The Existence of the Angguk Dance at the Angguk Putri Mekar Sari Kuncen Studio, Wates District, Kulon Progo Regency

Authors

  • Vicki Dwi Purnomo STIE Tribuana Bekasi

DOI:

https://doi.org/10.55927/jicb.v1i2.2644

Keywords:

Angguk Putri, Culture, Dance

Abstract

The Angguk Dance is a folk dance that is included in the Angguk Art. The Angguk dance depicts the struggle of warriors against invaders. The history of the Angguk dance cannot be separated from the history of the struggle of Prince Diponegoro. The war against the Dutch colonialists, Prince Diponegoro was supported by Nyi Ageng Serang, real name Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi, daughter of Prince Natapraja. Nyi Ageng Serang was born in 1762 AD in the Serang area (on the Grobogan-Sragen border). The name Angguk is taken from the Javanese word "mangguk", which means sentiko, ndere'aken, which means yes or understanding and carrying out orders given by the leader. This is also related to the teachings of thoriqoh, when wiridan or dhikr during the recitation of laa ilaha illa allah, the head is shaken or nodded to make it easier to concentrate while reciting. The motion of the Angguk Grobogan Dance teaches the public to be nationalistic, patriotic and religiously devout. The Angguk dance has experienced a setback due to the emergence of new entertainment in the globalization era, such as social media, which makes it easier to access interesting entertainment. Based on the background description, the researcher is interested in knowing about "The Existence of the Angguk Dance at the Angguk Putri Mekar Sari Kuncen Studio, Wates District, Kulon Progo Regency" because the researcher wants to know how the existence of the Angguk Dance from 2010 to 2022 at the Angguk Putri Mekar Sari Kuncen Studio Wates District, Kulon Progo Regency.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, Rulam. 2014. Pengantar Pendidikan Asas & Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Arrini Sidqo. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Dariah. Skripsi. FSP,Pend. Sendratasik, ISI Yogyakarta.

Bungin, Burhan.2007. Penelitian Kualitatif (Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya). Jakarta: Perdana Media Group.

Condronegoro, Mari. 2010. Memahami Busana Adat Kraton Yogyakarta (Warisan Penuh Makna). Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.

Dantes, Nyoman. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: KDT

Daryanto dan Darmiatun, Suryati. 2013. Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.

Diah Margaretha Tiofany. 2016. Nilai Estetis Yang Terkandung dalam Busana Tari Angguk Putri di Sanggar Sinar Bakti Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Skripsi.Jurusan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta

Erwin Ardi Pratama. 2017. Musik Angguk Sripanglaras Kulon Progo.Skripsi. Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Fajar Listyanto Ujiantoro. 2010. Komersialisasi Tari Angguk Di Dusun Pripih Kelurahan Hargomulyo Kecamatan Kokap, Kabupatn Kulon Progo. Skripsi.Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Harymawan, RMA.1988. Dramaturgi. Bandung: CV Rosdakarya Hidajat, Robby. 2011. Koreografi & Kreativitas Pengetahuan dan Petunjuk Praktikum Koreografi. Yogyakarta: Kendil Media Pustaka Seni Indonesia.

Hidajat, Robby. 2019. Tari Pendidikan Pengajaran Seni Tari Untuk Pendidikan. Media Kreativa Yogyakarta.

Koesoma, Doni. 2007. Pendidikan Karakter (Strategi Mendidik Anak di Zaman Global). Jakarta: PT Grasindo

Kurniawan dan Djohan. 2017. Musik Gamolan untuk Menumbuhkan Relasi Sosial. Jurnal Seni Pertunjukan (Volume 18 Nomor 3). Hlm 159.

Kurniawan, Syamsul. 2013. Pendidikan Karakter (Konsepsi & Implementasi Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Kussudirdjo, Bagong. 1981. Tentang Tari. C.V Nur Cahaya.

Mawarudin. 2017. Tari Angguk Sripanglaras Tak Lekang Oleh Zaman. Kulon Progo: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulon Progo. Nawawi,

M. Ikhsan. 2017. Transformasi Pendidikan Karakter sebagai Kesalehan Sosial Prespektif Imam Al-Ghazali. Lampung: Gre Publishing. Soedarsono. 1976. Mengenal Tari-Tarian Rakyat Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gajah Mada University press.

Soedarsono. 1992. Pengantar Apresiasi Seni. Jakarta: Balai Pustaka. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Syafruddin, Tyasrinestu, dan

Siswanto. 2011. Implementasi Pendidikan Karakter Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta. Wartono, Teguh. 1989. Pengantar Seni Tari Jawa. Yogyakarta: PT Intan Pariwara.

Downloads

Published

2023-01-16

How to Cite

Vicki Dwi Purnomo. (2023). The Existence of the Angguk Dance at the Angguk Putri Mekar Sari Kuncen Studio, Wates District, Kulon Progo Regency. Journal of Indonesian Culture and Beliefs (JICB), 1(2), 127–136. https://doi.org/10.55927/jicb.v1i2.2644