Uji Mutu Fisik Emulgel Kulit Kayu Manis (Cinnammomun Burmanii) dan Kulit Jeruk Purut (Citrus Hystrix)
DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v2i10.1449Keywords:
Formulasi, Uji Mutu Fisik, Emulgel, Kayu Manis, Jeruk PurutAbstract
Sediaan emulgel adalah emulsi, baik itu tipe minyak dalam air (M/A) maupun air dalam minyak (A/M) yang dibuat menjadi sediaan gel dengan mencampurkann bahan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dari sediaan emulgel minyak atsiri Kulit Kayu Manis Cinnamommum burmanii) dan Kulit Jeruk Purut (Citrus hytrix). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2021 bertempat di Laboratorium Farmasi Poltekkes Kemenkes Jayapura. Pengujian Mutu fisik emulgel yang diuji meliputi Uji organoleptis, Uji pH, Uji homogenitas, Uji daya lekat, Uji daya sebar, dan uji hedonic. Hasil yang diperroleh menunjukkan bahwa persyaratan mutu fisik pada organoleptik, homogenitas, pH dan uji daya lekat. Formula III tidak memenuhi syarat daya sebar. Formula yang paling disukai panelis yaitu formula I dengan kategori sangat baik
References
Afianti, P,H., dan Murrukmihadi, M., (2015), Pengaruh Variasi Kadar Gelling Agent HPMC Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanolik Daun Kemanggi (ocimum basilicum L., forma citratum Back.), Jurnal, Majalah Farmasetika, Volume 11 Nomor 2.
Garg, A., D. Anggarwal, S. Garg, dan A.K. Singla, (2002), Spreading of Semisolid Formulation, Pharmaceutical Technology : USA
Harijanto PN. Malaria. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata, Setiati S, Syam AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed ke-6. Jakarta: Interna Publishing; 2014: 595-610
Lukman, A., Susanti, E., & Oktaviana, R., (2012), Formulasi Gel Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii BI) Sebagai Sediaan Antinyamuk, Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 1(1), 24-29.
Mansjoer, A. (2000). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III jilid II, Jakarta: Media Aesculapius, FKUI.
Marini dan Sitorus, H. (2019). Beberapa Tanaman yang Berpotensi sebagai Repelen di Indonesia. Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja
MEDLINE and DRUG REFERENCE, (2003). Health risk and benefits of insect repellents. Cliggot publishing, Division of Communications. Insect Med 19(6):256- 264. http://www.Medscape.com/viewarticle/438257_2.
Ntonifor, N. N., Ngufor, C. A., Kimbi, H. K. & Oben, B. O., (2006), Traditional Use of Indigenous Mosquito-Repellents To Protect Humans Against Mosquitoes And Other Insect Bites In A Rural Community Of Cameroon, East African Medical Journal, 83 (10), 553-558.
Simon, Patrisia, 2012, Formulasi Dan Uji Penetrasi Mikroemulsi Natrium Diklofenak Dengan Metode Sel Difusi Franz Dan Metode Tape Stripping, Skripsi, Prodi Farmasi FMIPA Universitas Indonesia, Depok
Ulaen, Selfie P.J, dkk. (2012). Pembuatan Salep Anti Jerawat Dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Manado: Poltekkes Kemenkes Manado.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Fitriah Ardiawijianti Iriani, Rosita Irianti Dehi, Alpha C. Damar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
































