Implementasi, Sosialisasi dan Marketing Produk Olahan Tanaman Kelor sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i6.1193Keywords:
Daun Kelor, Kesehatan Masyarakat, StuntingAbstract
Penurunan stunting merupakan fokus pemerintah di bidang kesehatan. Namun pandemi COVID-19 menjadi hambatan. Pandemi juga berdampak pada ekonomi keluarga sehingga lebih sulit dalam melaksanakan pencegahan stunting. Maka, tim pengabdian masyarakat ingin memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan SDA sekitar menjadi makanan padat gizi dan bernilai jual. Daun kelor menjadi sumber daya alam yang dipilih karena selain dijuluki sebagai superfood, daun kelor aman dikonsumsi oleh anak-anak dan ibu hamil. Daun kelor diproses menjadi campuran susu soya, brownies, dan nugget yang mana disukai anak-anak. Selama pelatihan, peserta terlihat sangat antusias mengikuti arahan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu masyarakat dalam mengolah sumber daya alam sekitar menjadi makanan padat gizi sebagai upaya pencegahan stunting dan dapat menjadi ide jual baru untuk masyarakat.
Downloads
References
Affandi, N. N. (2019). Kelor Tanaman Ajaib untuk Kehidupan yang Lebih Sehat. Deepublisher.
Badan Pusat Statistik. (2021). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2020.
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI.
Winarno, F. G. (2018). Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) Nilai Gizi, Manfaat dan Potensi Usaha. PT Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Susanti Pratamaningtyas, Rahajeng Siti Nur Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

























