Legal Vacuum in the Deferred Prosecution Agreement Mechanism for Corporations Perpetrating Forestry Crimes for the Reform of the Criminal Justice System
DOI:
https://doi.org/10.55927/jlca.v5i2.16685Keywords:
Legal Vacuum, Deferred Prosecution Agreement, Forestry Crimes, CorporationsAbstract
This study analyzes the legal vacuum concerning the Deferred Prosecution Agreement (DPA) mechanism for corporations committing forestry crimes and formulates a reconstruction of criminal law policy in Indonesia. Using a normative juridical approach, this research examines the Criminal Code, Criminal Procedure Code, Law Number 18 of 2013, Law Number 32 of 2009, and Supreme Court Regulation Number 13 of 2016. The findings show that although corporate criminal liability has been recognized, conventional law enforcement remains ineffective due to evidentiary difficulties, procedural limitations, and inadequate environmental restoration mechanisms. The DPA concept offers a more efficient and restorative approach by emphasizing corporate compliance, compensation, and environmental recovery. However, the absence of explicit regulation creates legal uncertainty. Therefore, legal reform is needed to incorporate DPA mechanisms into the national legal system while upholding the principles of legality, due process of law, and environmental accountability to strengthen law enforcement and sustainable forest protection.
Downloads
References
Alhakim, A. a. (2019). Kebijakan Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 322-336.
Angrayni, L. (2024). Kewenangan Penyidikan Tindak Pidana Di Bidang Kehutanan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Jurnal Al Himayah, 25-38.
Antari, P. E. (2023). Deferred Prosecution Agreement dalam Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 182-198.
Aryana, I. W. (2021). Kebijakan Hukum Pidana Dalam Perlindungan Hutan. Jurnal Yustitia, 37-44.
Dakhi, D. a. (2023). Analisis Hukum Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Illegal Logging. Jurnal Panah Keadilan, 1-7.
Damanik, S. A. (2023). Pertanggungjawaban Korporasi dalam Ganti Rugi Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Akibat Kebakaran Hutan. Locus Journal of Academic Literature Review, 624-631.
DESI, O. R. (2025). Analisis keadilan substantif dalam putusan kasasi terkait tindak pidana kehutanan. ALIANSI: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora Учредители: Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia, 28-43.
Fitriandhini, D. a. (2022). Dampak kerusakan ekosistem hutan oleh aktivitas manusia: Tinjauan terhadap keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan, 217-226.
Gane, A. (2020). Penegakan Hukum Secara Integratif Alih Fungsi Lahan dalam Tindak Pidana Kehutanan. Journal Poros Hukum Padjajaran, 315-333.
Gottschalk, P. (2024). Deferred prosecution agreements as miscarriage of justice: An exploratory study of corporate convenience. Journal of Economic Criminology, 100059.
Iqsandri, R. (2023). Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Kehutanan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. ANDREW Law Journal, 38-43.
Mpesau, A. (2021). Studi Terhadap Tindak Pidana Kehutanan Dalam Penebangan Hutan Diluar Rencana Kerja Tahunan Pada Pemilik Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu. Audito Comparative Law Journal (ACLJ) , 19-28.
Mulia, S. a. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Kebakaran Hutan dan Lahan Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Bandung Conference Series: Law Studies, 87-96.
Nuarta, I. N. (2025). Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi Oleh Korporasi Dengan Konsep Deferred Prosecution Agreement. KERTHA WICAKSANA, 142-150.
Nurdin, A. S. (2022). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Berdasarkan Asas Strict Liability terhadap Praktik Illegal Logging di Indonesia. Justisi: Jurnal Ilmu Hukum, 1-30.
Nuryani, A. a. (2025). Urgensi Pengaturan Deferred Prosecution Agreement Dalam Hukum Indonesia: Analisis Asas Legalitas dan Kesetaraan Hukum. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 526-534.
Parker, M. J. (2023). An exploratory study of deferred prosecution agreements and the adjudication of corporate crime. Journal of Financial Crime, 940-954.
Rahmadanty, A. I. (2021). Kebijakan pembangunan kesatuan pengelolaan hutan di Indonesia: suatu terobosan dalam menciptakan pengelolaan hutan lestari. Al-Adl: Jurnal Hukum, 264-283.
Rodliyah, R. A. (2020). Konsep pertanggungjawaban pidana Korporasi (Corporate Crime) dalam sistem HuKum pidana indonesia. Journal Kompilasi Hukum, 191-206.
Sarmono, M. (2023). Pembaharuan hukum pidana kehutanan terhadap eksistensi masyarakat hukum adat di Indonesia. Jurnal Adhikari, 468-478.
Triningsih, A. (2020). Penguasaan Negara Atas Sumber Daya Air Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi. Jurnal Legislasi Indonesia, 343-354.
Tumangger, S. a. (2024). Kewenangan Dinas Kehutanan Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Illegal Logging. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 326-331.
Wardhany, N. E. (2022). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Dalam Kebakaran Hutan Yang Menyebabkan Kerusakan Lingkungan. Legalitas: Jurnal Hukum, 177-186.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deki Hermika, Richard

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























