Analisis Fenomena Parasosial Penggemar Idol K-Pop melalui Tren Foto dan Video dengan Teknologi Polaroid Gemini AI
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijlia.v1i2.16030Keywords:
AI-Mediated Intimacy, Hubungan Parasosial, Immersive Parasociality, K-Pop, Kecerdasan Buatan, Penggemar DigitalAbstract
Penelitian ini menganalisis fenomena hubungan parasosial penggemar K-Pop di Indonesia melalui penggunaan
teknologi Polaroid Gemini AI dalam produksi foto dan video digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif
fenomenologis, penelitian ini melibatkan tiga partisipan penggemar aktif grup Seventeen yang dipilih melalui
teknik purposive sampling. Setelah mengumpulkan data penelitian melalui wawancara mendalam, observasi
digital, dan perekaman visual, teknik model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis. Melalui
proses AI-mediated intimacy dan immersive parasociality, hasilnya menunjukkan bagaimana teknologi
kecerdasan buatan telah mengubah koneksi parasosial dari konsumsi konten pasif semata menjadi interaksi
visual partisipatif, memperkuat kesan kedekatan. Peningkatan kesejahteraan emosional, motivasi diri, dan
pengembangan komunitas afektif daring merupakan indikator manfaat restoratif yang dialami oleh para
penggemar. Namun, ada juga kerugian yang terkait dengan dinamika ini, seperti ketergantungan psikologis,
persepsi realitas yang menyimpang, dan pembentukan dilema moral dalam perilaku penggemar. Selain
memberikan wawasan yang berguna untuk meningkatkan literasi emosional digital dan menciptakan ekosistem
media yang lebih bermoral di era AI, temuan ini memperluas kerangka teoritis Parasocial Interaction ke bidang
Digital Parasocial Relationship yang dimediasi oleh AI.



