Relationship between Knowledge Level and Hand Hygiene Compliance among Nurses at Kudungga Sangatta Regional Hospital

Authors

  • Muhammad Suhaimi Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur
  • Edi Sukamto Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur
  • Ratanto Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjas.v3i4.8744

Keywords:

Hand Hygiene, Knowledge, Nurse Complianc

Abstract

Hand hygiene is an effective step to break the chain of infection transmission. Root cause analysis shows that the knowledge factor is a determinant of hand hygiene compliance behavior. Knowledge of correct hand hygiene can provide protection against cross-contamination of diseases from one patient to another. The aim is to determine the relationship between knowledge level and hand hygiene compliance among nurses at Kudungga Regional Hospital. This type of quantitative research uses cross-sectional methods. The population in this study was 185 nurses at Kudungga Regional Hospital. Sample of 185 people/ The test results obtained a p-value = 0.000 (<0.05) with an odds ratio = 8.509. There is a relationship between the level of knowledge and hand hygiene compliance among nurses at Kudungga Sangatta Regional Hospital. It is hoped that the hospital will be able to improve the quality of service health to pay more attention to the risk of infection in the work environment.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiani, F., Artiawati, I. R., & Wulandari, R. Y. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Putera Bahagia Cirebon Tahun 2018. University Muhammadiyah Cirebon.

Anggaeni, D., Ahsan, & Azzuhri, M. (2016). Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Sikap Melaporkan Insiden pada Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tk.II Dr Soepraoeum. Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM), 14.

Ardana. (2016). Program Penyadaran Kepatuhan Cuci Tangan dapat Meningkatkan Pengetahuan Cuci Tangan, Menurunkan Jumlah Koloni dan Bakteri Staphylococcus Aureus pada Tangan Co Ass Fkg (Suatu Kajian di Unmas Denpasar). Denpasar

Arikunto (2006). Prosedur Penelitian; suatu pendekatan praktek. Jakarta; Rineka Cipta.

Arikunto (2010) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, Saifuddin. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiman, & Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuesioner : Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: Salemba Medika.

Clancy, M. C. (2011). New Reseaech Highlight The Rool of Patient Safety Culture & Safer Care. Journal of Nurs Care Quality, 26(3), 193–196.

Dahlan M.S (2013). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta:nSalemba Medika, cetakan ketiga.

Darma (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan (PedomanMelaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian). Jakarta : Trans Info Medika.

Delima, M. (2018). Penerapan Cuci Tangan Five Momen Dengan Angka Kejadian Infeksi Nosokomial. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis Vol. 1 No. 2

Dhamanti, I., Leggat, S., & Barraclough, S. (2020). Practical and Cultural Barriers to Reporting Incidents Among Health Workers in Indonesian Public Hospitals. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 13, 351–359.

Endang (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Cuci Tangan Siswa Sekolah Dasar. portalgaruda.org/article.php?article=98526& val=426.

Fajar (2011). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun pada Masyarakat DI Desa Senuro Timur. Palembang: Jurnal Pembanguan Manusia vol 5 No 2 Handhygiene. https://www.scrib.com/ doc/22 6085989/Handhygiene.

Fauzia, N., Ansyori, Anis. dan Hariyanto. (2014). Kepatuhan Standar Prosedur Operasional Hand Hygiene pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya; , 28(1): 95–8.

Goddard S, M. M. (2011). The efficacy of infection control interventions in reducing the incidence of extendedspectrum beta-lactamase-producing Enterobacteriaceae in the nonoutbreak setting: a systematic review. Am J Infect Control., 39(7):599-601.

Gunawan, Widodo, F. Y., & Harijanto, T. (2015). Analisis Rendahnya Laporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(2), 206–213.

Harus, B. D., & Sutriningsih, A. (2015). Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien dengan Pelaksanaan Prosedur Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS) di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Jurnal CARE, 3(1), 25–32. https://doi.org/10.3975/cagsb.2015.05.08

Innayatur (2014). Hubungan pengetahuan terhadap perilaku cuci tangan petugas kesehatan.ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/download/36 61/3187.

Iskandar, H., Wardhani, V., & Rudijanto, A. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Melapor Keselamatan Pasien. Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM), 492(September), 492–498. https://doi.org/http:// dx.doi.org/10.18202/jam23 026332.14.3.10

Jamaluddin (2012). Kepatuhan cuci tangan 5 momen di unit perawatan intensif. Majalah Kedokteran Volume 2 Nomor 3 juli 2012.

Jenita, A., Arief, Y. S., & Misbahatul, E. (2019). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien pada Perawat. Fundamental and Management Nursing Journal, 2(1), 7–15. https://e- journal.unair.ac.id/FMNI

Joanna, A. B., Edwin, A., Bano, B., & Tyraskis, C. (2018). Barriers to staff reporting adverse incident in NHS hospitals process and system. Journal Future Healthc, 5(2), 117–120.

Jungbauer, K. L., Reichmann, K., H, W., J, & Wegge, J. (2018). How does leadership influence incident reporting intention in healthcare? A dual process model of leader–member exchange. German Journal of Human Resource Management, 32(1), 27–51. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/2397002217745315

KARS Accreditation System. (2017). RS Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie. http://202.70.136.52/rsonline/data_view.php?editid1=1314

KKPRS. (2015). Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP).

Komite Nasional Keselamatan Pasien. (2020). Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien Nasional (SP2KPN).

Kusumawati, A. S., Handiyani, H., & Rachmi, S. F. (2019). Patient Safety Culture and Nurses ’ Attitude on Incident Reporting in Indonesia. Enfermeria Clinica, 29(2), 47–52. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.e nfcli.2019.04.007

Mathuridy, R. M. (2015). Hubungan umur, lama kerja, pendidikan dan motivasi dengan kepatuhan perawat melakukan enam langkah lima momen cuci tangan di ruang icu rsud ulin banjarmasin. . Jurnal Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin.

Najihah. (2018). Budaya Keselamatan Pasien dan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review. Journal Of Islamic Nursing, 3(1), 1–8.

Naome, T., James, M., Christine, A., & Mugisha, T. I. (2020). Practice, Perceived Barriers and Motivating Factors to Medical-Incident Reporting : A Cross- Section Survey of Health Care Providers at Mbarara Regional Referral Hospital , Southwestern Uganda. BMC Health Services Research, 20(276), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12913-020-02122-z

NHS England. (2020). NRLS national patient safety incident reports : commentary. March.

Notoatmodjo. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmojo (2003). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Jakarta; Rineka Cipta. Notoatmojo (2005). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmojo (2011). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmojo (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta; Rineka Cipta.

Nursalam (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2015). Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Salemba Medika.

Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya (2011). cetakan ketiga

Prasenohadi. (2012). Indonesian Journal of Intensive Care Medicine, Kebersihan Tangan di Unit Intensif.

Priyo Dan Sabri (2013). Statistik Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.

Purnomo, M. (2019). Hubungan Kepatuhan Cuci Tangan Perawat Dengan Hais Di Ruang Gading Rsud Soewondo. Journal University Research Colloqium.

Purwanti. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Petugas Kesehatan dengan Penerapan Teknik Mencuci Tangan Secara Benar. Skripsi. Universitas Riau.

Rikayanti (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Mencuci Tangan Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Bndung tahun 2013. Bali: Community Health vol. II No. 1

Robbani, S. (2013). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Cuci Tangan Petugas Kesehatan di Bagian Ilmu Kesehatan ANak BLU RSUP Prof RD Kandou Manado. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado.

Rumapia, N. (2011). Hubungan Karakteristik Perawat dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Medan. Medan: Universitas Darma Agung Medan.

Safiya. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Dalam Penerapan Hand Hygiene Di Ruang Rawat Inap Medikal Bedah Rumah Sakit. JIM Fkep, 4(1). 152-154.

Sania, R. (2012). Pengaruh Motivasi dan Reward terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Office (Non Medis) Rumah Sakit Bogor Medical Center. Universitas Indonesia.

Saragih, R. (2013). Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan Universitas Dharma Agung Medan]. adoc.pub.

Siman, A. G., Cunha, S. G. S., & Brito, M. J. M. (2017). The Practice of Reporting Adverse Events in A Leaching Hospital. Journal of School of Nursing, 51, 1–8. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1590/S1980220X2016045503243

Sugiyono (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sujan, M. (2015). An Organisation without A Memory: A Qualitative Study of Hospital Staff Perceprions on Reporting and Organisational Learning for Patient Safety. 144, 45–52.

Utami. (2017). Gambaran Pengetahuan Perawat Mengenai Catheter Associated Urinary Tract Infection (CAUTI) Di RSUD H. Soewondo Kendal. . Jurnal Departemen Ilmu Keperawatan. Universitas Diponegoro Semarang.

Wanda, M. Y., Nursalam, N., & Wahyudi, A. S. (2020). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien pada Perawat (Analysis of Factors Affecting Reporting of Patient Safety Incident in Nurses). Fundamental and Management Nursing Journal, 3(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.20473/fmnj.v2i2.17284

WHO. Five Moments For Hand Hygiene. www.who.int/9psc/tools/five moment/en/ . Diperoleh pada 12 Juni 2014.

WHO. Good Hand Hygiene By Health workers Protects Patient From Drug Resistant Infection.www.who.int/mediacentre/news/release/2014/han dhygiene/en/. Diperoleh pada 12 Juni 2014.

World Health Organization (2009). WHO Guideline on Hand Hygiene in Health Care. First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. Diperoleh pada 15 Juni 2014.

Zuraidah (2013). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku mencuci tangan dengan benar. poltekkespalembang.ac.id/userfiles/files/ hubu ngan_pengetahuan_dan sikap_dengan perilaku.pdf.

Downloads

Published

2024-04-30

How to Cite

Muhammad Suhaimi, Edi Sukamto, & Ratanto. (2024). Relationship between Knowledge Level and Hand Hygiene Compliance among Nurses at Kudungga Sangatta Regional Hospital. Formosa Journal of Applied Sciences, 3(4), 1417–1428. https://doi.org/10.55927/fjas.v3i4.8744

Issue

Section

Articles