Taksonomi Hasil Belajar Menurut Benyamin S. Bloom

Authors

  • Ihwan Mahmudi Universitas Darussalam Gontor
  • Muh. Zidni Athoillah Universitas Darussalam Gontor
  • Eko Bowo Wicaksono Universitas Darussalam Gontor
  • Amir Reza Kusuma Universitas Darussalam Gontor

DOI:

https://doi.org/10.55927/mudima.v2i9.1132

Keywords:

Pendidikan, Taksonomi, Klasifikasi, Bloom

Abstract

Dalam pendidikan, taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor.  Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah.Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom dan kawan-kawan pada tahun 1956, sehingga sering pula disebut sebagai "Taksonomi Bloom".  Taksonomi bloom merujuk pada tujuan pembelajaran yang diharapkan agar dengan adanya taksonomi ini para pendidik dapat mengetahui secara jelas dan pasti apakah tujuan instruksional pelajaran bersifat kognitif, afektif atau psikomotor. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi, Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah.

References

Amir Reza Kusuma dan Didin Ahmad Manca. “Pendekatan Kecerdasan Emosional Dalam Pembelajaran Daring Bahasa Arab.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari 1, no. 3 (6 Juli 2022): 115–22. https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i3.653.

Budiman, Agus. “Efisiensi Metode dan Media Pembelajaran dalam Membangun Karakter Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” 8, no. 1 (2013): 24.

Budiman, Agus, dan Fata Hilman. “Efforts Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) In Improving Teacher Professionalism In Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.” Educan : Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 2 (5 Agustus 2018): 1. https://doi.org/10.21111/educan.v2i2.3261.

Davies, Lynn. “One Size Does Not Fit All: Complexity, Religion, Secularism and Education.” Asia Pacific Journal of Education 34, no. 2 (3 April 2014): 184–99. https://doi.org/10.1080/02188791.2013.875647.

Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Fadillah, Nirhamna Hanif, dan Amir Reza Kusuma. “Analisis Qanun (Lembaga Keuangan syariah) Dalam Penerapan Ekonomi Islam Melalui Perbankan Syariah di Aceh,” t.t., 12.

Fadillah, Nirhamna Hanif, Amir Reza Kusuma, dan Mohammad Djaya Aji Bima. “PROBLEM KONSEP KOMUNIKASI BARAT (Upaya Integrasi dan Islamisasi Ilmu Komunikasi)” 05, no. 02 (2021): 18.

Hamzah B. Uno. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Ihsan, Nur Hadi, Amir Reza Kusuma, Djaya Aji Bima Sakti, dan Alif Rahmadi. “WORLDVIEW SEBAGAI LANDASAN SAINS DAN FILSAFAT: PERSPEKTIF BARAT DAN ISLAM,” t.t., 31.

Jarman Arroisi, Amir Reza Kusuma. “Menelaah Problem Terapi Yoga Perspektif Ibnu Taimiyah.” Jurnal Penelitian Medan Agama 12, no. 2 (2022): 90–99.

John Dewey. “John Dewey - Experience And Education.Pdf.” Rockefeller Center, First TouchstoneEdition 1997, 1997.

John W. Santrock. Psikologi Pendidikan, terj. Tri Wibowo. Jakarta: Kencana, 2007.

Kusuma, Amir Reza. “Konsep Jiwa Menurut Ibnu Sina dan Aristoteles.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam 14, no. 1 (2022): 30. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v14i1.492.

Lorin W. Anderson dan dan David R. Krathwohl. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen; Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom, terj. Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Mahmudi, Ihwan, Didin Ahmad Manca, dan Amir Reza Kusuma. “Literature Review: Arabic Language Education in the Digital Age,” t.t., 14.

Muhammad Syifa’urrahman dan Amir Reza Kusuma. “قضية صفات الله عند المعتزلة وأبي الحسن الأشعري وابن تيمية.” Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat 18, no. 1 (10 Agustus 2022): 153–88. https://doi.org/10.24239/rsy.v18i1.876.

Muhammad Yaumi. Prisip-Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Ilmu, 2013.

Muslih, Mohammad, Amir Reza Kusuma, Sofian Hadi, Abdul Rohman, dan Adrian Syahidu. “STATUM AGAMA DALAM SEJARAH SAINS ISLAM DAN SAINS MODERN” 6 (2021): 17.

Muslih, Mohammad, Ryan Arief Rahman, Amir Reza Kusuma, Abdul Rohman, dan Adib Fattah Suntoro. “Mengurai Disrupsi Paham Keislaman Indonesia Dalam Perspektif Tipologi Epistimologi Abid Al- Jabiri” 6, no. 2 (2021): 16.

Rahman, Ryan Arief. “DISKURSUS FENOMENOLOGI AGAMA DALAM STUDI AGAMA-AGAMA,” t.t., 32.

Saifulloh, Ahmad. “Indonesian Pesantren: Creating ‘Good’ Citizens for Indonesia’s Multicultural Society,” t.t., 368.

Syed Muhammad Naquib Al-Attas. The Concept of Education in Islam: A Framework for An Philosophy of Education. Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM), 1980.

Wright, Susannah. “Religion, Secularism and Education.” Dalam Morality and Citizenship in English Schools, oleh Susannah Wright, 17–50. London: Palgrave Macmillan UK, 2017. https://doi.org/10.1057/978-1-137-39944-1_2.

Zahara Idris dan Lisma Jamal. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992.

Zarkasyi, Hamid Fahmy. Misykat (Refleksi Tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam). Jakarta: INSISTS-MIUMI, 2012.

Downloads

Published

2022-09-30

How to Cite

Ihwan Mahmudi, Muh. Zidni Athoillah, Eko Bowo Wicaksono, & Amir Reza Kusuma. (2022). Taksonomi Hasil Belajar Menurut Benyamin S. Bloom. Jurnal Multidisiplin Madani, 2(9), 3507–3514. https://doi.org/10.55927/mudima.v2i9.1132