Studi Analisis Pemamfaatan Hasil Pengupasan Aspal untuk Daur Ulang Campuran HRS-WC
DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v2i10.1410Keywords:
Daur Ulang, Campuran Aspal, HRS-WCAbstract
Limbah perkerasan aspal merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Dalam daur ulang aspal dikenal beberapa teknik daur ulang yaitu daur ulang pelaksanaan di lapangan (In Place) dan ditempat pencampur (In Plant), yakni hasil garukan dibawa kealat pencampur untuk diperbaiki propertiesnya. Pemanfaatan bahan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dapat digunakan kembali dalam campuran beraspal baru karena komponen dari campuran, aspal dan agregat masih memiliki nilai. Pencampuran beraspal hasil kupasan perkerasan lama perlu dilakukan pengujian extraksi kadar aspalnya, guna mengetahui bagaimana hasil pengujia nekstraksi dan gradasi dari perkerasan lama serta pemanfaatan hasil pengupasan aspal setelah didaur ulang berdasarkan Spesifikasi-Umum-2018-Revisi-1. Dari hasil extraksika dar aspal rata-rata untuk campuran aspal HRS-WC (Existing). yaitu 5.19 %. Untuk memenuhi ketentuan spesifikasi kadar aspal efektif Min 5.90 %,. Ketentuan syarat gradasi hasil Extraksi kadar aspal daur ulang yaitu 6.50 %. Sehingga diperlukan penentuan penambahan kadar aspal sebesar 1.31%. Agar campuran aspal HRS-WC (Existing). Dapat memenuhi syaratgra dasi dan spesifikasi
References
Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil). 2002. Metode Spesifikasi Dan Tata Cara Bagian 10. Jakarta: Badan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Kimpraswil .Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil).
Epps J.A., Litlle D.N dan Holmgreen R.J. 1980. guidelines for recycling pavement materials. Transportation Research Board. Washingtong D.C
Emrizal. 2009. Pemamfaatan Material Daur Ulang Aspal Beton Untuk Material Aspal Beton Campuran Dingin Memakai Aspal Emulsi. Tesis Magister. Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
Ir.Nono, M.Eng.Sc.2018. Campuran Beraspal Panas Daur Ulang Dengan Proporsi RAP Tinggi Cetakan Ke-1. Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Badan Penelitian Dan Pengembangan Jalan Dan Jembatan. Bandung.
Novita, P., Subagio, B. S., & Rahman, H. 2011. Kinerja Kelelahan Campuran Beton Aspal. Jurnal Transportasi, 11.
Nikolaides Athanassios. 2015. Highway Engineering: Pavements, Materials And Control Of Quality. New York: CRC Press .
Sukirman, S. 1999. PerkerasanLentur Jalan Raya. Bandung: Penerbit Nova
Saodang, H. 2004. Konstruksi Jalan Raya, Buku 2 Perancangan Perkerasan Jalan Raya. Bandung: Penerbit Nova.
Sukirman, S. 2010. BetonAspalCampuranPanas. Bandung. Penerbit Nova
O'Sullivan, K. A. 2011. Rejuvenation Of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) In Hot Mix Asphalt Recycling With High RAP Content. Worcester: Worcester Polytechnic Institute
Putrawijoyo, R., 2006. Kajian Laboratorium Sifat Marshall Dan Durabilitas Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Dengan Membandingkan Penggunaan Antara Semen Portland Dan Abu Batu Sebagai Filler.Tesis Magister. Semarang. Universitas Diponogoro.
The Asphalt Institute.1991. Asphalt Hot Mix Recycling. MS-20. Agustus. Maryland USA.
Wiyono Eko dan Anni Susilowati. 2015. Pemanfaatan Hasil Pengupasan Aspal Untuk Daur Ulang Campuran Beton Aspal. Politeknologi Vol. 14 No. 1, Jakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Latjemma Sudirman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
































