Relationship between Measles Vaccination Status and Measles Incidence in Toddlers
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijsmpe.v2i1.4219Keywords:
Measles, Incidence, Vaccination StatusAbstract
Measles is a highly contagious disease caused by a virus and can result in death. Before the introduction of the Measles vaccine, major epidemics occurred causing deaths every year. However, after immunization, the number of cases of measles decreased dramatically. This study aims to determine the relationship between measles vaccination status and the incidence of measles in toddlers in the working area of UPT Puskesmas Sambaliung. This type of quantitative research with a research design using a Case Control survey. A sample of 62 people took data on measles vaccination status and measles incidence from secondary C-I data and visits to toddler polyclinics and then recapitulated on the observation sheet. Then the data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square test. The results of the chi square test obtained a value of p = 0.042 <0.05. This indicates that there is a significant relationship between measles vaccination status and the incidence of measles in toddlers in the working area of the UPT Puskesmas Sambaliung.
Downloads
References
Adriansyah, A. A. (2016). Efektivitas Imunisasi Campak Terhadap Incidence Rate Penyakit Campak di Indonesia. 2–12.
Agushybana, F., Nuryanti, & Margawati, D. A. (2018). Buku Pintar Imunisasi Campak dan Rubella. FKM UNDIP Press.
Akbar Hairil. (2018). Pengantar Epidemiologi. PT Refika Aditama.
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Azis, A., & Ramadhani, N. R. (2019). Hubungan Status Imunisasi, Umur Dan Jenis Kelamin Terhadap Penyakit Campak Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 18(2), 37–41. https://doi.org/10.33221/jikes.v18i2.228
Azizah N., Suyati., R. V. E. (2014). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dasar dengan kepatuhan melaksanakan imunisasi di bps hj. Umi salamah di desa kauman, peterongan, jombang. jurnal berkala epidemiologi, Vol. 2 No. http://journal.unipdu.ac.id:8080/index.php/seminas/article/view/169
DE, B. S. (2013). Pengaruh Reaksi Imunisasi Campak Terhadap Sikap dan Perilaku Ibu dalam Pelaksanaan Imunisasi Campak di Kota Semarang. Media Medika Muda. FK. Universitas Diponegoro.
Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Trans Info Media. http://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id/index.php?p=show_detail&id=3305
Dinar, A. (2013). Imunologi Infeksi Virus Campak Terkait Imunitas Pasca Vaksinasi. [serial online]. https://agathariyadi.wordpress.com/tag/campak/
Dirjen P2PL, K. K. R. S. I. (2014). Tata Cara Penyimpanan Vaksin, Pelatihan Upaya Penguatan Surveilans KIPI.
Ditjen P2P Kememkes RI. (2019). Secara keseluruhan cakupan imunisasi campak dan rubella capai 87,33 persen. http://p2p.kemkes.go.id/secara-keseluruhan-cakupan-imunisasi-campak-dan-rubella-capai-8733-persen
Fadilah, D. (2017). Hubungan Kasus Campak Terhadap Status Imunisasi Campak di Desa Tegaljati Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2016. Journal of Dharma Praja, 3(1), 11–15. file:///C:/Users/User/Downloads/fvm939e.pdf
Giarsawan, N. (2014). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Campak di Wilayah Puskesmas Tejakula I Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan.Vol. 4, No. 2 November: 140-145. Jurnal Kesehatan Lingkungan., 4.
Kemenkes RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonsesia Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010.
Kemenkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Gospodarka Materiałowa i Logistyka, 26(4), 185–197.
Kemenkes RI. (2017). Petunjuk Teknis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR). Petunjuk Teknis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR), 208.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Surveilans Campak - Rubela. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, 140.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular dan Keracunan Pangan (Pedoman Epidemiologi Penyakit). In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Vol. Edisi Revi (Nomor 2017).
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Situasi Campak dan Rubella di Indonesia 2018. Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi. Jakarta Selatan: Infodatin;2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISSN 2442-7659.
Lestari, A. B., Sitaresmi, M. N., & Wibowo, T. (2017). Ketepatan waktu vaksinasi campak sebagai faktor preventif kejadian campak di kota Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(5), 249–254. http://dx.doi.org/10.22146/bkm.18014
Lestari, A. B., Sitaresmi, M. N., & Wibowo, T. (2017). Ketepatan waktu vaksinasi campak sebagai faktor preventif kejadian campak di kota Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(5), 249–254.
Maksuk. (2011). Pengelolaan Rantai Dingin Vaksin Tingkat Puskesmas di Kota Palembang Tahun 2011. Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Nugraheni, K. (2012). Pengaruh Pemberian Minyak Zaitun Ekstra VirginTerhadap Profil Lipid Serum Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Strain SpragueDawley Hiperkolesterolemia. [Artikel Penelitian].Semarang.
Oktaviasari, K. E. (2018). Relationship of Measles Immunization with Measles in East Java. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 166. https://doi.org/10.20473/jbe.v6i22018.166-173
Puskesmas Suaran, U. (2021). Format C-I UPT Puskesmas Sambaliung.
Raihan, R., Andalas, M., Satari, H., & Hadinegoro, S. (2016). Antibodi Campak pada Bayi Baru Lahir dan Faktor yang Memengaruhi (Vol. 17). Sari Pediatri. file:///C:/Users/Isma/Downloads/Raihan, R., Andalas, M., Satari, H., & Hadinegoro, S. (2016). Antibodi Campak pada Bayi Baru Lahir dan Faktor yang Memengaruhi. Sari Pediatri, 17, 407. https___doi.org_10.14238_sp17.6.2016.407-12 - Penelusuran Google.html
S, Soegijanto, H. S. (2011). Campak. Pedoman imunisasi di Indonesia. (4th ed.). Badan Penerbit IDAI; 2011. p. 341-5No Title.
Sagitha, B., & Diandika, I. M. (2021). Hubungan Imunisasi Campak dengan Kejadian Campak di Wilayah Kerja Puskesmas Sukasada II. 4(1), 6.
SEARO. (2017). Surveillance Guide for Vaccine-Preventable Diseases in the WHO South-East Asia Region (Nomor September).
SRI, J. W. (2013). Hubungan antara Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan Ibu dan Perilaku Tokoh Masyarakat dengan Status Imunisasi Campak Balita Umur 1-5 Tahun pada Keturunan Saminisme di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 2013. http://eprints.dinus.ac.id/7911/
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV. Alfabeta.
Sutrisno Hadi. (2015). Metodologi Riset Penulis. Pustaka Pelajar.
Waode Fera Falawati, Supodo, T., & Sunarsih. (2019). Hubungan Status Imunisasi Dan Peran Petugas Imunisasi Dengan Kejadian Campak Di Kabupaten Muna. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, 5(1), 60. https://doi.org/10.31764/mj.v5i1.1067
WHO. (2019). Measles. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Rahmawati S, Joko Sapto Pramono, Tini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















