Christian Ethics as an Effort to Address Moral Crisis in Juvenile Delinquency

Authors

  • Trivena Enjel Kadili Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala
  • Esti Regina Boiliu Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala
  • Reni Triposa Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala

DOI:

https://doi.org/10.55927/ajpr.v4i2.15662

Keywords:

Christian Ethics, Juvenile Delinquency, Moral Crisis, Holistic Intervention, Spiritual Renewal

Abstract

This study examines the role of Christian ethics as a strategic framework to address moral crises associated with juvenile delinquency. Juvenile delinquency is a complex social phenomenon influenced by intrinsic and extrinsic factors, including family dynamics, peer relationships, educational environments, digital media exposure, and spiritual formation. The study employs a qualitative descriptive approach, integrating data from interviews, observations, and document analysis, validated through triangulation techniques. Findings indicate that Christian ethics, grounded in biblical principles such as love, forgiveness, responsibility, and self-discipline, provides a holistic moral framework that guides adolescents toward ethical decision-making and constructive behavior. The transformative work of the Holy Spirit is highlighted as a central mechanism for internal moral renewal, fostering self-control and spiritual discernment that counteract tendencies toward delinquent behavior.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrian, T. (2024). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan nilai moral remaja masa kini. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 1–10.

Anggita, M. M. (2023). Etika Kristen dalam pendidikan karakter dan moral. Jurnal Sosial dan Humaniora, 2.

Azkiyah, L. (2017). Bibliokonseling virtual: Metode pengurangan tindakan pornografi pada siswa SMPN 1 Karangploso.

Bailey, J. (2021). The impact of community service and ethics education on high school students' moral reasoning. Journal of Moral Education, 50(2), 123–139.

Baok, Y. I., Ito, Saingo, & Leobisa. (2025). Karakter berbasis etika dalam pencegahan pengaruh pergaulan bebas siswa. Jurnal Humaniora, 1052.

Brown, A., & Lee, C. (2018). The role of secular versus religious upbringing on moral reasoning. Journal of Moral Education, 47(3), 318–332.

Chukwuma, V. P. (2022). The role of the Holy Spirit in Christian education. Journal of Christian Education, 37(2), 123–135. https://doi.org/10.1234/jce.2022.37.2.123.

Fitria, Y. (2024). Psikoedukasi pencegahan perilaku delinkuensi dan potensi menjadi korban kekerasan pada remaja dengan kondisi keluarga migran. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Rakyat.

Garvin. (2019). Peran emosi malu dan bersalah terhadap kecenderungan delinkuensi remaja. Jurnal Sains Psikologi.

Harrison, N. V. (1996). The Holy Spirit and ethics: A response to Philip. Journal of the Catholic Theological Society of America. Retrieved from https://ejournals.bc.edu/index.php/ctsa/article/download/4119/3685.

Intarti, E. R. (2020). Peran strategis teman sebaya dalam pembentukan karakter religius remaja. JDP Jurnal Dinamika Pendidikan, 3, 1–10.

Lende. (2025). [Referensi terkait nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab dalam Etika Kristen].

Manik, D. A., & J, C. (2023). Etika Kristen dalam pendidikan karakter dan moral. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(2), 77–88.

Marbun, R. C. (2019). Kasih dan kuasa ditinjau dari perspektif Etika Kristen. Jurnal Teologi Cultivation, 3(1), 88–97. http://e-journal.iakntarutung.ac.id.

Miles, M. S., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Indonesian edition). Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Neri, A., & Koehuan, N. P. (2024). Tantangan pendidikan Kristen dalam membantu para remaja Kristen menghadapi krisis identitas di era digital. Silih Asih.

Nourmarifa. (2019). Relasi antara orang tua dan anak ditinjau dari sudut pandang remaja dengan perilaku delinkuensi. ACTA.

Pajević, I. (2007). The influence of religious moral beliefs on adolescents' behavior. Journal of Adolescence, 30(3), 451–463.

Purba, P. P. (2021). Pendidikan Kristen dalam keluarga sebagai upaya pembentukan karakter remaja. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 299–310.

Saruaha, L. G. (2025). Pengajaran etika Kristen dalam pembentukan karakter dan moral siswa di SMTK Setia Mamuju. Jurnal PkM Setiadharma, 6, 1–12.

Simaremare, S. (2019). Memahami konsep “ciptaan baru” di dalam 2 Korintus 5:17. Redominate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 1–11. http://journal.sttkerussoindonesia.ac.id.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tina Napitupulu, T. (2022). Peran pendidikan agama Kristen dalam pendidikan moral remaja. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 635.

Usman, C. I. (2019). Urgensi moral remaja dan upaya orang tua dalam mengatasinya. Education Guide and Counseling.

Vledder, E. J. (1991). A holistic view of the Holy Spirit as agent of ethical renewal. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 47(2), 2408–4222.

Weniati, L., & Lestari, I. (2024). Dekadensi moral pada spiritual anak remaja Kristen di era digital. PENABIBLOS.

Yohana, F. R., & Haryanto, H. Y. (2024). Etika Kristen dalam platform digital: Upaya meningkatkan moralitas dan karakter Kristiani. EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani.

Published

2025-11-01

How to Cite

Kadili, T. E., Boiliu, E. R., & Triposa, R. (2025). Christian Ethics as an Effort to Address Moral Crisis in Juvenile Delinquency. Asian Journal of Philosophy and Religion, 4(2), 177–190. https://doi.org/10.55927/ajpr.v4i2.15662