Desacralization and Commercialization of Kediri Village Okokan Tradition to Support the Tourism Industry in Bali

Authors

  • Pande Made Dwi Suci Wulandari Universitas Pendidikan Ganesha
  • Gede Pasek Maha Putra Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Luh Gede Putri Maharani Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Putu Yuliani Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Made Linda Herawati Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gede Astawan Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjas.v3i8.10516

Keywords:

Tektekan Nangluk Merana Tradition, Okokan Instrument, Okokan Tradition, Desacralization, Commercializationi

Abstract

The Tektekan Nangluk Merana tradition with one of its distinctive instruments, Okokan, is a ritual symbol performed in Kediri Village. The purpose of this study is to determine the form of desacralization and commercialization as well as the impact of the desacralization and commercialization of the Okokan Tradition on the tourism industry in Bali. This research uses a qualitative descriptive method. The findings show the form of desacralization and commercialization and the impact of the desacralization and commercialization of the Okokan Tradition on the tourism industry in Bali. This study concludes that the desacralization and commercialization of the Okokan Tradition in Kediri Village have positive and negative impacts, with the desacralization, the Okokan Tradition can lose its sacredness due to the various performances of the Okokan Tradition. However, from a socio-economic point of view, the commercialization of the Okokan Tradition can be used as an opportunity to increase sources of income and can be used as cultural tourism.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriyanti, L. S., Dewi, D. A., dan Adriansyah, M. I. (2023). Lunturnya Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Karakter Kaum Muda sebagai Akibat dari Pengaruh Globalisasi. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin. 1 (3):560-572.

Debby, Y., Hartiana, T. I. P., dan Krisdinanto, N. (2020). Desakralisasi Film Horor Indonesia dalam Kajian Reception Analysis. ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan Film. 4 (1):1-19.

Devianty, R. (2017). Bahasa sebagai Cermin Kebudayaan. Jurnal Tarbiyah. 24 (2):226–245.

Dewi, I. G. A. S. N., KT, A. A. N. A. M., dan Sukawati, T. G. A. 2021. Neutralize-Suround Of Tektekan Okokan: Metafora Narasi Tektekan dalam Koleksi Tiga Busana. Bhumidevi: Journal of Fashion Design. 1 (1):76-86

Fellang, I. (2022). Liberalisasi dan Komersialisasi Pendidikan. Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman. 3 (1):13-26.

Gunawan, A. S., Hamid, D., dan Endang, M. G. W. (2016). Analisis Pengembangan Pariwisata terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat. Universitas Brawijawa Malang. Jurnal Administrasi Bisnis. 32 (1):1-8.

Harta, I. P. G. B., Astarini, N. K. M. A., dan Pramita, N. M. S. 2024. Revolusi 4.0 dalam Mempertahankan Kearifan Lokal Tradisi Okokan di Desa Adat Kediri Kabupaten Tabanan, Bali guna mendukung terwujudnya Indonesia. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR). 29 Maret 2024, Denpasar, Indonesia. pp. 204-211.

Haryono, E. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. An-Nuur. 13 (2):1-6.

Lestari, M. N. D. (2020). Pelestarian dan Komersialisasi Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kabupaten Gianyar: Kajian Komunikasi Massa. Maha Widya Duta: Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi. 3 (1):88-94.

Mahanum, M. 2021. Tinjauan Kepustakaan. ALACRITY: Journal of Education. 2 (1):1-12.

Mahardhani, A. J., dan Cahyono, H. (2017). Harmoni Masyarakat Tradisi dalam Kerangka Multikuluralisme. Asketik: Jurnal Agama Dan Perubahan Sosial. 1 (1).

Nasution, R. D. (2017). ‘Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi terhadap Eksistensi Budaya Lokal’, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik. 21 (1):30–42.

Pratiwi, D. P. E., Sulatra, I. K., dan Kartiawan, I. K. 2022. Potret Budaya Bali pada Iklan Pariwisata Bali Pasca Pandemi: Kajian Semiotik. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMNALISA). 28 Juni 2022, Denpasar, Indonesia. pp. 37-46.

Putra, F. M. (2018). Sakralisasi VS Desakralisasi, Takhayul VS Rasionalisme dalam Studi Sejarah Kesenian Berutuk dari Desa Trunyan, Bali. Selonding. 13 (13).

Putri, P. D. P., & Pratiwi, I. A. W. K. (2023). Perlindungan Hukum Tradisi Okokan Sebagai Ekspresi Budaya Tradisional. Jis Siwirabuda. 1 (1): 50–58.

Rahma, A. A. (2020). Potensi sumber daya alam dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. Jurnal Nasional Pariwisata. 12 (1):1-8.

Rayhaniah, S. A. (2022). Peran Kebudayaan dalam Kehidupan Manusia, serta Pengaruh Kebudayaan Terhadap Komunikasi.

Riani, N. K. (2021). Pariwisata Adalah Pisau Bermata 2. Jurnal Inovasi Penelitian. 2 (5):1469-1474.

Rumapea, M. E. (2017). Pendidikan Komersial dan Gaya Hidup. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA). 5 (2):139-148.

Safitri, R. (2021). Nilai-Nilai Moral yang Terkandung dalam Tradisi Sengkure (Studi Kasus di Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje Kabupaten Kaur) (Doctoral dissertation, Uin Fas Bengkulu).

Sani, A. (2017). Atraksi Barongsai: dari Klenteng ke Mall” Sebuah Fenomena Desakralisasi Simbol Ritual Agama. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam. 17 (2):1-7.

Sedana, I. M. Y., Purnamawati, M. S. P., & Juni, N. K. (2019). Penggunaan Okokan Pada Tawur Kasanga (Perspektif Pendidikan Sosio Religius). Kamaya: Jurnal Ilmu Agama. 2(3):195-204.

Siswadi, G. A. (2022). Tradisi Ogoh-Ogoh di Bali dalam Tinjauan Kritis Filsafat Kebudayaan Cornelis Anthonie Van Peursen. Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja. 6 (1):88-97.

Surahman, S. (2020). ‘Globalisasi, Modernisasi, dan Paugeran di Kesultanan Yogyakarta’, Kareba: Jurnal Ilmu Komunikasi. 9 (2):292–307.

Windutama, W., Sunarta, I. N., dan Wijaya, N. M. S. (2020). Komodifikasi dalam Pengembangan Tradisi Okokan sebagai Atraksi Wisata di Desa Kediri, Tabanan. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA). 6 (2):452-469.

Wulandari, R., Upadani, I. G. A. W., dan Alfarisi, S. (2020). Okokan Tradition: understanding noble value in the frame of symbolic interactionalism. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events. 4 (1):74-85.

Yulianti, I. (2024). Mitos Kerajaan Jin Di Alas Purwo Banyuwangi Indonesia Dalam Perspektif Teori Sakral Dan Profan Emile Durkheim. Journal of Social and Economics Research. 6 (1):127-136.

Downloads

Published

2024-08-21

How to Cite

Wulandari, P. M. D. S., Putra, G. P. M., Maharani, N. L. G. P., Yuliani, N. P., Herawati, N. M. L., & Astawan, I. G. (2024). Desacralization and Commercialization of Kediri Village Okokan Tradition to Support the Tourism Industry in Bali. Formosa Journal of Applied Sciences, 3(8), 3377–3390. https://doi.org/10.55927/fjas.v3i8.10516

Issue

Section

Articles