Analisis Penderitaan Orang yang Beriman kepada Kristus: Kasih Karunia Allah atau Kutuk?
DOI:
https://doi.org/10.55927/ajpr.v1i1.360Keywords:
Penderitaan, Orang Beriman Kepada Kristus, Kasih Karunia Allah, KutukAbstract
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna penderitaan mereka yang sudah beriman kepada Kristus dan terus berusaha hidup dalam kebenaran sebagai bagian dari dedikasi hidup kepadaNya. Apakah penderitaan tersebut merupakan kasih karunia atau kutuk. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis pustaka maupun tafsir narasi. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber Alkitab dan berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan juga wawancara. Hasilnya, penderitaan orang yang sudah beriman kepada merupakan kasih karunia dan bukan kutuk, dikarenakan orang percaya dipanggil bukan saja untuk percaya kepadaNya tetapi juga untuk mengalami penderitaan karena Dia sebagai bagian kesaksian iman Kristen. Kesimpulan, penderitaan karena Kristus bagi mereka yang beriman kepadaNya merupakan suatu kasih karunia dan bukan kutuk, sebab tidak sebanding dengan penderitaan yang telah dialami Kristus karena kasih-Nya bagi orang percaya, sehingga justru penderitaan karena Kristus harus dipandang sebagai suatu kehormatan, sebab melaluinya orang percaya dapat menghayati kasih Kristus. Penderitaan mereka yang beriman kepada Kristus merupakan bagian mengikuti keteladanan yang telah ditinggalkan Kristus untuk diikuti.
Downloads
References
Atmaja Elvin Hidayat. (2016). Iman di Tengah Penderitaan: Suatu Inspirasi Teologis-Biblis Kristiani. Melintas, 285–308.
Bombongan Marsi Rantesalu. (2020). Penderitaan dari Sudut Pandang Teologi Injili. JIREH (Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity, 2(2), 126–135.
Dag Heward Mills. (2015). Kehilangan, Penderitaan, Pengorbanan, Kematian. Parchment House.
Ervan Eugenius, Nikodemus Hermiawan, O. K. W. (2020). Makna Fenomena Kematian Massal di Tengah Pandemi Covid-19 Berdasarkan
Refleksi dari Ayub 1:1-22. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 2(2), 265–283.
H., A. (2020). Metode Penelitian dan Perkembangan. Journal of Undergraduate, Social Science and Technology. 3–9.
Hari Sulastio. (2020). Keselamatan Karena Kasih Karunia Menurut Efesus 2:1-10. Antusias : Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 6(1), 62–77.
Lewi Nataniel Bora. (2020). Keserupaan Dengan Yesus Dalam Penderitaan, Kesengsaraan dan Kematian-Nya. Manna Raflesia, 7(1), 65–89.
Mills, D. H. (2015). Bagaimana Menetralisir Kutuk. Parchmenr House.
Nicolas, D. G. (2022). Interview dengan narasumber Alfons Abednego, Tirza Manaroinsong Handy, Suyanto, Aurel, Febi, He, Veni, Hia, Zakaria “Wawancara Dilaksanakan Pada Hari Selasa 4 Januari 2022 Jam 19.30 Wib Pada Komunitas Sel Parakletos Cengkareng Jakarta Barat, Dan Jumat 14 .
Stevanus Kalis, S. M. M. (2019). Memaknai Kisah Ayub Sebagai Refleksi Iman Dalam Menghadapi Penderitaan. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 1(1), 23–40.
Teguh Ani Purwanto. (2020). Pengaruh Pengajaran Iman dan Penderitaan Menurut Filipi 1:29 Terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat Bethany Kristus Sabda Benjeng. Kerusso: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 5(1), 14–19.
Tri Prapto Suwito, Yanto Paulus Hermanto, Y. J. (2021). Penderitaan Dalam Konteks Penginjilan. PHRONESIS: Jurnal Teologi Dan Misi, 4(1), 88–99.
Trip, P. D. (2018). Suffering, Crossway. A Publishing Of Good News Publishers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Georges Nicolas Djone, Timothy Amien RK, Soneta Sang Surya Siahaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

























