https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/issue/feed International Journal of Libraries, Information and Archives 2026-06-27T06:34:42+00:00 Open Journal Systems <p>The International Journal of Libraries, Information and Archives (IJLIA) is an open-access, peer-reviewed journal that focuses on all aspects of Library, Archive and Information Science. IJLA invites submissions of various article types, including full-length research papers, short communications, and review articles. Additionally, letters and commentaries addressed to the editor are also welcomed. For detailed submission guidelines, refer to the Instructions for Authors. The journal is issued quarterly, in January, April, July, and October.</p> https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/article/view/16128 Interpersonal Communication Strategies between Photographers and Clients in the Wedding Photography Process 2026-01-23T03:31:42+00:00 Muhammad Fauzan Harriyanto Pratama harriyantofauzan@gmail.com Hafniati hafzul74@gmail.com <p>Interpersonal communication is an important aspect in providing professional services, including in the</p> <p>wedding photography industry. Photographers are required not only to master the technical aspects of</p> <p>taking pictures, but also to be able to build effective interpersonal relationships with clients so that the</p> <p>photo shoot process runs smoothly and results in high satisfaction. This study aims to answer three</p> <p>research questions: (1) what are the interpersonal communication strategies of photographers towards</p> <p>clients in the wedding photo shoot process, (2) how these strategies influence the level of client</p> <p>satisfaction, and (3) factors that influence the success of interpersonal communication between</p> <p>photographers and clients. This study uses a descriptive-qualitative approach through a literature study</p> <p>from various sources related to interpersonal communication, services, and wedding photography. The</p> <p>results of the study indicate that effective interpersonal communication strategies include openness,</p> <p>empathy, supportive attitudes, positivity, and equality. These strategies have been proven to have a</p> <p>significant influence on the level of client satisfaction because they create emotional comfort, trust, and</p> <p>positive perceptions of service quality. Factors that influence the effectiveness of interpersonal</p> <p>communication include the photographer's personal aspects, the use of digital communication technology,</p> <p>client characteristics, and the photo shoot situation. This study is expected to be a reference for</p> <p>professional wedding photographers in improving the quality of interpersonal communication-based</p> <p>services.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 International Journal of Libraries, Information and Archives https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/article/view/16838 KOLABORASI PUSTAKAWAN DAN GURU SEBAGAI STRATEGI PEMGEMBANGAN LITERASI DI SMP NEGERI 1 BUNGURAN TENGAH 2026-06-27T06:34:42+00:00 Rubiana rubianarand@gmail.com <p>Karya illiah ini dibuat untuk menggambarkan bentuk kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam rangka mendukung pengembangan literasi siswa di SMP Negeri 1 Bunguran Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antar warga sekolah, terutama peran aktif guru dan pustakawan dalam menjalankan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Namun, kenyataannya di lapangan, bentuk kolaborasi tersebut belum berjalannoptimal dan cenderung masih bersifat informal. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang dilakukan terhadap guru dan pustakawan, observasi kegiatan literasi di sekolah, serta studi dokumen terhadap kebijakan dan program literasi yang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru dan pustakawan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendukung budaya literasi, implementasinya belum terstruktur dan sistematis. Beberapa hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya komunikasi intensif, keterbatasan waktu, dan belum adanya kebijakan formal dari pihak sekolah yang secara khusus mendukung kolaborasi tersebut. Kesimpulannya, bentuk kerja sama antara pustakawan dan guru belum terlembaga secara resmi. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan kebijakan sekolah yang mendorong pelatihan kolaboratif dan penyusunan program kerja bersama agar upaya pengembangan literasi siswa dapat terlaksana secara berkelanjutan dan efektif.</p> <p> </p> <p>This scientific work was created to describe the form of collaboration between librarians and teachers in order to support the development of student literacy at SMP Negeri 1 Bunguran Tengah. This research is motivated by the importance of synergy between school residents, especially the active role of teachers and librarians in implementing the School Literacy Movement (GLS) program. However, in reality, this form of collaboration has not been running optimally and tends to be informal. The approach applied in this study is qualitative descriptive, with data collection techniques in the form of interviews conducted with teachers and librarians, observations of literacy activities in schools, and document studies of existing literacy policies and programs. The results of the study indicate that although teachers and librarians have a good understanding of the importance of collaboration in supporting a culture of literacy, its implementation is not yet structured and systematic. Some of the obstacles found include lack of intensive communication, time constraints, and the absence of formal policies from the school that specifically support this collaboration. In conclusion, the form of collaboration between librarians and teachers has not been officially institutionalized. Therefore, school policy bsupport is needed that encourages collaborative training and the preparation of joint work programs so that efforts to develop student literacy can be carried out sustainably and effectively</p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 International Journal of Libraries, Information and Archives https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/article/view/16129 Strategi Adaptasi Lintas Budaya dengan Expatriat dan Karyawan Lokal di Lingkungan Kerja Perusahaan Multinasional 2026-01-23T03:48:05+00:00 Dinda Friechia 048438096@ecampus.ut.ac.id Melisa Arisanty 048438096@ecampus.ut.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji tantangan dan strategi adaptasi lintas budaya di perusahaan multinasional yang</p> <p>beroperasi di Indonesia, di mana interaksi antara expatriat dan karyawan lokal sering menimbulkan masalah</p> <p>seperti perbedaan komunikasi, nilai kerja, dan norma sosial. Dalam konteks budaya kerja Indonesia yang</p> <p>menekankan kolektivisme dan hierarki, expatriat dari negara lain mungkin menghadapi kesulitan</p> <p>beradaptasi. Fokus penelitian adalah pada PT. APM Hyundai Transys Indonesia, perusahaan otomotif dengan</p> <p>campuran pekerja Korea dan Indonesia, untuk menganalisis bagaimana mereka mengelola perbedaan budaya</p> <p>tersebut.</p> <p>Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan harmoni kerja,</p> <p>mengurangi konflik, dan meningkatkan produktivitas melalui kolaborasi antara expatriat dan karyawan lokal.</p> <p>Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, melibatkan wawancara, observasi, dan analisis</p> <p>dokumen di perusahaan tersebut. Data diperoleh dari pengalaman expatriat dan karyawan lokal yang terlibat</p> <p>langsung dalam interaksi sehari-hari.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan meliputi acara sosial seperti perayaan</p> <p>hari besar nasional di kantor untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada expatriat. Selain itu, proses</p> <p>rekrutmen memprioritaskan karyawan yang mahir berbahasa Inggris, karena bahasa tersebut menjadi alat</p> <p>komunikasi utama dengan expatriat, mengurangi risiko kesulitan interaksi. Expatriat Korea dinilai lebih</p> <p>berhasil dalam membangun kedekatan karena kebiasaan rutin mengundang tim departemen untuk makan</p> <p>bersama, yang membuat karyawan lokal merasa lebih terhubung. Sebaliknya, expatriat Malaysia yang jarang</p> <p>terlibat dalam acara sosial sering mengalami konflik dengan karyawan lokal. Tantangan utama adalah</p> <p>perbedaan bahasa, meskipun bahasa Inggris dapat digunakan sebagai solusi sementara.</p> <p>Kesimpulan penelitian adalah bahwa pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak dapat</p> <p>memperbaiki kerja sama lintas budaya, meningkatkan kepuasan kerja, dan meminimalkan masalah. Saran</p> <p>diberikan kepada departemen sumber daya manusia untuk mengimplementasikan pelatihan budaya wajib</p> <p>bagi expatriat sebelum bergabung, guna mempersiapkan mereka menghadapi konteks lokal. Dengan</p> <p>demikian, perusahaan multinasional seperti PT. APM Hyundai Transys Indonesia dapat mencapai</p> <p>keberhasilan operasional yang lebih baik di Indonesia.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 International Journal of Libraries, Information and Archives https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijlia/article/view/16131 Evaluasi Kualitas Komunikasi Petugas Layanan Kesehatan Puskesmas di Kota Serang sebagai Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien 2026-01-23T04:32:23+00:00 Nanda Febriani melisa.arisanty@ecampus.ut.ac.id Melisa Arisanty melisa.arisanty@ecampus.ut.ac.id <p>Pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas memegang peran penting dalam memberikan layanan publik</p> <p>yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan terjangkau. Komunikasi</p> <p>kesehatan menjadi elemen utama yang menentukan keberhasilan interaksi antara petugas dan pasien karena</p> <p>berpengaruh langsung terhadap pemahaman pasien mengenai kondisi kesehatan mereka. Penelitian ini</p> <p>bertujuan untuk menganalisis kualitas strategi komunikasi persuasif yang diterapkan petugas kesehatan di</p> <p>Puskesmas Singandaru Kota Serang, Banten, serta dampaknya terhadap kepuasan pasien. Penelitian</p> <p>menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 12 orang, terdiri dari pasien</p> <p>dan petugas kesehatan berusia 20–35 tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi</p> <p>langsung, kemudian dianalisis untuk memahami bagaimana pesan kesehatan disampaikan, diterima, dan</p> <p>diinterpretasikan oleh pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif diterapkan melalui</p> <p>strategi verbal, nonverbal, dan penyesuaian pesan sesuai karakteristik pasien. Efektivitas komunikasi</p> <p>dipengaruhi oleh kemampuan interpersonal petugas, karakteristik pasien, media komunikasi, dan konteks</p> <p>pelayanan. Dampaknya terlihat pada peningkatan kepuasan, kepercayaan, dan kepatuhan pasien terhadap</p> <p>prosedur kesehatan, serta persepsi positif terhadap kualitas pelayanan publik. Strategi komunikasi yang</p> <p>adaptif dan edukatif juga membangun hubungan interpersonal yang lebih baik, meminimalkan miskomunikasi,</p> <p>dan memperkuat citra Puskesmas di mata pasien. Dengan ini, penerapan strategi komunikasi kesehatan</p> <p>berperan signifikan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di Puskesmas.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 International Journal of Libraries, Information and Archives