Perawatan Warisan Budaya: Membangun Masa Depan Bangsa Sebuah Penelitian Pendahuluan
DOI:
https://doi.org/10.55927/jicb.v1i1.1364Keywords:
Warisan, Budaya, Masa Depan BangsaAbstract
Negara Indonesia merupakan negera yang kaya raya akan warisan budaya yang tersebar hampir di seluruh kepulauan. Di antara warisan budaya ini, terdapat cabar budaya yang tergolong tangible dan intangible. Sebagai bukti sejarah, warisan budaya ini adalah sumber informasi yang sangat berharga bersifat pluralistik mengenai kehidupan masa lalu nenek moyang kita. Dalam penelitian ini, kami memutuskan hanya meneliti mengenai perawatan dan perlindungan warisan budaya dan relevansinya bagi pembangunan masa depan bangsa. Menghadapi masa depan, warisan budaya ini mengandung nilai-nilai sosial-budaya yang signifikan, menjadi semakin penting untuk pembangunan masa depan bangsa kita. Mempelajari permsalahan in, penelitian ini bertujuan untuk meneliti permasalahan ini. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian dilakukan melalui kajian pustaka yang disertai dengan pendekatan arkeologi dan SWOTS. Hasil penelitian ini menujukkan, bahwa perawatan dan perlindungan warisan budaya mempunyai hubungan relevansi yang angat penting bagi pembangunan masa depan bangsa kita.
Downloads
References
Adiyanta, Ign Eka. 2017. Dinamika Pelestarian Cagar Budaya, Penerbit Ombak.
Appadurai, A. 1993. “Disjuncture and Difference in the Global Cultural Economy”, dalam Featherstone M. (Ed) Global Culture, Nationalism, Globalization and Modernity, London; SEAGE Publication’: 295-310 .
Ardika, I Wayan. 2015. Warisan Budaya Perspektif Masa Kini (Penyunting Jiwa Atmaja), Udayana University Press. Ayatrohaedi (Penyunting), 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius), Jakarta: Pustaka Jaya.
Bosch, F. D. K., 1952. “Local Genius en Oud Javaansche Kunst”, dalam Mededeelingen der Koninklijke Nederlandse Akademie en Wetenschappen : 1-25.
Clark, Grahamme, 1960. Archaeology and Society, London University Paperback Methuen. Covarrubias,
Miguel. 1972. Island of Bali, Kuala Lumpur, Singapore, Jakarta, Oxford University Press.
Fagan, Brian M., 1987. Archaeology A Brief Introduction. Third Ed. Scott, Fores- man and Company, Illinois Boston London.
Hardjasumantri, Kusnadi, 1983-1984. ‘Peranan Arkeologi Dalam Pembangunan”, dalam Analisis Kebudayaan, Th.IV. No. 3., Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: 139-142.
K. Atmodjo, M. M. Sukarto, 1986. “Pengertian Local Genius dan Relevansinya dalam Modernisasi”, dalam Ayatrohaedi (Penyunting) Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius), Pustaka Jaya : 46-53.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2012. Undang-undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 Tentang Bemda Cagar Budaya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI., 2018. Undang-undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017.Tentang Pemajuan Kebudayaan.
Magetsari, Nurhadi, 2016. Perspektif Arkeologi Masa Kini Dalam Konteks Indonesia (Penyunting Irmawati, Ali Akbar).
Kompas Penerbit Buku. Sedyawati, Edi, 2016. Budaya Indonesia, Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah, Jakarta : Devisi Buku Perguruan Tinggi, PT. Raja Grafindo Persada.
Skeats, Robin. 2004. Debating The Arhaeological Heritage, Dutchworth. Soebadio, Haryati, 1980. ‘’Mencari Akar Budaya Nasional”, dalam Analisis Kebudayaan, Tahun 1., No. 1. Jakarta: Departemen Pendidikn dan Kebudayaan: 7-10.
Skeats, Robin. 1986. “Kepribadian Budaya Bangsa”, dalam Ayatrohaedi (Penyunting) Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius), Jakarta : Pustaka Jaya: 18-26.
Skeats, Robin. 1991. Kesinambungan Nilai Budaya Indonrsia Dalam Era Kebangkitan Nasional II., Denpasar: 1-8. Skeats, Robin. 1992. “Arkeologi dan Pengembangan Sosial-Budaya’, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII., 26-30 Juli di Malang: 1-9. Soediman, 1983-1984. “Peranan Arkeologi Dalam Pembangunan Nasional”, dalam Analisis Kebudyaan, Tahun IV. No. 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: 18-24.
Soejono. 2003. “Arkeologi Indonesia Dalam Rentangan Nasional dan Internasiomal “, dakam Guratan Budaya Perspektif Multikultural Katur Ri Kala Purnabakti Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus (Penyunting I Gede Semadi Astra, Aron Meko Mbte, Ida Bagus Puja Astawan, I Nyoman Darma Putra, Denpasar: Fakultas Sastra dan Budaya, UNUD.; 1-19.
Soejono. 2005. “Archaeology, Culture and Nation Building”, dalam International Seminar on Archaeology and Nation Building, Penang, Malaysia (inpress).
Soekmono. 1964. “Pemeliharaan dan Penggunaan Bahan-bahan Sejarah”, dalam Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, Th. II. No. 1: 1-16. Soekmono. 1973. Satu Abad Usaha Penyelamatan Candi Borobudur, Yogya-karta, Penerbit Yayasan Kanisius.
Sulistyanto, Bambang. 2008. Resolusi Konflik Dalam Managemen Warisan Budaya Sangiran. Disertasi Depok UI.
Sulistyanto, Bambang. 2010.”Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Situs Arkeologi”, dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Ke-budayaan dan Pariwisata: 1-16.
Sutaba, I Made. 1991. Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali Dalam Pembangunan Berwawasan Budaya, Orasi Ilmiah disampaikan Pada Peringatan Dies Natalis VII dan Wisuda Sarjana IV., Universitas Warmadewa pada tanggal 17 September 1991.
Sutaba, I Made. 1994. “Penelitian Arkeologi: Sumbangan Bagi Pembangunan Berwawasan Budaya”, dalam Jejak-jejak Budaya, Persembahan Untuk Prof. Dr. R. P. Soejono (Penyunting Sumiati Atmosudiro, Anggraini, Tular Sudarmaji), Diterbitkan oleh Asosiasi Prehistorisi Indonesia Rayon II Yogyakarta: 227- 240.
Sutaba, I Made. 1998. “Preservation of Living Monuments in Bali and Its Problems”, dalam SPAFA Journal of the SEAMEO Center for Archaeology and Fine Arts, May- August, Bangkok, Thailand: 5-10.
Sutaba, I Made. 2000. “Manfaat Arkeologi Dalam Pemberdayaan Masyarakat pada Milenium Ketiga”, dalam Forum Arkeologi No. 11 Nop. 1999-2000: 27-33.
Sutaba, I Made. 2015a. “Pelestarian Cagar Budaya Membangun Ketahanan Budaya Bangsa”, dalam Bullein Sudamala, Diterbitkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali: 4-7.
Sutaba, I Made. 2015b. “Cagar Budaya: Antara Potensi dan Ancaman”, dalam Jurnal Kebudayaan, Vol. 10. No. 3. Desember, Pusat Penelitian dan Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikam dan Kebudayaan: 213-221.
Sutaba, I Made. 2018. “Masa Depan dan Manfaat Nekropolis Gilimanuk Sebuah Kontemplasi Arkeologi”, dalam JurnaL Kebudayaan, Vol. 13. No. 1. Agustus, Pusat Penelina Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 59-76.
Sutaba, I Made. 2019. “Cagar Budaya : Sang Penutur Masa Silam Sebuah Pe-nelitian Pendahuluan (inpress).
Sutaba, I Made, A. A. Gd.Oka Astawa, I Made Suantra, 2006. “Gianyar Dalam Perspektif Arkeologi” dalam Gianyar Dalam Selintas Narasi dan Harapan Dari Seni Budaya Tantangan dan Peluang Gianyar Membangun: 9-35.
Tanudirdjo, Daud Aris, 1998. “Cultural Resource Management Konflik”, dalam Bulletin Artefak HIMA FS UGM. Yogyakarta; 14-18.
Tilaar, H. A. R, 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia Tinjauan Dari Perspektif Ilmu Pendidikan, Penerbit PT. Rineka Cipta.
Tjandrasasmita, Uka, 1980. “Fungsi Peninggalan Sejarah dan Purbakala Dalam Pembangunan Nasional”, dalam Analisis Kebudayaan, Departemen Pendidikan dam Kebudayaan, Jakarta Tahun I. No. 1. : 95-102.
Wales, H. G. Quaritch, 1948. “The Making of Greater India A Study of South East Asian Culture Change”, dalam Journal of Royal Asiatic Society: 2-32
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muhammad Ibnu Fauzi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



















