Makna Akuntansi dalam Tradisi Kemenyan: Telaah Etnografi atas Nilai Spiritual dan Sosial dalam Praktik Akuntansi Budaya
DOI:
https://doi.org/10.55927/jicb.v3i1.15645Keywords:
kuntansi sosial, tradisi kemenyan, nilai spiritual, nilai sosial, kearifan lokal, literature reviewAbstract
Kajian ini menganalisis makna akuntansi dalam tradisi kemenyan melalui pendekatan literature review. Hasil penelitian mengungkap praktik akuntansi kultural yang multidimensional pada rantai nilai kemenyan. Tradisi kemenyan merepresentasikan akuntansi nilai hibrida yang memadukan aspek ekonomi dengan spiritualitas. Etnografi berperan penting mengungkap sistem akuntansi informal berbasis kepercayaan dan standar adat. Temuan menunjukkan kemenyan berfungsi sebagai medium akuntabilitas vertikal dan horizontal dalam komunitas. Praktik ini mencerminkan keseimbangan antara tanggung jawab material dan spiritual. Kajian ini memperkaya wacana akuntansi sosial berbasis kearifan lokal serta menawarkan perspektif alternatif bagi pengembangan akuntansi kontekstual
Downloads
References
Ahmed Abdalla, M. M., & Gessmalla, A. F. (2018). Economic net return analysis of Boswellia papyrifera (Del.) Hochst in the Blue Nile state, Sudan. Horticulture International Journal, 2(5).
Anam, S., Yusuf, Y., & Karim, A. (2025). Islamization of Javanese ritual: Ruwat Santri as a reflection of interfaith and cultural harmony in Indonesia. Harmoni, 24(1), 82–105. https://doi.org/10.32488/harmoni.v24i1.847
Appadurai, A. (1986). The social life of things: Commodities in cultural perspective. Cambridge University Press.
Ayu, S., Amzu, E., & Bahruni. (2025). Etnobioprospeksi dan konservasi kemenyan (Styrax benzoin) di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166433
Berhanu, Y., Vedeld, P., Angassa, A., & Aune, J. B. (2021). The contribution of frankincense to the agro-pastoral household economy and its potential for commercialization: A case from Borana, southern Ethiopia. Journal of Arid Environments, 186, 104423.
Dapamoni, J. U. N., Sopanah, A., & Hasan, K. (2025). Praktik akuntansi pada upacara adat Li Mati Li Heda dengan menggunakan pendekatan etnografi. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 9(4), 3128–3143. https://doi.org/10.33395/owner.v9i4.2799
Hutagalung, S. A., Arifyanto, G. T., Ghafur, F., Ginting, R. G., & Manik, Y. K. A. (2025). Islamization in Haminjon: A study of business morality in Batak entrepreneurial networks. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 4(2), 445–461. https://doi.org/10.51214/biis.v4i2.1571
Purnamawati, I. G. A. (2018). Dimensi akuntabilitas dan pengungkapan pada tradisi Nampah Batu. Jurnal Akuntansi Multiparadigma (JAMAL). http://dx.doi.org/10.18202/jamal.2018.04.9019
Simanjuntak, B. R., Afifuddin, Y., & Batubara, R. (2012). Analisis pemasaran kemenyan (Styrax spp.): Studi kasus di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Peronema Forestry Science Journal.
Suwito. (2025). Social accounting. Penerbit KBM Indonesia.
Thalib, M. (2024). Mengungkap nilai kearifan lokal di balik praktik akuntansi pendapatan. Media Bisnis, 16(1), 51–62.
Wahyuni, A. S., & Nentry, A. (2017). Ingatan adalah media: Studi etnografi trik bertahan dan pencatatan kondisi keuangan seorang paggade-gadde. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 17(2), 76–87. http://www.jab.fe.uns.ac.id
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yulia Ratna Sari, Lilik Purwanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



















