Analysis of Income and Profits of Vegetable Traders in the Bersehati Market, Manado City
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v3i1.7846Keywords:
Income, Profit, Vegetable Trader, MarketAbstract
Indonesia is a developing country with certain industries that drive economic expansion. Located between two continents and the Asian continent, Indonesia occupies another strategic area and the Australian continent benefits Indonesia in its trade sector because Indonesia is a world trade traffic route. The author's research uses primary data, namely details collected or obtained directly by researchers or related parties in the field. To obtain primary data, you can use data collection techniques such as opinion polls, surveys, interviews, distributing questionnaires, focused discussions and observation. The findings of this study indicate that vegetable traders at the Bershati Manado Market earn a fairly high and stable average income from their sales. And the ratio between income and total costs incurred by traders is >1 so that the business experiences a profit.
Downloads
References
Aprilia, R. (2021). Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Kaki Lima Di Pasar Inpres Tanjung Morawa (Studi Kasus: Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA). 3 (2 ), 128-137.
Ardiansyah. (2010). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Sektor Informal di Kota Makassar (Kasus Pedagang Kaki Lima). Skripsi. Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UNHAS, Makassar. 4(4), 242-256.
Benolon, K. (2023). Analisis Pendapatan Pedagang sayur di Pasar Bolu Kecamatan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara. (Doctoral Dissertation, Universitas Bososwa), Hal 31-41.
Case & Fair. (2007). Prinsip-prinsip ekonomi jilid 1, Jakarta : Erlangga.
Fitri, N. A. (1999). Analisis sikap konsumen terhadap atribut-atribut pasar swalayan dan pasar tradisional: Studi Kasus di Kotamdya Yogyakarta. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Perdagangan. 1 (3), 237-254.
Hanafie, R. (2010). Pengantar Ekonomi Pertanian. CV Andi offset . 308 hlm.
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya.
Ma’ruf, H. (2005). Pemasaran ritel, PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Mankiw, N. G. (2003). Teori Ekonomi Makro, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Moenir. (1998). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Novianti, E. (2019). Teori Komunikasi Umum dan Aplikasinya. Yogyakarta: Andi Offset.
Peraturan Presiden RI no.112 tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Poesponegoro, M.D., & N. N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.
Sudarman, A. (1997). Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE UGM.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Cetakan ke-24. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. (n.d.).
Suprianti, D. (2022). Analisis Tingkat Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Tuppu di Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Suroto. (2000). Strategi pembangunan dan Perencanaan Perencanaan Kesempatan Kerja.Yogyakarta: Gajah Mada Univercity.Yogyakarta.
Undang-Undang No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Jakarta.
Utoyo, B. (2009). Geografi : Membuka Cakrawala Dunia. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional. Grafindo Media Pratama. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Angelita Pakaya, Josep B. Kalangi, Krest D. Tolosang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






















