Strategic Planning for Slum Settlement Management in Meranti Pandak Village
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijaea.v5i2.16693Keywords:
Slum Settlement, SWOT Analysis, Settlement ManagementAbstract
This study aimed to assess the level of slum settlement conditions and formulate appropriate management strategies for the Meranti Pandak Urban Village, Pekanbaru, Indonesia. A quantitative approach was employed using field observations, questionnaires, interviews, and secondary data collected from August to December 2024. The study area covered 384 hectares with a population of 13,642 residents, 4,426 housing units, and 2,789 households. A total of 96 respondents were selected through purposive sampling. Slum conditions were evaluated using the criteria established in the Regulation of the Minister of Public Works and Housing Number 2 of 2018, while strategic recommendations were developed through SWOT analysis supported by Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The results identified 425 households distributed across ten RTs within seven RWs as slum settlement locations. The assessment produced a total slum score of 32, classifying the area as a light slum settlement. The highest contributing factors were inadequate solid waste management (score = 13), lack of fire protection facilities (score = 10), and poor wastewater management (score = 6), whereas building conditions and clean water provision showed relatively good performance. SWOT analysis generated an IFAS score of 1.98 and an EFAS score of 2.65, showing that external opportunities exerted a stronger influence than internal conditions. The strategic coordinates of (0.28, 0.87) suggested that settlement improvement efforts should prioritize infrastructure upgrading, environmental management enhancement, community empowerment, and inter-agency collaboration.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah penduduk Kota Pekanbaru dalam angka 2021-2023. Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru.
Badan Pusat Statistik. (2023). Kelurahan Meranti Pandak dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru.
Dinata, A., & Ulum, B. (2019). Morfologi kawasan permukiman di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Wilayah dan Kota Berkelanjutan.
Fatimah, F. N. A. D. (2020). Teknik analisis SWOT. Anak Hebat Indonesia.
Kamus Tata Ruang. (1997). Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2018). Kamus agraria dan tata ruang. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Muta’ali, L. (2015). Penataan ruang wilayah dan kota. Gadjah Mada University Press.
Mulgan, G. (2009). The art of public strategy: Mobilizing power and knowledge for the common good. Oxford University Press.
Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekanbaru Tahun 2020-2040.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
Ramadhana, R. A., & Pigawati, B. (2014). Pemanfaatan penginderaan jauh untuk identifikasi permukiman kumuh daerah penyangga perkotaan.
Rangkuti, F. (2005). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama.
Standar Nasional Indonesia. (2004). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Badan Standardisasi Nasional.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukmaniar, Pitoyo, A. J., & Kurniawan, A. (2020). Urbanization philosophical perspective of slum settings in the City of Palembang. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.
Suparno, & Marlina, E. (2006). Perencanaan dan pengembangan perumahan. Andi Offset.
Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 703 Tahun 2021 tentang Lokasi Perumahan dan Realisasi Pengurangan Kumuh Kota Pekanbaru.
Surtiani, E. E. (2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya kawasan permukiman kumuh di kawasan pusat kota (Studi kasus: Kawasan Pancuran, Salatiga) [Master’s thesis, Universitas Diponegoro]. Universitas Diponegoro.
UN-Habitat. (2018). Panduan ringkas untuk pembuat kebijakan perumahan untuk MBR: Memberi tempat yang layak bagi kaum miskin kota. UN-Habitat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Wardhana, N. H., & Sulistyarso, H. (2015). Faktor-faktor penyebab kekumuhan di Kelurahan Kapasari Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS.
Wimardana, A. S., & Setiawan, R. P. (2016). Faktor prioritas penyebab kumuh kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Belitung Selatan Kota Banjarmasin. Jurnal Teknik ITS, 5(2).
Zulkarnaini, W. R., Elfindri, & Sari, D. T. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi permukiman kumuh di Kota Bukittinggi. Jurnal Planologi, 169-188.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shinta Dwi Oktaviani, Ridwan Manda Putra, Indra Suandy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



























