Kolaborasi Pustakawan dan Guru Sebagai Strategi Pemgembangan Literasi di Smp Negeri 1 Bunguran Tengah
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijlia.v2i1.16838Keywords:
collaboration, librarians, teachers, literacyschool librariesAbstract
Karya ilmiah ini dibuat untuk menggambarkan bentuk kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam rangka mendukung pengembangan literasi siswa di SMP Negeri 1 Bunguran Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antar warga sekolah, terutama peran aktif guru dan pustakawan dalam menjalankan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Namun, kenyataannya di lapangan, bentuk kolaborasi tersebut belum berjalannoptimal dan cenderung masih bersifat informal. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang dilakukan terhadap guru dan pustakawan, observasi kegiatan literasi di sekolah, serta studi dokumen terhadap kebijakan dan program literasi yang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru dan pustakawan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendukung budaya literasi, implementasinya belum terstruktur dan sistematis. Beberapa hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya komunikasi intensif, keterbatasan waktu, dan belum adanya kebijakan formal dari pihak sekolah yang secara khusus mendukung kolaborasi tersebut. Kesimpulannya, bentuk kerja sama antara pustakawan dan guru belum terlembaga secara resmi. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan kebijakan sekolah yang mendorong pelatihan kolaboratif dan penyusunan program kerja bersama agar upaya pengembangan literasi siswa dapat terlaksana secara berkelanjutan dan efektif.
This scientific work was created to describe the form of collaboration between librarians and teachers in order to support the development of student literacy at SMP Negeri 1 Bunguran Tengah. This research is motivated by the importance of synergy between school residents, especially the active role of teachers and librarians in implementing the School Literacy Movement (GLS) program. However, in reality, this form of collaboration has not been running optimally and tends to be informal. The approach applied in this study is qualitative descriptive, with data collection techniques in the form of interviews conducted with teachers and librarians, observations of literacy activities in schools, and document studies of existing literacy policies and programs. The results of the study indicate that although teachers and librarians have a good understanding of the importance of collaboration in supporting a culture of literacy, its implementation is not yet structured and systematic. Some of the obstacles found include lack of intensive communication, time constraints, and the absence of formal policies from the school that specifically support this collaboration. In conclusion, the form of collaboration between librarians and teachers has not been officially institutionalized. Therefore, school policy bsupport is needed that encourages collaborative training and the preparation of joint work programs so that efforts to develop student literacy can be carried out sustainably and effectively



