Analisis Komposisi Serbuk Arang Karamunting (Melastoma Malabathricum) Dengan Serbuk Arang Sirih Hutan (Piper Aduncum) Terhadap Kualitas Briket Arang
DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v1i3.53Keywords:
briket arang, karamunting, sirih hutan, nilai kalorAbstract
Pertambahan penduduk yang semakin meningkat menimbulkan kekhawatiran akan terjadi kelangkaan bahan bakar akibat peningkatan kebutuhan bahan bakar di masa yang akan datang. Biomassa berpotensi menjadi sumber energi alternatif ditengah terbatasnya cadangan energi fosil. Briket arang adalah salah satu sumber energi alternatif berbasis biomassa (tumbuhan) yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi, membuka lapangan kerja serta emisi yang relatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi komposisi terbaik campuran arang Karamunting (Melastoma malabathricum) dan Sirih Hutan (Piper aduncum) terhadap kualitas briket arang. Proses pengarangan menggunakan tungku pengarangan dengan metode tidak langsung. Pola penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu (A) komposisi 100% Karamunting dan 0% Sirih Hutan, (B) 75% Karamunting dan 25% Sirih Hutan, (C) 50% Karamunting dan 50% Sirih Hutan, (D) 25% Karamunting dan 75% Sirih Hutan, serta (E) 0% Karamunting dan 100% Sirih Hutan. Perlakuan terbaik terhadap kualitas briket arang perlakuan A (100% karamunting) dengan nilai kerapatan 0,666 g/cm3, kadar air 3,697%, keteguhan tekan 15,079 kg/cm2, kadar zat mudah menguap 16,70%, kadar abu 7,30%, kadar karbon terikat 76,00% dan kalor 6.807,33 kal/g. Briket arangdengan campuran serbuk arang karamunting 75% dan sirih hutan 25% adalah komposisi campuran terbaik dengan sifat kualitas briket arang; kerapatan 0,664 g/cm3, kadar air 4,521%, uji tekan 14,559kg/cm2, kadar zat mudah menguap 18,3,7%, kadar abu 7,80%, karbon terikat 72,90%, dan nilai kalor 6.556,66 kal/g.
References
Anonim. 2000. SNI 01-6235-2000 Briket Arang Kayu. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Hendra, D. 2007. Pembuatan Briket Arang dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif. Laporan Penelitian Hasil Hutan. Bogor.
Malat, E. 2003. Variasi Komposisi Campuran Serbuk Arang Kayu Laban (Vitex Purbescens Vahl) dan Kulit Buah Kakoa (Theobroma cacao L) terhadap kualitas Briket Arang. Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda
Pasaribu, G, dkk, 2005. Analisis Komponen Kimia Empat Jenis Kayu Asal Sumatera Utara. Sumatera Barat
Sari, M.K. 2010. Kualitas Briket Arang berdasarkan Komposisi Campuran Arang dari Kayu Meranti Merah (Shorea sp.) dengan Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.). Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.
Tajalli, A. 2015. Panduan Penilaian Potensi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif di Indonesia. Penabulu Alliance.
Wijayanti, D.S. 2009. Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji dengan Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit. Skripsi Sarjana Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Rindayatno, Akbar Fikri, Agus Nur Fahmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
































