Legal Certainty of a Sales and Purchase Agreement Deed Made Without Being Read by and Not Signed Before a Notary

Authors

  • Furqon Hanip Universitas Jayabaya
  • Yurisa Martanti Universitas Jayabaya
  • Taqiyuddin Kadir Universitas Jayabaya

DOI:

https://doi.org/10.55927/jlca.v4i3.15352

Keywords:

Notarial Deed, Legal Certainty, Principle of Prudence

Abstract

Notaries play a crucial role in ensuring the validity of legal transactions through authentic deeds with strong evidentiary power. However, procedural violations such as deeds not being read aloud or signed before the notary contradict Article 16 paragraph (1) letter m of Law No. 2 of 2014 on the Notary Position and may render the deed legally flawed, reducing it to the status of a private deed. This study aims to examine legal remedies available to the parties and the certainty provided by such flawed deeds. Using a normative legal research method supported by literature review, statutory analysis, and interviews with legal practitioners, the study finds that such deeds undermine legal certainty, and recommends stronger disciplinary enforcement against violating notaries.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Ali. (2017). Hukum notaris di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahmad Sofian. (2019). Etika dan tanggung jawab profesi notaris. Jakarta: Prenada Media.

A.A. Marzuki. (2011). Hukum acara perdata di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Andi Hamzah. (2009). Etika profesi hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Andi Saputra. (2021). Hukum notariat dan prosedur pembuatan akta. Jakarta: Rajawali Pers.

Arief Hidayat. (2017). Yurisprudensi Mahkamah Agung tentang hukum perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Budi Santoso. (2017). Hukum acara notaris dan pembuktian akta. Jakarta: Rajawali Pers.

C.S.T. Kansil & Christine S.T. Kansil. (2006). Pokok-pokok etika profesi hukum. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Gunawan Widjaja. (2011). Etika profesi dan tanggung jawab jabatan notaris. Jakarta: Forum Sahabat.

Habib Adjie. (2008). Hukum notaris Indonesia: Tafsir tematik terhadap UU No 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Surabaya: PT. Refika Aditama.

Habib Adjie. (2017). Hukum notaris Indonesia: Tafsir tematik terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Jakarta: PT. Refika Aditama.

Habib Adjie. (2009). Sanksi perdata dan administratif terhadap notaris sebagai pejabat publik. Jakarta: PT. Refika Aditama.

Hans Jonas. (1984). The imperative of responsibility: In search of an ethics for the technological age. Chicago, IL: University of Chicago Press.

Ira Koesoemawati & Yunirman Rijan. (2009). Kenotarisan. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Iwan Purwanto. (2021). Kepastian hukum bagi debitur kredit pemilikan rumah (KPR) yang menggunakan akta perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Jimly Asshiddiqie. (2006). Konstitusi dan pengadilan: Menegakkan konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jakarta: Konstitusi Press.

Jan Michiel Otto. (2005). Recht, rechtstaat en rechtsstaat: Een multidimensionaal begrip in theorie en praktijk. Leiden, Belanda: Leiden University Press.

Liliana Tedjosaputro. (1995). Etika profesi notaris dalam penegakan hukum pidana. Bandung: BIGRAF Publishing.

Maria SW Sumardjono. (2001). Akta notaris sebagai alat bukti dalam proses peradilan perdata. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mertokusumo, S. (2005). Prinsip-prinsip hukum perdata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mochamad Amin Summa. (2016). Hukum kenotariatan: Dalam teori dan praktik. Jakarta: Sinar Grafika.

Muhammad Iqbal. (2020). Asas-asas hukum notaris dan pembuktiannya. Bandung: Penerbit Mandar Maju.

Otto Hasibuan. (2007). Kapita selekta hukum. Jakarta: Djambatan.

Putri Citra Dewi. (2023). Implementasi akta perjanjian pengikatan jual beli yang didasari kuasa mutlak. Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Rudi Salim. (2020). Prinsip kehati-hatian dalam praktik kenotariatan. Jakarta: Penerbit Citra Hukum.

Rosellah Arvita. (2018). Kepastian hukum terhadap konsumen atas wanprestasi dalam perjanjian pengikatan jual beli yang dilakukan pengembang rumah susun dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Kepastian Konsumen. Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Salim HS. (2016). Perkembangan hukum kontrak di luar Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Satrio. (1999). Hukum perikatan: Perikatan yang lahir dari perjanjian. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Siti Marwati. (2018). Prinsip kehati-hatian dalam notarisasi transaksi tanah. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Soeroso. (2011). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: PT. Sinar Grafika.

Sri Wahyuni. (2019). Hukum perdata dan pembuktian di pengadilan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sriyani Hartati. (2018). Kepastian hukum bagi calon pembeli satuan rumah susun atas penerapan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) terhadap pengembang yang pailit. Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Subekti. (2003). Hukum notaris Indonesia. Jakarta: Intermasa.

Subekti. (2003). Hukum perjanjian. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Suryadi. (2015). Hukum jabatan notaris dan akta otentik. Jakarta: Prenadamedia Group.

Widya Wahyu Savitri. (2023). Kepastian hukum terhadap akta perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang tidak memenuhi syarat materiil. Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Jayabaya, Jakarta.

Published

2025-09-11

How to Cite

Hanip, F. ., Martanti, Y. ., & Kadir, T. . (2025). Legal Certainty of a Sales and Purchase Agreement Deed Made Without Being Read by and Not Signed Before a Notary . Journal of Legal and Cultural Analytics, 4(3), 1209–1224. https://doi.org/10.55927/jlca.v4i3.15352

Issue

Section

Articles