Pengaruh Pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking (RMT) Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau dari Tingkat Habit of Mind (HOM)
DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v1i3.51Keywords:
berpikir kreatif matematis habit of mind, kemampuan, pendekatan rigorous mathematical thinkingAbstract
Salah satu tujuan pendidikan matematika adalah menjadikan siswa berpikir kreatif. Hasil dari berpikir kreatif disebut kreatifitas. Namun pada kenyataanya kreatifitas ini kurang diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran. Sehingga kemampuan berpikir kreatif perlu dikembangkan lagi. Pemberian stimulus adalah salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dengan memperhatikan tingkat habit of mind siswa melalui pendekatan Rigorous Mathematical Thinking. Penelitian ini penelitian eksperimen dengan Quasi Eksperimental Design dan menggunakan desain factorial 3 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Daar El Qolam 2020/2021. Sampel yang digunakan 2 kelas, dimana 1 kelas sebagai kelas eksperimen dan 1 kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif matematis, skala sikap habit of mind, observasi dan wawancara. Data yang digunakan untuk menguji perbedaan dua rerata adalah uji-t, anova dua jalur dan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pengaruh implementasi pembelajaran pendekatan rigorous mathematical thinking dan pendekatan konvensional terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, 2) tidak terdapat perbedaan pengaruh tingkat habit of mind terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, 3) tidak terdapat pengaruh interaksi pendekatan pembelajaran dan tingkat habit of mind terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, 4) tidak terdapat korelasi positif antara kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan tingkat habit of mind.
References
Abdurrozak, R., & dkk. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Jurnal Pena Ilmiah Program Studi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia, 1(1), 871-880.
Afiah, I. N., & dkk. (2012). Pengaruh Penerapan Metode Socratic Circles disertai Media Gambar terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, 4(3), 1-15.
Ansari, B. I. (2016). Komunikasi Matematik, Strategi Berfikir dan Manajemen Belajar Konsep dan Aplikasi. Banda Aceh: PeNa.
Budiarto, M. T., Hakim, R. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking Materi Jajargenjang pada Siswa Kelas VII-A Di SMP Negeri 37 Surabaya. https://fdokumen.com/document/pengembangan-
Costa, A. L & Kallick B. 2008. Learning and leading with habits of mind: 16 essential characteristics for success. ASCD: Alexandria.
Fardah, D. K. (2012). Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika Melalui Tugas Open-Ended. Jurnal Kreano Jurusan Matematika FMIPA UNNES, 3(2).
Feuersteim, R. (2000). Mediated Learning Experience, Instrumental Enrichment and the Learning Propensity Assessment Device. Dalam Serena Wieder (penyunting), ICDL Clinical Practice Guidelines: redefining the Standart of Care for Infants, Children, and Families with Special Needs. Jerusalem: The Interdisiplinary Council on Developmental and Learning Disorders, Bethesda.
Hendrayana, A. (2015). Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) terhadap Pemahaman Konseptual, Kompetensi Strategis, dan Beban Kognitif Matematis Siswa SMP Boarding School. Disertasi Tidak diterbitkan. Bandung: SPs Universitas Pendidikan Indonesia.
Hendriana, H., & dkk. (2017). Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa.
Bandung: PT Refika Aditama.
Hendriana, H., & Soemarmo, U. (2017). Penilaian Pembelajaran Matematika. Bandung: PT Refika Aditama.
Hidayat, D. (2017). Penerapan Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis, Berfikir Kreatif Dan Habits Of Mind Matematis Siswa. Tesis Tidak Diterbitkan. Bandung: SPs Universitas Pendidikan Indonesia.
Kinard, J. T. & Konzulin, A. (2008). Rigorous Mathematical Thinking : Conceptual Formation in the Mathematics Classroom. New York: Cambridge University Press.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R.(2018). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.
Mahmudi, A., & Sumarmo, U. (2011). Pengaruh strategi mathematical habits of mind berbasis masalah terhadap kreatifitas siswa, Jurnal Cakrawala Pendidikan, (2), hlm. 216-228. https://doi.org/10.21831/cp.v0i2.4229
Noer, S. H. (2011). Kemampuan berpikir kreatif matematis dan pembelajaran matematika berbasis masalah open-ended. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 104-111
Purnawan, F. 2017. Pelaksanaan Pendekaatan Rigorous Mathematical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konseptual, Pemecahan Masalah Matematis serta Pengaruhnya pada Self-Regulated Learning Siswa di SMA. Tesis tidak diterbitkan. Bandung: FPS Universitas Pasundan
Pusfita, D., & Fitriyani, H. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing untuk Meningkatkan Kreativitas. Prosiding Seminar Nasional & Internasional.
Putra, T. T., & dkk. (2012). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dengan Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 22-26
Rokhaeni, A. (2014). Pendekatan M-APOS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif Matematis serta Habits Of Taking Responsible Risk Matematika Siswa. Tesis Tidak diterbitkan. Bandung: SPs Universitas Pendidikan Indonesia.
Ruseffendi, E.T. (2006). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito
Rustianingsih, dkk. 2013. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) Ditinjau dari Fungsi Kognitif pada Materi Segiempat di Kelas VII SMP Negeri 1 Balongbendo. Jurnal Math Edunesa. 3(2).
Saefudin, A. A. (2012). Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Al Bidayah Jurnal Pendidikan Dasar Islam UIN Sunan Kalijaga, 4(1), 37-48.
Santoso, H. R.W., & dkk. (2014). Deskripsi Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) Pada Materi Segiempat Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pabelan Kabupaten Semarang. Jurnal Satya Widya Pendidikan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana, 30(2), 82-95
Sari, A. P., & dkk. (2017). Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Model Wallas. Beta Jurnal Tadris Matematika Universitas Syiah Kuala, 10(1), 18-32.
Siswono, T. Y. E. (2004). Identifikasi Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Masalah (Problem Posing) Matematika Berpandu dengan Model Wallas dan Creative Problem Solving (CPS). Buletin Pendidikan Matematika Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNPATTI, Ambon, 6(2).
Siswono, T. Y. E., & Novitasari, W. (2007). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pemecahan Masalah Tipe”What’s Another Way”. Jurnal Pendidikan Matematika "Transformasi, 1(1), 1-13
Tyanto, E. L. dan Manoy, J. T. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Adobe Flash Profesional CS6 dengan Memperhatikan Fungsi Kognitif Rigorous Mathematical Thinking (RMT) pada Materi Melukis Segitiga, 2(3). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/
Vygotsky, L. (1978). Mind in Society. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Dwi Yulianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
































