Pengembangan Destinasi Agrowisata di Desa Tipang dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Desa Tipang
DOI:
https://doi.org/10.55927/jsih.v1i2.842Keywords:
agrotourism, Tipang Village, Lake Toba.Abstract
This study aims to explain and find strategies and implementations of developing agro-tourism destinations in Tipang Village by utilizing local wisdom as a tourist attraction in Tipang Village. Tipang Village is one of the tourist areas located in Humbang Hasunduta Regency, known by tourists because it has the stunning natural beauty of Lake Toba and also a number of traditional Batak cultural sites. The location of the agro-tourism area of Tipang Village is very potential to be developed because it is close to the panorama of Lake Toba, coupled with the many natural and cultural tourist attractions that lie within it, becoming a special attraction for tourists. This study uses a qualitative approach that seeks to explain phenomena based on field facts. Strategy and implementation of tourism ideas Development of agro-tourism destinations in Tipang Village by utilizing local wisdom as a tourist attraction in Tipang Village so that there is an increase in tourist visits and implementation of increasing tourism potentials that can be developed in Humbang Hasundutan Regency which is one of the potential agrotourism in North Sumatra.
Downloads
References
A.A. Gede Wijaya, 2018. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, Peran Pilar Pengembangan Pariwisata terhadap Kawasan Nuda Penida..
Aliansi Desain Wiyatakarya. 2018. Master Plan Sarana dan Prasarana Kawasan Homestay Desa Tipang dan Simamora.
Anshori, Y. 2010. Tourism Board: Strategi Promosi, Pariwisata Daerah. Surabaya: ITS Press.
Balitbangsos-Depsos RI. 2005. Tinjauan tentang Kearifan Lokal. Edisi Kedua. Jakarta: Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat.
Abourjilie, C.2002a. Handbook I of Character Education. Raleich, Public School of North Carolina.
Abourjilie, C. 2002b. Handbook II of Character Education. Raleich, Public School of North Carolina.
Akroush, M. 2016. Tourism Service Quality and Destination Loyalty.
Huberman. A. M. .Analisis Data Kualitatif. Jakarta, UI Press.
Mediating role of destination image from international tourist’s perspectives. Tourism Review Journal Vo;. 71, No. 1, pp. 18-44 ISSN: 1660-5373.
Balitbangsos-Depsos RI. 2005 Tinjauan tentang Kearifan Lokal dan .Edisi Kedua. Jakarta, Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat.
Ayu Hari. Peng, Kang2016. Innovating rural tourism through the activitism of service Lin dan Pearcl M.C.Lin Science. International Journal of Contemporary Hospitality Management. Vol. 28, No. 6, 2016 pp. 1225-1244.
Bowen, J. R. 1986. On the political construction of tradition: gotong royong in Indonesia. Journal of Asian Studies, 45, No. 3 (May 1986), 545-561.
Bertens, K. 2004. Etika. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Umum.
Bappenas. 2014. Strategi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Pariwisata Di Pulau-Pulau Kecil Sebagai Pusat Pertumbuhan. http://rc.bappenas.go.id/index.php?cID=8595
Berutu, L. 2005. Gotong royong, musyawarah, dan mufakat sebagai faktor penunjang kerekatan berbangsa dan bernegara. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI, Edisi 01, Tahun I, Juni 2005.
Hariyanto, O. I. B. 2017. Membangun karakter sadar wisata masyarakat di destinasi melalui kearifan lokal. Bandung Pariwisata, Vol. IV No. 1.
Hidayatullah, M. F. 2009. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat Dan Cerdas. Surakarta, Yuma Pustaka.
Jupir, M. 2013. Implementasi kebijakan pariwisata berbasis kearifan lokal dan (studi Kabupaten Manggarai Barat).
Journal of Indonesian Tourism and Develovment Studies, Vo. 1. No. 1. Januari 2013. E-ISSN : 2338-1647.
Surya, I. K., Pranadji, T. 2009. Penguatan kelembagaan gotong royong dalam perspektif sosial budaya: suatu revitalisasi adat istiadat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, Volume 27 No.1 Juli 2009, 61-72.
Kartika, A. 2015. pengembangan desa wisata sebagai perwujudan ekowisata berbasis masyarakat (community based ecotourism) di Kota Batu. Malang.
Kartidirjo, S. 1978. Kedudukan dan Peranan Sistem Gotong Royong dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia. Yogyakarta, Lembaga Studi Pedesaan dan Kawasan UGM.
Kartidirjo, S. 1987 “Gotong Royong: Saling Menolong Dalam Pembangunan Masyarakat Indonesia”. Dalam Nat J. Colletta dan Umar Kayam (ed) Kebudayaan dan Pembangunan Sebuah Pendekatan Terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Jakarta, Yayasan Obor.
Kodhyat, H.1997. Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia. Gajah Mada, Gramedia.
Koentjoaraningrat.1987. Pokok-Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Indonesia
Korten, D. C. 1990 Strategies of Development-oriented NGOs: Four Generations. Getting to the 21st Century-Voluntary Action and the Global Agenda.
Kuncoro, M. 2012. Perencanaan Daerah, Bagaimana Membangun Ekonomi Lokal, Kota, dan Kawasan. Jakarta, Salemba.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Open Gerhard Siahaan, Immanuel Silaban

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


























