Penambahan Limbah Cacahan Tempurung Kelapa terhadap Uji Kuat Tekan dan Lentur Beton pada Mutu Beton (Fc’19,3 Mpa)
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v1i3.1076Keywords:
Tempurung Kelapa, Variasi Campuran, Kuat Tekan, Kuat LenturAbstract
Tempurung kelapa merupakan limbah (sisa pengelolahan) dari rumah tangga atau industri yang meggunakan kelapa sebagai bahan utama untuk itu dilakukanlah inovasi-inovasi bahan pencampuran beton untuk di uji coba agar bahan penyusunannya menjadi lebih ekonomis sehingga dapat memberikan alternatif untuk pemanfaatan limbah-limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui penambahan limbah cacahan tempurung kelapa dalam campuran beton dapat meningkatkan uji kuat tekan dan lentur beton; 2) mengetahui kuat lentur beton fc’ = 19,3 MPa dengan variasi tempurung kelapa 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Pada penelitian ini, jika dilihat dari kuat tekan dan lentur plat tempurung kelapa dimanfaatkan untuk proporsi campuran. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimential dengan merancang komposisi campuran beton untuk masing-masing variasi penambahan limbah cacahan tempurung kelapa. Sampel beton dibuat sebanyak 24 buah dimana masing-masing campuran dibuat 3 sampel uji kuat tekan dan uji kuat lentur beton. Dari hasil penelitian, nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari tanpa penambahan limbah tempurung kelapa dengan nilai rata-rata dari 0% (beton normal) sebesar 24,78 MPa. Sedangkan kuat tekan rata-rata dengan penambahan limbah tempurung kelapa dengan variasi penambahan 5%, 7,5% dan 10% adalah sebagai berikut. Pada penambahan limbah tempurung kelapa 5% menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata 21,65 MPa, pada penambahan limbah tempurung kelapa 7,5% memperoleh nilai kuat tekan rata-rata 16,17 MPa, pada penambahan limbah tempurung kelapa 10% memperoleh nilai kuat tekan rata 10,86 MPa. Untuk nilai kuat lentur rata-rata pada variasi 0% dengan nilai momen maksimum sebesar 102,39 kN.m, variasi 5% dengan nilai momen maksimum sebesar 106,84 kN.m, variasi 7,5% dengan nilai momen maksimum sebesar 97,74 kN.m dan variasi 10% dengan nilai momen maksimum sebesar 89,03 kN.m. Jadi benda uji yang menahan beban terbesar pada pengujian kuat lentur adalah persentase 5% mengalami peningkatan dengan nilai momen maksimum 106.84 kN.m.
Downloads
References
ACI Committee 201, 1994, Guide to Durable Concrete (ACI Manual of Concrete Practise) PartI, American Concrete Institute,Detroit Michigan.
ACI Committee 201, 211,1993, “Guide for Selecting Proportions for Normal Heavyweight, and Mass Concrete (ACI 211.1-91), American Concrete Institute, Detroit Michigan.
Chu-Kia Wang dan Salmon, Charles G. 1994. Disain Beton Bertulang. Jilid I. Edisi Keempat. Terjemahan Binsar Hariandja. Jakarta: Erlangga.
Departemen PU, 1989, “Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A(SK SNI S-04-1989-F)”, Yayasan LPMB, Bandung.
Departemen Pekerjaan Umum, 1982. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.
Departemen P. U., 1989, SNI 03-0349-1989Bata Beton untuk Pasangan Dinding, Ballitbang, Jakarta.
Departemen P. U., 2004, SNI 15-2049-2004 Semen Portland, Balitbang, Jakarta.
Dipohusodo, I., 1993, Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03, Departemen Pekerjaan Umum RJ, PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.
DPU, 1990, SNI. 03-1986, Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar, Jakarta.
DPU, 1990, SNI. 03-1970-1990, Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus, Jakarta.
DPU, 1990, SNI. 03-1973-1990, Metode Pengujian Berat Isi Beton, Jakarta.
DPU, 1991, SNI. 03-2471-1991, Metode Pengujian Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles, Jakarta.
SK SNI S-18-1990-03, 1990. Spesifikasi Tambahan Untuk Breton.
SNI 03-1972-1990, 1990. Metode Pengujian Slump.
SNI 03-1972-1990, 1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton.
SNI 03-2834-2000, 2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Beton Normal.
SNI 03-2847-2002, 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.
SNI 03-3449-1994, 1994. Rancangan Campuran Beton.
SNI 03-4817-1998, 1998. Spesifikasi Lembaran Bahan Penutup Untuk Perawatan Beton.
Sunarti, I Wayan. (2015). Karakteristik Beton Ringan Dengan Menggunakan
Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar. Jurnal Smartek Vol. 8, No. 1, Februari 2010: hal 22-33.
Nini Hasriani Aswad, (2013) pembuatan campuran beton mengacu SK SNI T-15-
-003 tentang “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”.
Wardi. (2003). Pengaruh Pemakaian Arang Batok Kelapa Terhadap Kuat Tekan
Beton. Jurnal R & B, Vol. 3, No. 1, Maret 2003.
Abdullah, Yudith, 2008. Pengaruh Zat Aditif (Portland Cement, Pasir Silika,
Kapur/Lime Admixrue) Terhadap Kuat Tekan Beton, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia, Jakarta.
Hernando, Fhandi, 2009. Tugas Akhir Perencanaan Beton Mutu Tinggi dengan
Penambahan Superplasticizer dan Pengaruh Penggantian Sebagai Semen dengan Fly Ash, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Murdock, L.J, 1979. Bahan dan Praktek Beton, Erlangga, Jakarta.
Pentunjuk Praktikum Teknologi Bahan Beton, Perencanaan Campuran Beton di
Laboratorium, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pasir Pengairan.
Rustendi, Iwan, 2004. Pengaruh Penggunaan Tempurung Kelapa sebagai
Material Serat Terhadap Kuat Tekan Beton, Media Komunikasi Teknik Sipil Volume 12 No 2 Edisi XXIX bulan Juli.
Sembiring Gurki, Thambah. J, 2003. Beton Bertulang, Rekayasa Sains, Bandung.
Yarman, Edy, 2010. Analisis Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Kasar
Cangkang Sawit, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pasir Pengairan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Handika Setya Wijaya, Blima Oktaviastuti, Andy Kristafi A, Yosef Emanuel Gusi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






















