Potential and Obstacles in Cultural Heritage Development in Tanjungpinang City
DOI:
https://doi.org/10.55927/jpmb.v2i9.6103Keywords:
Rebah City, History, Potential, Development, ObstaclesAbstract
The city of Rebah is a place for tourists to visit. In the city of Rebah, there are several relics such as tombs, collapsed buildings, docks. The city of Rebah has an area of 4 hectares, has good views, the view from the pier directly shows the Carang river bridge and there are mangrove trees. In this research the author used qualitative methods. According to Bogdan and Taylor (1975:5) defines that "qualitative methods" are research procedures that produce descriptive data. In the potential that exists in the city of Rebah, there are several obstacles. The aim of this research is to determine the potential and obstacles in historical tourist attractions in the city of Rebah. The results of this research show that the city of Rebah has the potential to develop sports in the form of rock climbing, suspension bridges and restaurants. Apart from that, there are obstacles in the city of Rebah, the need for additional caretakers, lack of funds for the development of the city of Rebah, damage to supporting facilities such as toilets and lactation rooms.
Downloads
References
Adi, S. W., & Saputro, E. P. (2017). Potensi Daya Tarik Wisata Sejarah Budaya. Perkembangan Konsep Dan Riset E-Business Di Indonesia, 744–751. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/9036
Adi, S.W., Nasir, M., dan Saputro, E.P. (2014), Model Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Berbasis Kearifan Lokal Untuk Memacu Daya Tarik Wisata Budaya - Sejarah : Kasus di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Laporan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun Kedua, Dikti.
Arsip Nasional Republik Indonesia, A. N. R. (2016). Citra Kota Tanjungpinang Dalam Arsip. Arsip Tanjungpinang, July, 1–23.
Asril. (2022). Strategi Pengembangan Wisata Sejarah Situs Candi Muara Takus Berbasis Kearifan Lokal Melayu Di Desa Muara Takus Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Journal of Tourism Destination and Attraction, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.35814/tourism.v10i1.3146
Bahrudin, A. (2017). Inovasi Daerah Sektor Pariwisata (Studi Kasus Inovasi Pembangunan Pariwisata Kab Purworejo Jawa Tengah). Mimbar Administrasi, 1(1), 50–69.
Budiman, S., Budaya, C., & Pemerintah, P. (2022). Pulau Penyengat the Role of Tanjungpinang City Tourism and Culture Services in the Conservation of Cultural Heritage Objects on. 2, 116–129.
Dewi, P.K., Antariksa dan Surjono (2008). Pelestarian kawasan eks pusat kota kolonial lama Semarang. Arsitektur e-Journal. 1(3): 145-156.
Fitria, F., Fahmi, M. I., Fanani, F. R., Rahma, N. A. A., Dewi, P. J. S., Fauziah, A. U., Vianisa, R. W., Wulandari, D. P., Anam, C., & Herachwati, N. (2022). Pengembangan Potensi Peninggalan Sejarah di Desa Bendoasri dan Tritik Nganjuk Sebagai Desa Wisata Edukasi Sejarah. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 85–96. https://doi.org/10.55506/arch.v1i2.35
Hasan, M., dan Jobaid, M.I. (2014). Heritage Tourism Marketing: Status, Prospects and Barriers . IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM). 16(5): 40-48.
I made. (2018). Potensi objek wisata sejarah di kota Singaraja.Jurnal Bosaparis: pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Volume 9, Nomor 2. Jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga universitas Pendidikan Ganesha
Kadarwati, A. (2008). Potensi dan Pengembangan Obyek Wisata Kota Lama Semarang Sebagai Daya Tarik Wisata diSemarang, Laporan Tugas Akhir, Program Diploma III, Jurusan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Made, A., & Arida, S. (2015). Pengelolaan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal. Bali: Pustaka Larasan.
Meityaa& anatasia. (2018). Sejarah dan cagar budaya di kota tanjungpinang.penerbit: Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Tanjungpinang. Editor Ary sastra
Mulyadi, Y. (2010). Peran Juru Pelihara Dalam Pelestarian Cagar Budaya. 67–76. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/wp-content/uploads/sites/32/2018/12/Peran-Juru-Pelihara-Dalam-Pelestarian-Cagar-Budaya-YADI-MULYADI.pdf
Myrna Sukmaratri. Kajian Objek Wisata Sejarah Berdasarkan Kelayakan Lanskap Sejarah Di Kota Palembang. Jurnal Planologi. Vol. 15, No. 2, Oktober 2018.
Nyoman. (2016). Pengembangan potensi wisata purbakala (HERITAGE TOURISM) berbassis mayarakat Di DAS PAKERISA, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.Analisis Pariwisata. V0l.16 No.1
Sadja, R. (2017). Peran sosial pemulung dalam menyelamatkan lingkungan studi kasus di kelurahan tamangapa kecamatan manggala kota makassar skripsi.
Hasan, M., dan Jobaid, M.I. (2014). Heritage Tourism Marketing: Status, Prospects and Barriers . IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM). 16(5): 40-48.
I made. (2018). Potensi objek wisata sejarah di kota Singaraja.Jurnal Bosaparis: pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Volume 9, Nomor 2. Jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga universitas Pendidikan Ganesha
Kadarwati, A. (2008). Potensi dan Pengembangan Obyek Wisata Kota Lama Semarang Sebagai Daya Tarik Wisata diSemarang, Laporan Tugas Akhir, Program Diploma III, Jurusan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Made, A., & Arida, S. (2015). Pengelolaan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal. Bali: Pustaka Larasan.
Meityaa& anatasia. (2018). Sejarah dan cagar budaya di kota tanjungpinang.penerbit: Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Tanjungpinang. Editor Ary sastra
Mulyadi, Y. (2010). Peran Juru Pelihara Dalam Pelestarian Cagar Budaya. 67–76. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/wp-content/uploads/sites/32/2018/12/Peran-Juru-Pelihara-Dalam-Pelestarian-Cagar-Budaya-YADI-MULYADI.pdf
Myrna Sukmaratri. Kajian Objek Wisata Sejarah Berdasarkan Kelayakan Lanskap Sejarah Di Kota Palembang. Jurnal Planologi. Vol. 15, No. 2, Oktober 2018.
Nyoman. (2016). Pengembangan potensi wisata purbakala (HERITAGE TOURISM) berbassis mayarakat Di DAS PAKERISA, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.Analisis Pariwisata. V0l.16 No.1
Sadja, R. (2017). Peran sosial pemulung dalam menyelamatkan lingkungan studi kasus di kelurahan tamangapa kecamatan manggala kota makassar skripsi.
Sugianti, D. (2017). Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Tuk Umbul Warungboto Berbasis Masyarakat. Jurnal Tata Kelola Seni, 3(2), 93–102.
Rusyidi. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal pekerjaan sosial.Vol.1No.3. prodi kesejahteraan sosial, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Universitas Padjajaran
Suta, P. W. P., & Mahagangga, I. G. A. O. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(1), 144. https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i01.p26
Winarni, F. (2018). Aspek Hukum Peran Serta Masyarakat Dalam Pelestarian Cagar Budaya. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(1), 94. https://doi.org/10.22146/jmh.29160
Wolah, F. F. C. (2016). Peranan promosi dalam meningkatkan kunjungan. Acta Diurna, 5(2), 1–11.
Soekanto, soerjono. Sosiologi suatu pengantar, Cet IVII; jakarta: PT Raja Grafindo, persada, 2010
Buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dicetak ulang: Balai pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat Wilayah kerja Sumatera barat, Riau, dan Kepulauan riau. Tahun 2019
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nika Purnamasari, Zikri Raudhatul Ahsan, Ari Ridho Susanto, Bayu Saputra, Sri Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


























