-3 mengenai ketujuh Jemaat.
Downloads
References
George Eldon Ladd. (1999). TEOLOGI PERJANJIAN BARU Jilid 2. Yayasan Kalam Hidup.
Hagelberg, D. (2021). Tafsiran Kitab Wahyu dari Bahasa Yunani. PBMR ANDI (Penerbit Buku dan Majalah Rohani).
Hermawan, H. (2020). Pergamus dan Imperial Cult. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 51–63.
https://doi.org/10.36270/PENGARAH.V2I1.21
Iskandar. (2009). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial: Kuantitatif dan Kualitatif. Gaung Persada Pres.
Milton T. Pardosi, R. M. H. (2021). FROM THE CROSS TO ETERNITY: MISSION OF JESUS IN REVELATION. Desanta Muliavisitama.
Peter H. Davids. (2001). Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Baru. Departemen Literatur SAAT.
Purba, J. L. P., Waruwu, R. H., Manullang, A., & Rimun, R. (2022). Analisis Grammatical-Exegetical Wahyu 3:20 dan Implikasinya Terhadap Relevansi Penggunaan Wahyu 3:20 Dalam Model Penginjilan Kontemporer. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 401–418. https://doi.org/10.38189/JTBH.V4I2.195
Raja, M. (2021). SURAT UMUM 2.
Ratna Saragih. (2017). “Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu. Jurnal Christian Humaniora, 1(1), 17–36.
https://doi.org/10.46965/JCH.V1I1.37
Saputra, R. C. (2018). RELEVANSI SPIRITUALITAS KETUJUH JEMAAT DI KITAB WAHYU PADA JEMAAT KRISTEN DI GBT KAO NGALIYAN SEMARANG. Shift Key : Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 8(1).
http://jurnal.sttkao.ac.id/index.php/shiftkey/article/view/15
Siahaan, R. (2015). Penyingkapan Kitab Wahyu. PBMR ANDI (Penerbit Buku dan Majalah Rohani).
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta.
Zaluchu, S. E. (2021). Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 249–266. https://doi.org/10.38189/JTBH.V3I2.93
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Juita Sinambela, Janes Sinaga, Max Lucky Tinenti, Stepanus Pelawi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

























