Ornamen pada Bagas Godang Mandailing : Kajian Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.55927/jldl.v1i1.993Keywords:
Ornamen Bagas Godang, Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama dan bentuk ornamen yang ada pada bagas godang, fungsi dan maknanya, juga mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori kearifan lokal yang diungkap Sibarani (2012). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pendeskripsian yang dapat penulis simpulkan adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) terdapat 58 bentuk ornamen yang ditemukan, (2) terdapat 58 fungsi dan makna yang terkandung dalam ornamen yang ditemukan, (3) terdapat dua jenis kearfan lokal dalam ornamen bagas godang yaitu: kearifan lokal kedamaian dan kesejahteraan. Dalam kedua jenis kearifan lokal tersebut ada 15 nilai kearfan lokal yang terkandung yakni: kesopansantunan, kejujuran, kesetiakawanan sosial, kerukunan dan penyelesaian konflik, komitmen, pikiran positif, rasa syukur, kerja keras, disiplin, pendidikan, kesehatan, gotong royong, pengelolaan gender, pelestarian dan kreativitas budaya dan peduli lingkungan.
Downloads
References
Hoed, Benny. 2011. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Kusuma, Laksmi. 2010. “Fungsi, Makna dan Simbol”. Jawa Timur: Fakultas Seni dan DesainUniversitas Kristen Petra.
Kollin, Jenyfer. 2017. “Analisis Makna dan Fungsi Semiotik Ritual Tang Yuan dalam Kepercayaan Taoisme pada Masyarakat Tionghoa di Medan”. Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Lubis, Zulkifli. 2012. Kearifan Lokal Masyarakat Mandailing Dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sosial. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.
Nababan, Kristina. 2021. Kearifan Lokal dalam Legenda Air Terjun Janji di Desa Marbun, Kecamtan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Nardiah. 2017. “Nilai-nilai kearifan local pada perayaan Gion Matsuri”. Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Nasution, Pandapotan. 2005. Adat Budaya Mandailing dalam Tantangan Zaman. Medan: Forkala Provinsi Sumatera Utara.
Nasution, Pandapotan. 2021. Mandailing dengan Adatnya. Panyabungan: CV. Pusaka Mandailing.
Nasution, Pandapotan. 1994. Uraian Singkat tentang Adat Mandailing serta Tata Cara Perkawinannya. Jakarta: WIDYA PRESS Jakarta.
Nasution, Pandapotan. 2005. Adat Budaya Mandailing dalam Tantangan Zaman. Medan: FORKALA Provinsi Sumatera Utara.
Sabarguna, Boy. 2008. Analisis Data pada Penelitian Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia
Sibarani, Robet. 2012. Kearifan Lokal Hakikat, Peran,dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta Selatan: Asosiasi Tradisi Lisan.
Simanjuntak, Haryanto. 2019. “Makna Ornamen dalam Aksitektur Studi Kasus Arsitrktur Batak Toba”. Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Simbolon, Gamaniel. 2021. “Kearifan Lokal pada Ritual Penusur Sira Etnik Batak Karo” (Skripsi). Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Sumatera Utara.
Siregar, Tiara Farachdiba, 2021. "Abit Godang Angkola: Kajian semiotik". Medan: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Situmorang, Oloan. 1997. “Mengenali Bangunan Serta Ornamen Rumah Adat Daerah Mandailing Dan Hubungannya Dengan Perlambangan Adat”. Medan: CV. Angkasa Wira Usaha.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Herlina Herlina, Toyba Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




























