Strategi Adaptasi Lintas Budaya dengan Expatriat dan Karyawan Lokal di Lingkungan Kerja Perusahaan Multinasional

Authors

  • Dinda Friechia Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka
  • Melisa Arisanty Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka

Keywords:

Adaptasi Antar Budaya, Adaptasi Kerja, Komunikasi Lintas Budaya, Komunikasi Organisasi, Perushaaan Multinasional, Perbedaan Budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan dan strategi adaptasi lintas budaya di perusahaan multinasional yang

beroperasi di Indonesia, di mana interaksi antara expatriat dan karyawan lokal sering menimbulkan masalah

seperti perbedaan komunikasi, nilai kerja, dan norma sosial. Dalam konteks budaya kerja Indonesia yang

menekankan kolektivisme dan hierarki, expatriat dari negara lain mungkin menghadapi kesulitan

beradaptasi. Fokus penelitian adalah pada PT. APM Hyundai Transys Indonesia, perusahaan otomotif dengan

campuran pekerja Korea dan Indonesia, untuk menganalisis bagaimana mereka mengelola perbedaan budaya

tersebut.

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan harmoni kerja,

mengurangi konflik, dan meningkatkan produktivitas melalui kolaborasi antara expatriat dan karyawan lokal.

Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, melibatkan wawancara, observasi, dan analisis

dokumen di perusahaan tersebut. Data diperoleh dari pengalaman expatriat dan karyawan lokal yang terlibat

langsung dalam interaksi sehari-hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan meliputi acara sosial seperti perayaan

hari besar nasional di kantor untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada expatriat. Selain itu, proses

rekrutmen memprioritaskan karyawan yang mahir berbahasa Inggris, karena bahasa tersebut menjadi alat

komunikasi utama dengan expatriat, mengurangi risiko kesulitan interaksi. Expatriat Korea dinilai lebih

berhasil dalam membangun kedekatan karena kebiasaan rutin mengundang tim departemen untuk makan

bersama, yang membuat karyawan lokal merasa lebih terhubung. Sebaliknya, expatriat Malaysia yang jarang

terlibat dalam acara sosial sering mengalami konflik dengan karyawan lokal. Tantangan utama adalah

perbedaan bahasa, meskipun bahasa Inggris dapat digunakan sebagai solusi sementara.

Kesimpulan penelitian adalah bahwa pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak dapat

memperbaiki kerja sama lintas budaya, meningkatkan kepuasan kerja, dan meminimalkan masalah. Saran

diberikan kepada departemen sumber daya manusia untuk mengimplementasikan pelatihan budaya wajib

bagi expatriat sebelum bergabung, guna mempersiapkan mereka menghadapi konteks lokal. Dengan

demikian, perusahaan multinasional seperti PT. APM Hyundai Transys Indonesia dapat mencapai

keberhasilan operasional yang lebih baik di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Friechia, D., & Arisanty, M. . (2026). Strategi Adaptasi Lintas Budaya dengan Expatriat dan Karyawan Lokal di Lingkungan Kerja Perusahaan Multinasional. International Journal of Libraries, Information and Archives, 2(1). Retrieved from https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/article/view/16129